Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
4 Tahun kemudian


__ADS_3

Di tempat yang berbeda.


David Dirgantara kini tengah berada di Unit Apartemen nya, sedari tadi ia merasakan sesuatu yang tak biasa. Ia resah tak menentu, entah apa yang sebenarnya telah terjadi. Dia juga sudah merindukan negara asalnya, David akan pulang ke Indonesia setelah libur ujian semester.


Ke gundahan nya terus menggelayuti fikiran nya,.Andai saja ia tidak berkuliah ke luar negeri sudah dipastikan dia akan menghabiskan waktu senggang nya bersama teman semasa SMA, maupun temen baru di kampus nya.


Sedangkan Di Amerika, David lebih membatasi diri dalam circle pertemanan nya. Ia sendiri pun tidak ingin terbawa arus pergaulan di luar negeri, yang kebanyakan mereka lebih senang menghabiskan waktu dengan having fun.


Sungguh berbeda dengan David yang dulu, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya untuk mengejar studi S1 nya. Bagi nya ia sendiri tidak ingin membuat papah nya kecewa.


David berjalan ke arah balkon apartemen, ia berdiri mematung dengan menengadah menatap ke arah awan yang sudah di selimuti sang senja.


"Ya tuhan, aku sudah sangat merindukan kampung halaman ku.. kangen mommy, Daddy dan juga adik kecil ku" gumam David dengan tersenyum kecil dari lamunannya.


***


4 tahun kemudian.


David sudah menamatkan studi S1 nya di Amerika serikat dengan predikat cumlaude. Setelah beberapa tahun ia tidak kembali ke Indonesia, hari ini ia akan pulang ke tanah air dimana dirinya dibesarkan dari sejak kecil.


pagi itu David sudah berada di Bandar udara los angeles, David memilih maskapai Garuda Indonesia.


Beberapa jam setelah ia masuk kedalam pesawat, ia begitu bahagia karena hari ini dirinya akan berjumpa dengan kedua orang tuanya, adiknya dan tak lain David sudah ingin bertemu dengan Clarissa, orang di masalalu nya.


David belum melupakan kejadian dimalam itu, dimana dirinya dan Clarissa sudah berhasil melakukan perbuatan terlarang, hingga Clarissa harus membesarkan benih yang dikandung nya. Beruntung tuhan mempertemukan Clarissa dengan Bryan. Mereka akhirnya hidup dengan bahagia membesarkan buah hati Clarissa bersama David.


David duduk di dalam kursi pesawat dengan menyandarkan kepalanya. Tak berselang lama di dalam benaknya muncul sosok Clarissa. Meskipun sudah 4 tahun lamanya, tetap saja wajah Clarissa tak pernah luput dari ingatan nya.


"Cla aku sangat merindukanmu, bagaimana kabar mu sekarang? Apa kamu sekarang baik-baik saja? Kamu pasti cantik Cla, seperti dulu. Aku sudah mengagumi mu dari sejak lama hingga sekarang, rasa itu tak pernah pudar" batin David seraya melamunkan wajah cantik Clarissa

__ADS_1


~~


Beberapa jam kemudian, pesawat yang ditumpangi nya sudah tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta. Disana sudah ada kedua orang tua David yang menjemput nya, mereka sudah datang dari sebelum David tiba. Tak berselang lama setelah David keluar dari dalam pesawat, ia melangkah menemui kedua orang tua nya yang sudah menunggunya.


"Hallo David How are you?" tanya Mommy Rumi menyambut kepulangan Anak sulung nya dengan begitu bahagia dan antusias.


"I'm fine thanks you, mom" jawab David melebarkan senyumnya. David sudah sangat merindukan dekapan kedua orang tuanya, hingga kemudian ia langsung memeluk tubuh Mommy nya.


"Mom, David rindu sekali" ucap David


"Sama sayang, Momy juga rindu" timpal mommy Rumi


"David selamat nak, kamu sudah kembali lagi ke tempat kelahiran mu, setelah berhasil menamatkan studi S1 mu di Amerika. So Dady begitu bangga" ucap Dady David yang bernama Andre Dirgantara


"Haa iya pah, David juga bahagia bisa bertemu dengan mommy dan Daddy" balas David


"Oh ya diva gak ikut mom?" tanya David menanyakan adiknya


Tak lama kemudian, mereka semua memutuskan untuk segera pulang dari bandara menuju mansion mewah nya.


