Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Si Intan macan betina


__ADS_3

Clarissa masuk kedalam kelasnya, ia duduk dibangku nya.


"Huhhhftttt kenapa sih kak Bryan itu menyebalkan banget... lebih menyebalkan daripada si plankton" gerutu Clarissa di dalam hatinya.


Ia mengepal kuat lengannya, dan memukul-mukul meja.


"Hai Cla How are you?" tanya Nadira yang sudah menghampiri nya


"Gak baik!" ketus Clarissa


"What happened?" tanya Nadira kembali


"Kesal ada seorang kucing jantan marah-marah!" jawab Clarissa ketus


Seketika Nadira mencoba mengulum senyumnya.


"Ya ampun Cla memang nya kucing siapa yang marah-marah?" tanya Nadira kembali.


Seolah Nadira penasaran dan memiliki segudang pertanyaan di dalam benaknya.


Clarissa yang masih kesal ia menyilang kedua tangannya ke arah dada dan mengedarkan pandangannya.


"Sudah lah Cla Don't be sad.. you have to smile" bujuk Nadira


"Oh ya Cla aku punya ide gimana kalau habis pulang ngampus kita ke bioskop. Ada film baru loh trailer nya seru abis, kamu mau tau gak ceritanya tuh si suaminya direbut PELAKOR terus si Istrinya main guna-guna si PELAKOR nya. Serem banget sih tapi aku penasaran pengen nonton. Ayo lah Cla mau ya" ajak Nadira merengek seperti anak kecil


Clarissa berusaha mengalihkan pandangannya ke arah Nadira


"Nonton?" tanya Clarissa dengan menyernyitkan alis nya


"Iya Cla ayo mau yaa... Please baby" bujuk Nadira


"Kalau itu aku belum tau Nad.. Kalau untuk hari ini sih seperti nya gak bisa" papar Clarissa


"Loh kenapa Cla memang nya habis ngampus kamu mau langsung kemana?" tanya Nadira


"Ya pulang ke rumah" jawab Clarissa singkat


"Aduhh ya pasti pulang ke rumah, cuman ya aku kira kamu udah punya acara gitu" ujar Nadira memainkan bola matanya


"Maaf ya Nad lain kali aku pasti menyempatkan main bareng sama aku" sahut Clarissa tak enak hati


"Gak apa-apa baby, masih ada esok lusa ko" ucap Nadira memeluk hangat tubuh Clarissa


'Maaf Nadira bukan nya aku gak mau ikut ajakan kamu tapi aku gak mau disalahkan terus sama suami aku yang rese itu. Baru ketauan ngobrol sama tukang ojek aja udah marah, apalagi kalau aku main ke bioskop.. Ahhh aku tuh kayak burung didalam sangkar gak bisa bebas terlepas begitu saja' batin Clarissa


~~


"Selamat pagi murid-murid" sapa dosen kampus yang sudah datang ke kelas Clarissa

__ADS_1


"Pagi juga pak" sorak semua mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu


"Baiklah sekarang kita mulai belajar, bapak akan menjelaskan tentang teknik informatika" ujar dosen


Dosen itu pun mulai menjelaskan dan memaparkan tentang teknik informatika.


Semua mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu terlihat begitu fokus menyimak materi yang disampaikan oleh dosen.


3 jam kemudian pelajaran pertama di kampus itu telah selesai semua mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar berniat untuk beristirahat. Sekitar jam 1 siang masih ada mata pelajaran tambahan sampai jam 15.00


"Oh ya Cla kita ke kantin yu..kamu mau makan apa??" tanya Nadira


"Lihat aja nanti disana" jawab Clarissa


Mereka berdua berjalan beriringan. Sesampainya di kantin Clarissa lagi-lagi harus berpapasan dengan Intan dan gengs nya.


Terlihat tak berbeda dari sebelumnya Intan yang berpenampilan sangat sexy dan juga bermake-up tebal ia melirik pandangan matanya ke arah Clarissa.


"Shutt ayo kita samperin bocah tengil itu" pinta Intan kepada gengs nya


"Sudahlah bebz ga usah diladeni terus si bocah ingusan itu" cela Fitri


"Lo mau membantah gua hah!" bentak Intan dengan tatapan super tajam


"Engga tan.. aku minta maaf" ucap Fitri


Intan memanglah gadis bar-bar dan penuntut, tak hayal setiap hari ia selalu membuat kegaduhan baik di kelas maupun ditempat yang lain. Sebenarnya para dosen dan juga dekan kampus sudah memperingati dirinya dan memberikan surat peringatan keras bahwa kalau ia masih bersikeras membuat ulah di kampus ia akan di Drop Out. Hanya saja papah nya penyandang dana terbesar di kampus tersebut dengan begitu Intan masih dipertimbangkan di kampus nya sampai tak lama lagi ia akan segera lulus dan di wisuda.


