
Ke Esokan hari nya.
Pukul 06.00 Clarissa sudah terbangun dari tidurnya. Ia sengaja bangun lebih awal, karena hari ini ia tidak ingin datang terlambat lagi ke kampus. Ospek Maba masih berlanjut hingga tiga hari lamanya. Clarissa tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dalam menjalani ospek nya.
Clarissa mulai turun dari ranjang tempat tidur, ia langsung melangkah menuju kamar mandi melakukan ritual seperti biasanya.
10 menit kemudian ia keluar dengan menggunakan handuk yang membalut tubuhnya, lalu ia masuk ke walk in closet dan berpakaian. Setelah nya ia melangkah kembali ke kamarnya dan mulai duduk di kursi meja rias, ia merapihkan penampilan nya dengan menyisir rambut panjang yang terurai begitu indah. Selanjutnya Clarissa mengoleskan skin care yang biasa ia gunakan setiap hari ke wajah nya yang begitu mulus dan bersih, ia juga menambah lip tin di bibir sexy nya, tak lupa Clarissa juga menyomprotkan wangi parfum musk dalam tubuhnya.
Setelah semua dirasa cukup, Clarissa mulai berdiri dan kali ini ia segera mengemasi semua pelengkapan nya ke dalam tas yang akan di bawa ke kampus. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan kamarnya.
Clarissa turun ke bawah menemui papah nya yang sedang menyantap sarapan pagi.
"Pagi pah" sapa Clarissa tersenyum manis
"Pagi juga sayang" balas papah Farhan
"Bagaimana ospek nya kemarin pagi, lancar kan???" tanya papah Farhan yang sedang mengolesi selai ke atas roti nya
"Kemarin Clarissa terlambat datang ke kampus pah" jawab Clarissa mengerucutkan bibirnya
Clarissa menopang dagu seraya melamunkan kejadian di hari kemarin yang membuatnya merasa malu sendiri, karena sudah banyak melakukan kesalahan sampai menyebabkan KK tingkat yang mengatur ospek nya dibuat kewalahan.
"Kamu terlambat, terus bagaimana denganmu ,apakah kamu di bolehkan mengikuti ospek??" tanya papah Farhan yang sudah berhasil mengigit rotinya
"Ya kemarin Clarissa di beri hukuman pah" balas Clarissa dengan sedikit resah
Papah Farhan terhenti mengunyah, ia mulai menyernyitkan alisnya menatap tajam ke arah Clarissa
"Siapa yang sudah menghukum mu??" tanya papah Farhan seakan tidak terima anaknya harus mendapatkan hukuman
"Yang menghukum Cla KK tingkat yang ditugaskan untuk mengatur ospek" ucap Clarissa menyengirkan giginya
Papah Farhan menggebrak meja makan sehingga Clarissa terkejut
"Berani beraninya nya dia menghukum anak ku" umpat Farhan mulai kepancing emosi
"Pah, ini bukan kesalahan KK itu. Clarissa yang salah pah. Clarissa juga kemarin ga tau kalau hari itu akan macet, terpaksa Clarissa datang terlambat saat semua mahasiswa baru sudah berkumpul di lapangan" tutur Clarissa
__ADS_1
"Papah akan datang ke kampus hari ini, mau memberi dia pelajaran dan peringatan yang keras!!!" ujar papah Farhan
"Pah sudah pah ga usah, biarlah. Clarissa saja tidak kenapa-kenapa pah. Memang seharusnya seperti itu pah, biar melatih kedisiplinan" sahut Clarissa berusaha melerai
"Ya tapi tidak seperti itu, cukup di beri teguran saja. Jangan langsung dihukum. Sewaktu papah masih menjadi Anggota BEM papah tidak seperti itu, berlaku semena-mena apalagi sama calon mahasiswa baru" ujar Farhan
"Iya itu kan dulu pah, sekarang peraturan nya beda lagi" ungkap Clarissa
Papah Farhan tak menyahut, dirinya masih merasa kesal dan tidak terima anak kandungnya harus diberi hukuman, padahal Clarissa sendiri datang terlambat bukan karena kesengajaan tetapi di jalan raya saat itu sedang macet parah.