Sepanjang perjalanan, mereka semua hanya fokus menatap jalan. Tak ada obrolan yang terjadi di antara mereka.


**


Ditempat yang berbeda, siang itu Clarissa sudah datang ke Kinder School, sekolahan TK tempat anaknya menuntut ilmu. Penampilan nya begitu menawan, paras cantik dan ayu nya tak pernah padam. Meskipun sekarang Clarissa sudah memiliki seorang anak.


Sebut Saja dia Sqakilla Carenina.


Ia gadis cantik dan juga periang, Clarissa sudah berhasil merawat dan membesarkan putri kecilnya dengan begitu baik. Hingga menginjak usia nya yang masih berusia 4 tahun, Sqakilla tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga pintar. Ke lucuan dan tingkah laku nya begitu menggemaskan.

__ADS_1


Siang itu, Clarissa berjalan ke arah sekolahan TK. Tak berselang lama saat dirinya tiba, semua murid di TK Kinder School sudah berhamburan, tak terkecuali Sqakilla. Ia keluar dengan menggendong tas dipunggung nya yang bergambar uniqorn. Kecintaan nya pada Kuda ponny membuat Sqakilla begitu bersemangat untuk mengoleksi lebih banyak hal yang berkaitan dengan Kuda ponny, bahkan tembok kamarnya saja di desain oleh karakter kuda ponny. Semua barang-barang yang berada dikamarnya, baik itu boneka, selimut, sprei dan juga peralatan lainnya semua serba kuda ponny.


Clarissa dan Bryan tak masalah dengan kecintaan anaknya, malahan mereka berdua begitu bahagia bisa memberikan sesuatu yang di inginkan nya oleh putrinya.


Dari sejak datangnya Sqakilla dalam kehidupan Clarissa dan Bryan, keduanya begitu menjalin hubungan rumah tangga dengan rukun dan harmonis. Sqakilla bisa merubah segalanya, bahkan Clarissa dan Bryan begitu menunjukkan sikap romanis nya sebagai seorang Istri.


Bryan sudah sepenuhnya mencintai Clarissa, dan juga ia begitu menyayangi Sqakilla. Kini bagi Bryan, keduanya adalah sumber kekuatan bagi hidupnya.


"Bunda" teriak Sqakilla dengan membentangkan kedua tangannya.


Clarissa berjongkok, menyambut hangat Sqakilla yang sudah mengampiri. Mereka berdua saling membalas pelukan.


"Puri kecil bunda, kamu sudah pulang sayang" ucap Clarissa


Sqakilla hanya mengangguk dan tersenyum manis. Lesung Pipit nya di kedua pipi yang begitu cubby itu, menambah kan kecantikan yang dipancarkan oleh Sqakilla, bahkan kelopa matanya saja bersinar dengan Indah.


Wajah Sqakilla bisa dilihat, percis seperti wajah Bryan, hidungnya mancung, bibirnya tipis, alis nya tebal dan juga kulitnya putih.


Tak dapat dipungkiri, awalnya Clarissa menyadari rupa anak nya yang sama dengan David, membuat nya menjadi mengingat kejadian kelam di masa itu. Ia juga tak menyangka bahwa pada akhirnya, Clarissa yang harus membesarkan janin nya dengan ditemani Bryan sang suami, yang jelas-jelas ia bukan ayah biologis dari Putri nya yang sudah ia lahiran kedunia.


"Sudah bunda," jawab Sqakilla yang begitu bersemangat dengan senyuman yang tergaris dibibirnya, yang begitu indah.


Clarissa mengelusi rambut indah Putri nya itu.


"Bagaimana belajar nya hari ini, apakah kamu senang sayang?" tanya Clarissa dengan suara lembutnya


"Senang Bunda, karena hari ini Miss Livia begitu asik mengajari dikelas" jawab Sqakilla begitu polos nya


"Baiklah sayang kalau begitu, ayo kita pulang" ajak Clarissa

__ADS_1


"Ayo Bunda" sahut Sqakilla.


Clarissa mulai berdiri, dan menuntut tangan putri nya. Setelah itu mereka berdua berjalan dan masuk kedalam mobil.


__ADS_2