Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Keributan di kampus


__ADS_3

Di pagi hari, sepasang pengantin baru yang masih malu-malu kucing itu tengah duduk di ruang makan. Mereka berdua sudah berpenampilan rapih karena hari ini mereka akan bersiap untuk berangkat ke kampus.


"Hari ini aku tidak akan menurunkan mu lagi di trotoar jalan" ucap Bryan yang sudah mendekati dan mulai duduk berhadapan dengan Clarissa. Sedangkan Clarissa sendiri sudah tiba di meja makan terlebih dahulu sebelum Bryan datang.


Clarissa tak langsung merespon, ia hanya tunduk dan fokus ke arah makanan yang sudah disiapkan oleh para pelayan di rumah Bryan.


"Ko kamu diam saja sih, apa masih marah sama aku?" tanya Bryan seolah merasa cemas ia diacuhkan begitu saja sama Clarissa.


Clarissa yang sudah berhasil memotong sepotong roti ditangannya, mulai mengangkat kepalanya dan menantap ke arah Bryan


"Ya bagus, berarti KK tidak mau sampai saya harus jalan kaki lagi. KK tau dalam keadaan saya yang lagi hamil harus jalan kaki sekitar 1 km ke arah kampus" ujar Clarissa mengerucutkan bibirnya dengan raut wajah kesal


"Iya maaf Cla kemarin aku sudah salah, seharusnya aku tidak membiarkan mu jalan kaki" timpal Bryan


"Untung nya sih ada kak Fajar" ucap Clarissa berusaha menyinggung perasaan Bryan


"Sudah cukup Cla jangan bahas itu lagi, aku gak suka kamu deket-deket cowok lain. Apalagi si Fajar itu!" tukas Bryan


"Loh kenapa? KK cemburu??" tanya Clarissa dengan menarik satu alisnya dan tersenyum mengejek


"Engga juga siapa lagi yang cemburu" balas Bryan dengan cepat. Ia terlihat salah tingkah dan langsung memalingkan pandangan wajah nya ke sembarang arah


"Bilang saja kalau cemburu" goda Clarissa


Bryan sama sekali tidak menyahut, ia segera menjulurkan tangannya ke arah nasi goreng. Bryan fokus dan memulai sarapan nya


Sedangkan Clarissa masih saja memandangi wajah Bryan, bukan berarti perkataan nya barusan terbilang Clarissa terlalu percaya diri, ia hanya ingin melihat reaksi Bryan saat itu juga tetap saja Bryan menunjukkan mode jaim nya.


**


"Ya sudah Kak aku turun disini aja" pinta Clarissa yang sudah terhenti di luar gerbang kampus nya


Clarissa tidak mau mahasiswa nya tau kalau mereka berdua sudah menikah. Begitu juga dengan Bryan yang masih merahasiakan pernikahan dari semua teman kampusnya.


Saat Clarissa hampir saja keluar dari dalam mobil nya, Bryan dengan spontan menarik lengan Clarissa


"Tunggu Cla" sergah Bryan


"Ada apa kak?" tanya Clarissa menghentikan langkahnya yang akan segera keluar dari dalam mobil


Bryan menguluarkan dompet dari saku celananya, ia menyodorkan uang lembaran berwarna merah ke tangan Clarissa


"Ini buat kamu" ucap Bryan


"Loh kenapa KK memberikan saya beberapa lembar uang?" tanya Clarissa menunduk dan menoleh kembali ke arah wajah suaminya

__ADS_1


"Kan saya itu sekarang adalah suamimu, saya juga memiliki kewajiban untuk menafkahi mu" tutur Bryan


"Iya saya tau tapi kk sendiri kan belum bekerja, kita juga masih dikasih uang jajan sama kedua orang tua kita masing-masing. Lebih baik kk simpan saja, uang yang papah saya kasih udah sangat cukup" tolak Clarissa menyerahkan kembali uang pemberian nya ke tangan Bryan


"Tidak Cla sekarang aku yang berhak bertanggung jawab membiayai semua keperluan mu, bukan papah. Iya meski aku jga tau uang yang aku kasih untuk kamu sekarang itu masih pemberian papah ku juga. Tapi aku janji aku akan mencari pekerjaan paruh waktu untuk membiayai semua keperluan yang kita butuhkan setelah menikah" ujar Byran


Seketika Clarissa tersentuh dan merasa terenyuh akan sikap yang ditunjukkan Bryan. Berbalik 180 derajat dengan Bryan yang kemarin-kemarin. Bryan hari ini terlihat lebih bersikap bijak dan dewasa dalam menentukan hidup nya.


"Maafkan saya kak, seharusnya saya tidak memaksakan kehendak supaya KK mau menjadi suami saya. Maaf karena saya KK tidak bisa merasakan kebebasan dengan teman-teman KK yang lain, yang masih senang dengan dunia luar. KK harus rela menanggung beban untuk membiayai semua kebutuhan kita" ucap Clarissa merasa bersalah. Ia tertunduk dan diam membisu.


"Sudahlah gak usah kamu sesali, justru karena sebuah pernikahan ini aku jadi bisa berfikir jernih dan juga bersikap lebih dewasa. Aku akui kemarin-kemarin aku masih senang menghabiskan waktu muda ku dengan berfoya-foya, main keluyuran, menjajaki tempat hiburan malam. Dan sekarang aku sudah tidak penasaran lagi, berkat kamu juga aku tidak mau terus terusan hanya tumpang kaki meminta uang terus pada papah. Sudah saat nya aku mandiri dari sekarang" ungkap Bryan


"Iya kak apapun keputusan KK saya akan dukung" ucap Clarissa


"Makasih Cla" balas Bryan yang mulai memberikan senyuman manisnya tanpa terpaksa


Setelah kepergian Clarissa dari hadapan Bryan, Bryan masih saja memandangi Clarissa yang tengah berjalan ke arah halaman kampus.