Clarissa tak menghiraukan sikap papah nya, ia langsung menyantap sarapan yang sudah tersaji di meja makan. Dengan segera Clarissa memakan sepotong roti, dan meminum susu hangat. Baru saja seteguk Clarissa merasakan mual setelah meminum susu itu.
"Hoekk...Hoek..."
Clarissa menahan rasa mualnya, sedangkan keringat dingin nya mulai bercucuran. Tak biasanya ia seperti ini.
Tanpa berpikir panjang Clarissa mulai berdiri dan berlarian menuju wastafel. Clarissa sudah tidak bisa menahan rasa mualnya, dengan segera ia memuntahkan semua cairan bening nya dalam mulutnya.
Belum sedetik kini kepalanya mulai merasa pusing dan berat. Ia berfikir mungkin ini hanya masuk angin biasa. Clarissa berusaha kuat menopang tubuhnya supaya ia mampu balik kembali ke ruang makan.
"Sayang kamu kenapa???" tanya papah Farhan yang nampak cemas
"Tidak kenapa-kenapa pah, Cla hanya merasa sedikit mual dan pusing" jawab Clarissa seraya mengelap bibirnya dengan satu tangan
"Apa kamu sakit?? Ya sudah sebaiknya kamu gak usah masuk dulu ke kampus" titah Papah Farhan
"Tidak pah, Clarissa tidak kenapa-napa ko. Sekarang sudah baikan" sahut Clarissa
"Cla papah tidak ingin kamu nanti di kampus kenapa-napa. Biarin aja hari ini kamu istirahat. Nanti papah yang akan bilang pada kepala rektor dikampus mu" ujar papah Farhan
"Ga usah pah, Clarissa sudah baikan" tolak Clarissa
"Ya sudah kalau kamu masih tetap mau pergi ke kampus, tapi ingat kalau kamu disana kenapa-napa kamu beritahu papah segera" pinta papah Farhan
"Siap pah" ucap Clarissa
Clarissa menoleh ke arah jam tangan miliknya
__ADS_1
"Pah ini udah jam 7 pagi. Cla harus segera pergi ke kampus. Cla ga mau datang terlambat lagi" ucap Clarissa
"Iya sayang, ya sudah kamu hati hati ya selama dikampus" titah papah Farhan
"Iya pah, ya sudah pah permisi Clarissa pergi dulu.. Assalamualaikum" ucap Clarissa seraya menyalami dan mencium punggung tangan papah nya
"Walaikumsalam" balas Papah Farhan seraya mengelus rambut Clarissa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
Beberapa menit kemudian Clarissa sudah tiba di kampusnya. Hari ini jalanan lengang jadi ia tidak harus datang terlambat lagi.
Clarissa turun dan mulai melangkah masuk ke dalam kampus.
Tiba tiba saja dari arah belakang datanglah Bryan yang sudah tiba dengan mengendarai mobil sport mewah nya yang berwarna hitam.
Clarissa meminggirkan tubuh nya karena ia sempat menoleh ke belakang ada sebuah mobil yang akan melintas.
Sedang si pemilik nya memberhentikan mobilnya tepat di samping Clarissa.
Bryan memencet tombol otomatis seketika jendela mobil nya terbuka, Bryan membuka kaca mata hitam nya dan menoleh ke arah Clarissa.
Clarissa yang masih tidak mengerti, ia tanpa sengaja menoleh juga ke arah Bryan
"Bagus deh hari ini kamu ada peningkatan, datang ke kampus tidak terlambat lagi. Kenapa karena kamu kapok sudah aku beri hukuman??" tanya Bryan dengan senyuman mengejek
"Tidak kak, memang kemarin juga seharusnya kalau jalanan tidak macet saya juga tidak datang terlambat" balas Clarissa berusaha menyangkal
"Sudahlah ga usah so soan membela diri, kalau sudah salah ya salah" ujar Bryan dengan ketus
Bryan segera menutup kembali jendela mobil nya, dan langsung tancap gas meninggalkan Clarissa
Clarissa yang masih berdiri disana, merasa sedikit kesal terhadap KK tingkat nya yang bersikap angkuh dan sombong. Clarissa berusaha mengelus dadanya dan bersikap santai
"Sabar Cla...." lirih Clarissa
__ADS_1