
Setelah Papah Farhan berhasil keluar meninggalkan ruang rawat, Bryan mencoba memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada yang akan menguping pembicaraan nya dengan Clarissa. Bryan melangkah ke luar ruangan, dan ke sekeliling nya, dirasa sudah aman ia kembali masuk ke ruangan dan mendekati tubuh Clarissa.
"Langsung saja kedatangan saya kesini untuk membahas kesepakatan kita kemarin" ujar Bryan dengan tatapan tajam penuh arti
"Maksud KK kesepakatan apa??" tanya Clarissa
"Kamu jangan pura-pura lupa deh!!! Kemarin kamu bilang sendiri kan kalau kamu meminta saya untuk bertanggung jawab atas kehamilan mu" ucap Bryan
Clarissa mengangguk
"Jadi saya datang kesini untuk menyetujui kesepakatan itu" ujar Bryan
"KK serius mau bertanggung jawab atas anak yang saya kandung??" tanya Clarissa menyelidik
"Kalau saya bohong buat apa saya menemui kamu kemari. Aku rasa hanya buang-buang waktu saja" jawab Bryan mendengus kesal
"Alhamdulillah terimakasih kak, saya gak bisa membalas kebaikan KK kepada saya. KK sudah baik dan sudah mau menyelamatkan hidup saya" ucap Clarissa melebarkan senyumnya
"Kamu jangan senang dulu, karena saya hanya menikahi mu itu tidak di dasari rasa cinta. Setelah anak itu lahir saya akan menceraikan mu!!!!" tutur Bryan
Seketika Clarissa menarik segera senyuman nya yang tergaris dibibirnya
"Memang nya kamu fikir saya sebaik apa yang kamu fikiran?? Saya akan memberikan surat perjanjian yang harus kamu tanda tangani. Ingat saya menikahimu dengan satu alasan karena saya tidak ingin di jodohkan dengan perempuan lain, bukan berarti kamu fikir saya kasihan dan merasa iba karena kamu mengandung seorang anak yang tidak jelas status Ayah nya!!!" ungkap Bryan dengan perangainya
Deg
Jantung Clarissa seperti ingin terhenti saat Bryan menuturkan perkataan yang sangat menyayat hati Clarissa. Hati Clarissa seperti teriris ribuan pisau belati. Dadanya merasa sesak, dan juga Clarissa tak bisa menyembunyikan kesedihannya, cairan bening dipelupuk mata nya mulai berjatuhan.
"Sudah lah kamu ga usah drama, seharusnya kamu fikir sendiri, mana ada didunia ini seorang laki-laki yang dengan rela bertanggung jawab atas kehamilan perempuan nya yang sama sekali bukan benihnya sendiri. Kamu jangan terlalu naif!!! Cibir Bryan habis-habisan
"Sudah cukup!!! Cukup jangan lagi KK teruskan perkataan KK" pinta Clarissa berlinang air mata
"Kalau KK hanya terpaksa melakukan persetujuan ini, lebih baik kk jangan berusaha untuk bertanggung jawab. Saya tidak akan memaksa nya" sambung Clarissa
"Sudahlah kamu jangan bersikeras memikirkan ke egosian kamu sendiri. Kamu lihat papah kamu, dia begitu menyayangi kamu. Apa kamu tidak memikirkan perasaan nya?? Seandainya ia tau kalau kamu hamil diluar nikah, apa yang akan papah kamu lakukan setelah mengetahui reaksi anaknya sendiri" tutur Bryan
Clarissa tak bergeming, ia tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana. Ia juga tidak ingin melibatkan Bryan dihidupnya yang harus rela menanggung benih yang Clarissa kandung.
Clarissa memalingkan pandangan wajah nya dari Bryan, ia begitu menyesali semua yang sudah terjadi.
__ADS_1
"Ya tuhan kenapa harus aku yang menerima cobaan ini, kuatkan lah aku...maafkanlah atas perbuatan ku yang sudah banyak meresahkan papah dan juga kak Bryan" batin Clarissa penuh haru
**
Sudah beberapa jam Bryan menemani Clarissa diruangannya.
Bryan tidak bisa menahan kantuknya, ia mencoba merebahkan terlebih dahulu tubuhnya di atas kursi sofa.
Belum saja sedetik ia mengerjapkan mata, sudah terdengar suara deringan telfon dari arah saku celananya.