Sesekali Bryan tidak bisa menyembunyikan perasaan nya. Entah apa yang sebenarnya sudah terjadi, sangat cepat bagi dirinya menjadi luluh dan bersikap lebih lembut.


**


Clarissa berjalan menyusuri gedung kampus nya, saat kaki nya hampir saja tiba menuju kelasnya sudah ada beberapa mahasiswi yang menghadang nya. Clarissa tak merasa curiga dengan mereka yang berniat memberi nya ia pelajaran. Clarissa menunduk dan berusaha melewati KK tingkat nya yang sudah menunjukkan wajah yang sangat muram.


"Heh tunggu!" pekik salah salah seorang mahasiswi semester 7 itu yang tidak lain adalah Intan kekasihnya Fajar


Sedangkan para mahasiswi itu menatapnya dengan tajam dan serius seraya menyilangkan kedua tangannya ke arah dada.


"Sini kamu" pinta Intan yang sudah kehabisan stok kesabaran


Clarissa berusaha membalikkan seluruh badannya dan memberanikan diri mendekati mereka semua.


"Iya ada apa, KK manggil saya?" tanya Clarissa


Plak


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Clarissa.


Clarissa yang awalnya tidak mengerti ia mencoba sedikit melawan sembari menahan pipi nya yang memerah akibat kena tamparan.


"KK kenapa tampar saya, apa salah saya?" tanya Clarissa dengan menaikkan suaranya


"Kamu mau tau salah kamu itu apa hah?" jawab Intan dengan suara yang tak kalah meninggi sehingga perbuatan nya sudah menarik perhatian semua para mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu. Semua yang masih berada diluar halaman kampus mendekati ke arah keributan yang terjadi antara Clarissa dan juga Intan


"Lihat ini.. ini kamu kan?" tanya Intan dengan menunjukkan sebuah foto yang tersimpan di ponselnya

__ADS_1


"Loh itu kan foto saya dan kak Fajar kenapa ada di ponsel KK. Siapa yang sudah fotoin kita berdua" ucap Clarissa yang sudah berhasil melihat foto yang ditunjukkan Intan


"Kamu tau cowok ini siapa??" tanya Intan kembali dengan emosi nya yang sudah meletup-letup


"Saya tau itu kak Fajar KK tingkat saya, dia juga pernah memimpin ospek dan juga kak Fajar adalah anggota BEM di kampus ini kan" jawab Clarissa


"Ya memang Fajar itu anggota BEM dikampus ini tapi bukan itu yang saya ingin tanyakan. Kamu tau Fajar itu siapanya saya??" ucap Intan dengan terus mendekati tubuh Clarissa dan memicingkan mata nya


"Enggak tau, dan untuk apa saya ingin tau!" balas Clarissa ketus


"Awuwww" ringis Clarissa yang hampir saja tubuhnya terpental ke belakang karena Intan sudah mendorong tubuh Clarissa dengan begitu keras


"Dia itu pacar saya" umpat Intan dengan suara terdengar menggelegar


"Oh maaf kak saya tidak tahu kalau kak Fajar adalah pacar KK" balas Clarissa santai


Intan yang sudah kehilangan kesabaran berusaha mengangkat satu tangan nya ke atas dan ia berniat menampar pipi Clarissa untuk kedua kalinya.


"Lepasin" pinta Intan dengan sedikit meronta saat apa yang ia lihat dari arah belakang ternyata Bryan yang sudah datang mencoba menghalau dan melerai perbuatan Intan terhadap Clarissa


Clarissa merasa senang karena suaminya ada dihadapannya sekarang, ia datang dan juga membela nya.


"Kalau mau bikin ribut jangan di kampus! Kamu mau menyontohkan perbuatan yang tidak baik, dan lihat kalian sudah menjadi tontonan semua mahasiswa dikampus ini." ucap Bryan


"Heh Bryan jangan so soan ya kamu ikut campur! Kalau kamu tidak tahu apa yang sudah terjadi sebaiknya kamu diam saja" titah Intan


"Untuk apa saya ikut campur saya hanya ingin kamu jangan mencoba membuat keributan dikampus ini lagi, apalagi sampai menyerang adik tingkat" ucap Bryan


"Hah untuk apa kamu peduli dengan perempuan ini, apa kamu naksir sama dia?" tanya Intan dengan sungut nya yang terus menggerutu


"Jawab Bryan jangan diam aja!" ucap Intan


"Ada apa ini kenapa kalian ribut disini, sudah sudah kalian bubar dan masuk ke kelas kalian masing-masing" sahut dosen kampus yang sudah datang ke hadapan mereka


"Baik pak"


Semua yang ada di halaman kampus bubar dan masuk ke kelasnya masing-masing.


"Awas saja saya belum puas memberikan kamu peringatan!" bisik Intan ditelinga Clarissa dengan berlalu pergi.


Bryan yang belum meninggalkan kan tempat itu sesekali melirik pandangan matanya ke arah Clarissa dan mencoba menenangkan nya.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan orang lain berusaha mencelakai mu" ucap Bryan


Clarissa hanya mengangguk saja

__ADS_1


"Ya sudah kak saya mau masuk ke kelas, permisi" balas Clarissa meninggalkan Bryan


...----------------...


__ADS_2