
Beberapa bulan Kemudian
Hari ini adalah hari pertama Clarissa Aulia menjadi seorang Mahasiswi.
Papahnya yang bernama Farhan sudah mendaftarkan Clarissa di perguruan tinggi negeri di kota Jakarta.
"kring...kringgg"
Bunyi alarm terdengar di telinga Clarissa. Clarissa terperanjat dan beranjak dari tempat tidur. Ia mulai duduk dan membentangkan kedua tangan nya, mengumpulkan terlebih dahulu nyawanya.
"Hoammmmmz" Clarissa menguap seraya menoleh ke jam Beker yang ia taruh di atas nakas
"Oh my God ini udah jam 7 pagi"
Tak menunggu waktu lama Clarissa berlarian terbirit masuk ke dalam kamar mandi, memulai ritual mandinya.
15 menit kemudian ia akhirnya keluar dari kamar mandi. Segera Clarissa memakai pakaian untuk ia gunakan ke kampus.
Setelah nya Clarissa turun dan menyalami papahnya yang sedang sarapan di ruang makan
"Pagi pah, Clarissa berangkat dulu" ucap Clarissa seraya menyalami dan mencium punggung tangan papah nya
"Tunggu dulu Cla kamu ko cepat cepat pergi, ayo sarapan dulu" pinta papah Farhan
"Nanti saja pah, Clarissa harus segera pergi karena jam 8 Ospek Maba akan segera dimulai. Cla ga ada waktu lagi" ucapnya
Segera Clarissa pergi meninggalkan ruang makan. Ia berlarian berhamburan keluar rumah, lalu ia mulai masuk ke dalam mobil yang sudah berada di halaman rumah. Mobil itu dikendarai oleh supir pribadi Clarissa
Sepanjang perjalanan Clarissa hanya fokus menatap jalan. Dalam benaknya ia tidak ingin datang terlambat ke kampus, apalagi hari ini adalah hari pertama nya dia menjadi seorang mahasiswi.
Sewaktu Clarissa masih bersekolah ia selalu datang tepat waktu ke sekolah, baginya pantang untuk datang ke sekolah dengan terlambat. Clarissa murid teladan dan terbaik, tak hayal sekolah nya sempat memberikan Clarissa beasiswa S1 ke luar negeri tetapi papah nya sangat melarang keras Clarissa untuk menamatkan studi nya ke luar negeri, mengingat papah Farhan yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi kecuali Clarissa anak semata wayangnya yang ia punya sekarang.
Dengan berat hati Beasiswa S1 untuk Clarissa tidak di ambil, Clarissa sendiri pun tidak sanggup kalau ia harus meninggalkan Papah nya sendiri.
Semenjak kepergian istrinya, papah Farhan belum kepikiran untuk mencari seorang istri atau ibu sambung untuk Clarissa. Papah Farhan hanya fokus membesarkan Clarissa seorang diri, bahkan ia begitu sangat berharap Clarissa bisa menjadi kebanggaan papah nya.
Sudah hampir setengah perjalanan mobil yang di kemudikan Pak Taryo supir pribadi Clarissa melaju dengan cukup kencang tetapi di depan persimpangan jalan kini kendaraan mulai memadati jalan ibu kota. Akhirnya mobil itu pun berhenti dan menunggu kendaraan yang didepannya melaju.
"Pak ini ada ada???" tanya Clarissa cemas
"Bapak juga tidak tau neng, didepan tiba tiba saja macet" jawab pak Taryo
Clarissa berusaha tenang, ia menoleh ke arah jam tangan yang ada di pergelangan tangannya
"Udah jam 7.45 menit" Gumam nya dalam hati
__ADS_1
Tin...tin...tin..
Bunyi suara klakson mobil memecah keramaian jalanan ibu kota saat pagi hari
Tak biasa jalanan menuju kampus semacet ini. Berbeda dengan hari ini Sudah hampir setengah jam mobil yang ditumpangi Clarissa belum juga melaju. Padahal kalau lancar 20 menit juga sampai di kampus, karena jarak rumah Clarissa dengan kampus tidak terlalu jauh. Clarissa sudah semakin merasa cemas, ia mengatur nafas dan posisi duduknya.
Clarissa takut kalau hari ini ia terlambat datang ke kampus.
Pak Taryo berusaha menekan tombol otomatis, seketika jendela mobil terbuka lebar
"Pak di depan ada apa, kenapa ko macet nya separah ini" tanya pak Taryo kepada pengendara motor
"Seperti nya saya lihat di depan ada yang kecelakaan pak" sahut pengendara motor
Masih di dalam mobil, Clarissa berusaha berfikir sejenak. Ia mulai memikirkan cara supaya dirinya tidak terlambat datang ke kampus. Ia menggigit jarinya.