Drt...Drt...Drt..
Bryan yang terganggu dengan suara nada dering, ia mulai bangkit dan duduk di kursi sofa.
Tak menunggu lama benda pipih itu ia genggam ditangannya, saat melihat ke layar ponsel ternyata itu panggilan telefon dari mamah nya.
"Hallo mah" ucap Bryan
"Hallo Bryan, kamu lagi ada dimana sekarang ko belum pulang sih?? Mamah cemas,. biasanya kamu pulang cepat" tanya mamah Desi diseberang telfon
"Iya mah, Bryan akan pulang telat hari ini." balas Bryan
"Bryan sedang berada di RS" jawab Bryan dengan suara enteng nya
"Apa!! Di RS?? Siapa yang sakit sayang??" tanya mamah Desi dengan suara cempreng nya
Bryan berusaha menjauhkan sedikit benda pipih itu, ia merasa telinga nya mulai sakit.
"Bryan..Hallo Bryan.. kenapa kamu ga jawab pertanyaan mamah" ucap mamah Desi
"Mamah kalau ngomong bisa gak sih pelan dikit napa.. Mamah ini seorang ibu bukan komandan upacara" ucap Bryan sedikit kesal dengan tingkah laku mamah nya sendiri yang kadang membuat Bryan geleng-geleng kepala
"Habisnya kamu buat mamah penasaran saja, kamu bilang ke mamah siapa yang sedang di RS" tanya mamah Desi yang belum saja di jawab oleh Bryan
"Iya mamah sabar dulu, Bryan akan jawab nih.. yang di rawat di RS adalah pacar Bryan sendiri" jawab Bryan berusaha berbohong karena tak ingin menerima perjodohan kemarin sore
"What pacar kamu???" tanya mamah Desi penasaran
"Iya mamah ku yang bawel" balas Bryan dengan sesekali memijat dahi nya
__ADS_1
"Di mana pacar kamu di rawat??" tanya mamah Desi seakan belum puas dengan pertanyaan yang dilontarkan
"Di RS Pelita Kasih mah" jawab Bryan yang sudah semakin pusing kepalanya seakan ingin meledak
"Ya sudah sayang mamah dan papah akan segera datang ke sana" ucap mamah Desi
"Buat apa mah? Sebaiknya ga usah" sergah Bryan
"Loh kenapa ga usah, mamah kan ingin menjenguknya sekaligus berkenalan dengan pacar kamu. Mamah takut kalau yang kamu bilang ini hanya alibi kamu saja" tutur mamah Desi
"Maksud mamah alibi apa, Bryan beneran ga bohong mah. Bryan sudah memiliki seorang pacar ,dan sekarang pacar Bryan sedang terbaring lemas di RS" ujar Bryan
"Ya sudah untuk membuktikan nya mamah sama papah akan segera kesana" ujar mamah Desi tanpa penawaran lagi
"Mah nanti saja kalau pacar Bryan sudah sembuh, Bryan pasti memperkenalkan kepada mamah dan papah. Kalau sekarang kasihan mah nanti malah menganggu waktu istirahat pacar Bryan" pinta Bryan
"No!!!No... Pokonya mamah dan papah akan kesana titik!!!!" ujar mamah Desi
"Mah..." rengek Bryan
"Ya sudah tunggu sebentar lagi mamah dan papah menuju ke sana. Mamah sekarang siapa-siap dulu. Awas saja kamu berbohong mamah tidak akan mengampuni mu!!!" ujar mamah Desi mengancam
"Huhhhftttt" Bryan mendengus kesal
Sedangkan Clarissa merasa terganggu dengan obrolan Bryan di dalam telfon nya.
"Kk sedang telfonan sama siapa??" tanya Clarissa yang sudah bangun
"Bukan siapa-siapa kepo banget sih" jawab Bryan ketus
Clarissa tak menyahut ia langsung terdiam
"O ya saya mau nanti setelah mamah dan papah datang kesini, kamu harus berpura-pura menjadi pacar saya" pinta Bryan
"Kamu tunjukkan ke mereka bahwa saya dan kamu sudah menjalin kasih cukup lama. Saya mau kamu menuruti apa yang saya mau. Kamu paham???" tanya Bryan
"Paham kak" jawab Clarissa tanpa ragu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1