"Heh bocah ingusan! Bocah tengil yang gatau diri!" ejek Intan


Clarissa yang menyadari kedatangan Intan ia mulai resah dan tak enak hati.


"Maaf kak saya itu punya nama bukan seperti apa yang KK sebutkan barusan!" sanggah Clarissa


"Berani sekali ya kamu melawan saya! Kamu tau disini tuh saya siapa hah?" tanya Intan membulatkan netra coklat nya dengan sempurna


"Tau ko. KK adalah KK tingkat saya" jawab Clarissa


"Songong banget sih baru jadi adik tingkat aja belagu!" sahut Deva gengs nya Intan


"Maaf ya kak kalau tidak ada kepentingan saya permisi" ucap Clarissa segera pergi


"Tunggu!!" pekik Intan


"Kamu mau kemana?? Gua ga nyuruh Lo pergi" Sergah Intan


Nadira terlonjak ia merasa khawatir teman kuliahnya di perlakukan tidak baik.


"Kak sebenernya urusan KK sama teman saya itu apa sih? Kenapa KK berusaha mengintimidasi terus?" tanya Nadira mencoba melerai

__ADS_1


"Heh Lo ga usah ikut-ikutan belain temen Lo yang satu ini ya. Lo gak tau kan kalau dia itu seorang PELAKOR!!!!" Hardik Intan


"Stop kak saya sudah pernah bilang, saya bukan pelakor. KK udah salah paham!" Sahut Clarissa


"Lo ga usah muna deh!!! Lo akui saja kalau Lo sendiri suka kan sama Fajar??" tanya Intan dengan menarik kuat kerah baju Clarissa


Clarissa tak tahan dengan perlakuan Intan yang sudah keterlaluan.


"Lepasin kerah baju saya kak!" pinta Clarissa


"Gua gak akan pernah ngelepasin kerah baju Lo sampai Lo ngaku ke gua, Lo ada hubungan apa sama si Fajar??" tuduh Intan


"Intan lepaskan kerah baju Clarissa!!!" Desis seorang pria tampan datang ke hadapan mereka semua


Sontak saja Nadira terkejut akan kedatangan KK tingkat nya yang sempat ia sukai. Dia itu adalah Bryan Sanjaya Putra.


Bryan tak bisa melihat Istri nya sendiri diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Bryan mendekati Intan dan Clarissa. Ia menepis kuat lengan Intan dari arah kerah baju Clarissa.


"Auwww" ringis Intan


"Heh Byran ga usah Lo ikut campur sama masalah gua!" dengus intan


"Gak ada yang bisa mencelakai Clarissa!" bela Bryan


Clarissa merasa ketakutan, ia mencoba bersembunyi di belakang tubuh Bryan


"Kenapa Lo belain dia? Memang nya dia siapa pacar Lo??" tanya Intan dengan sungut nya yang menganga


"Kalau ia pacar aku kenapa??" Bryan balik bertanya dengan sorot mata tajamnya


"Apa" Nadira terperanjat dan membungkam mulutnya


Begitu juga dengan Intan dan gengs nya, ia masih tidak percaya bahwa yang di lontarkan oleh Bryan membuat semua yang berada disana mulai speechless.


"Kenapa diam kalian tidak percaya bahwa aku dan Clarissa pacaran" ujar Bryan


Bryan berusaha menyakinkan dirinya, ia menggenggam tangan Clarissa dengan kuat. Mereka yang menyaksikan itu terkejut seketika. Intan yang sudah kesal semakin kesal. Kepalanya bagaikan mengeluarkan tanduk dan gigi nya hampir saja mengeluarkan taring.


"Cabut guyss" perintah Intan kepada gengs nya


Setelah kepergian Intan dan gengs nya, Clarissa, Bryan dan Nadira masih terdiam membisu.


"Ya sudah Cla kamu boleh melanjutkan istirahat kamu" titah Bryan


"Makasih kak,.KK sudah menyelamatkan saya. Seharusnya kk tidak usah melerai masalah yang saya hadapi" ucap Clarissa


"It's Okay no problem.. yang penting untuk kedepannya aku minta untuk kamu jangan lagi berdekatan dengan cowok manapun itu! Apalagi sama cowok yang sudah memiliki pacar! Kamu sih main nurut aja saat dia menawarkan tumpangan sudah jelas di Fajar itu punya macan betina! umpat Bryan


Clarissa tak menyahut ia menunduk dan memainkan jemari tangannya. Sedangkan

__ADS_1


Nadira yang berada di samping Clarissa hanya menahan tawanya.


**


__ADS_2