"Aha Aku punya ide" ucapnya
"Pak Clarissa turun duluan disini, gak mungkin kalau nunggu terus sampai jalanan lengang" ujar Clarissa
"Tapi non perjalanan sampai kampus masih jauh" ucap Pak Taryo
"Gak masalah pak, Cla mau jalan kaki aja. Ya sudah Cla turun dulu" ucap nya berlalu pergi
Clarissa turun dari mobil, Ia mempercepat langkahnya dan mulai berlarian.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.55 itu tandanya 5 menit lagi Clarissa harus segera tiba ke kampus seblum jam 8 pagi.
Dengan penuh semangat Clarissa terus mengayuh kaki nya dan berlarian sekuat tenaga
**
Sedangkan Di Kampus Universitas Indonesia seluruh calon Mahasiswi dan Mahasiswa baru sudah berkumpul di gedung rektorat untuk mengikuti Ospek Maba yang akan di pimpin para Kakak tingkat yang ditunjuk menjadi panitia pelaksana.
"Baik karena semua sudah berkumpul saya akan memulai Ospek ini, Sebelum nya saya ingin mempersilahkan terlebih dahulu kepada kepala rektor di kampus ini untuk memberi sambutan" titah Bryan Sanyaja Putra ketua panitia pelaksana sekaligus ketua BEM
Kepala Rektor akhirnya mulai berdiri dan melangkah ke depan dengan memberikan sambutan dan nasehat
Beberapa menit kemudian Ospek Maba dilaksanakan.
Semua calon mahasiswa dan mahasiswi di suruh untuk ke lapangan kampus.
Dari arah belakang Clarissa mulai tiba dengan nafas tersengal dan keringat yang bercucuran. Clarissa awalnya ragu untuk masuk barisan, ia mulai mencari kesempatan untuk bergabung dengan calon mahasiswa yang lainnya, tetapi sial nya kedatangan nya sama sekali sudah diketahui Kakak tingkat yang menjadi panitia ospek. Gerak gerik Clarissa sudah dicurigai dari sebelumnya
"Sini kamu mahasiswi baru" pinta Bryan bersuara lantang menunjukkan jari telunjuk ke arah Clarissa
__ADS_1
Clarissa celingukan, dirinya memainkan bola matanya menatap seluruh tubuhnya dari atas kaki sampai ke ujung kepala
"Iya kamu yang baru datang" ucap Bryan kembali
"Ya tuhan apa yang akan Kakak itu lakukan padaku" batin Clarissa ketakutan
Clarissa memberanikan dirinya melangkah ke depan menghampiri KK tingkat nya.
Setibanya di depan Clarissa menunduk sedikit ragu dengan semua perasaan cemasnya yang berkecamuk di hatinya, pasti KK tingkat nya akan menghukum diri nya.
"Jam berapa ini???" tanya Bryan menyorotkan tatapan tajam
Clarissa tak dapat memandangi wajah Bryan apalagi Bryan nampak begitu serius menantap wajah nya. Clarissa berupaya mengatur nafasnya terlebih dahulu, ia memainkan jari jemarinya.
"Jawab!!!" tanya Bryan kembali.
Nada suaranya kini terdengar keras, sampai membuat jantung Clarissa memompa lebih cepat
"Kenapa kamu diam saja, apa kamu ga bisa bicara????!!!"
"Ma-maaf kak sa-saya terlambat" ucap Clarissa dengan suara lemas dan terbata
"Terlambat????" tanya Bryan menyernyitkan Alisnya
Clarissa berusaha mengangkat sedikit kepalanya dan memberanikan diri menatap ke arah wajah Bryan yang sudah semakin dekat berdiri berhadapan
"I-iiya kak, tadi saya terlambat karena di jalan macet ada yang kecelakaan" ucap Clarissa
"Kamu tau tujuan Ospek itu untuk apa???" tanya Bryan kembali
"Tau kak Ospek bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru, selain itu ospek di adakan untuk melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan rasa kepedulian" Jawab Clarissa
"Bagus jawaban kamu cukup mengejutkan saya, saya kira kamu tidak bisa menjawab" ujar Bryan
"Oke saya mau kamu push apa 20 kali" pinta Bryan
Clarissa tercengang dan membulatkan kedua matanya
"Kenapa menatap saya seperti itu apa kamu mau saya beri hukuman tambahan??" tanya Bryan
"Ti-tidak kak" Jawab Clarissa
Tak ada pilihan lain, Clarissa akhirnya mengambil posisi untuk push up
"Untuk adik adik yang lain saya peringatkan kepada kalian, kalau kalian tidak mau saya kasih hukuman jangan contoh perbuatan teman kalian ini. Datang ke kampus se enaknya" ujar Bryan
__ADS_1
Clarissa tak bergeming dirinya fokus melakukan push up nya