
Ke Esokan hari nya.
"Sudah kamu turun dari sini, jangan sampai mahasiswa yang lain tahu kalau kita sekarang sudah menikah. Ingat jangan beri tahu siapaun!" ancam Bryan
"Kenapa harus disini sih, kan kampus nya masih jauh" tolak Clarissa dengan raut wajah cemberut
"Sudah kamu ikuti saja perintah saya. Kalau kamu melanggar, saya akan beri kamu hukuman! tukas Bryan tak lagi dihiraukan oleh Clarissa.
Segera Clarissa tak ada pilihan lain lagi selain keluar dari mobil suaminya, dengan wajah yang dipaksakan Clarissa turun dan menutup kencang pintu mobil
"Brak"
Terdengar suara itu ditelinga Bryan, sama sekali Bryan tak peduli. Ia langsung menancapkan pedal gas dan berlalu meninggalkan Clarissa sendirian di trotoar jalan
"Dasar suami yang kejam membiarkan
istrinya jalan kaki sendiri" gerutu Clarissa kesal menantap kepergian mobil suaminya
Dengan terus menyesali perbuatan dan perlakuan suaminya Clarissa terpaksa jalan kaki menuju kampusnya, mungkin jarak nya ada sekitar 1km.
Tak biasanya dia harus jalan kaki seperti ini, apalagi selama hidupnya Clarissa begitu di perlakukan baik oleh kedua orang tuanya.
"Lama-lama aku tersiksa kalau seperti ini jalan kaki ke kampus, sebaiknya aku cari cara supaya gak jalan seperti ini terus.. Ya Allah cape banget," Dengan langkah gontai dirinya berusaha terus berjalan kaki.
Tin... tin..tin..
"Clarissa" teriak seorang mahasiswa yang berparas tampan dan rupawan
Clarissa memberhentikan langkah nya dan langsung menoleh ke arah belakang
"Kak" balas Clarissa seraya mengangguk dan tersenyum manis
"Ko kamu jalan kaki sih??" tanya laki-laki itu yang bernama Fajar KK tingkat nya yang ditunjuk menjadi ketua BEM dikampus nya
"Hmmm..Ehh..iya kak" ucap Clarissa gelagapan seperti susah untuk mengutarakan ucapannya
'Aduh mati kalau aku harus bilang sama kak Fajar kalau aku jalan kaki karena kak Bryan yang sudah menurunkan aku dijalanan ini, gimana nih aku harus bilang apa' batin Clarissa
"Clarissa hey ko kamu diam saja sih??" tanya Fajar terkekeh melihat sikap yang ditunjukkan Clarissa saat sedang merasa panik
Clarissa berfikir sejenak ia tidak ingin salah berucap
"Anu kak, tadi itu supir pribadi saya ban mobil nya kempes jadi saya suruh untuk kebengkel karena tidak bawa ban serep.. terpaksa saya turun dan berjalan kaki" jawab Clarissa sedikit berbohong dengan sedikit menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
"Oh kalau begitu ya sudah sekalian KK juga mau ke kampus kamu ikut saya saja" tawar Fajar
"Ti-tidak kak sebaiknya saya pergi ke kampus sendiri saja, lagian sebentar lagi juga sampai kan kampus nya udah ga jauh dari sini" tolak Clarissa
Fajar menoleh ke arah jam tangan nya
"Cla sebentar lagi jam 8, kamu tidak inginkan datang ke kampus terlambat? Apalagi hari ini, hari pertama kamu menjadi seorang mahasiswi" ujar Fajar
__ADS_1
Ucapan fajar ada benarnya juga. Seketika Clarissa terdiam dan merasa kebingungan. Ia celingukan memastikan tidak ada orang yang mengenalinya di jalanan yang sudah dipadati kendaraan.
"Sudahlah jangan banyak mikir ayo kamu naik dibelakang" pinta Fajar yang menepuk jok motor belakang meminta agar Clarissa segera naik
"Tapi kak, apakah saya tidak merepotkan KK kalau saya ikut??" tanya Clarissa sungkan
"Sudahlah kamu naik saja, jangan merasa sungkan ayo kita tidak punya banyak waktu lagi" pinta Fajar
Tak ada pilihan lain, Clarissa terpaksa menerima tawaran Fajar. Ia langsung naik ke atas motor yang Fajar kendarai.
"Sudah siap kan" tanya Fajar kembali
"Sudah kak" jawab Clarissa
"Ya sudah kamu pegangan yang kuat" pinta Fajar dengan segera menyalakan mesin motor nya
**
Di kampus Universitas Indonesia Bryan yang sudah tiba di halaman parkiran kampus segera turun dari dalam mobil nya, para mahasiswi lain menyambut hangat kedatangan Pria tampan yang berpostur tinggi ideal, berkulit putih, memiliki alis yang tebal serta lesung Pipit di kedua pipinya.
Bryan melangkah menyusuri setiap sudut ruangan kampus.
"Hallo Kak Bryan selama pagi"
"Kak Bryan hari ini tampan sekali"
Begitulah sapaan hangat dari semua mahasiswi kampus, mereka semua memuji paras dan ketampanan Bryan. Para kaum hawa merasa tersihir dengan Bryan bak melihat seorang Raja yang turun dari atas khayangan.
Bryan hanya tersenyum tipis saat para adik tingkat dan juga teman kampus nya menunjukkan sikap genit nya.
"Ehh eh tuh lihat si Fajar menggandeng siapa???" tanya seorang mahasiswi yang seangkatan dengan nya
"Itu kan adik tingkat, Wah si Intan kalau tau ini pasti dia akan ngamuk-ngamuk" balas seorang mahasiswi yang lain
Bryan yang penasaran langsung menoleh ke arah belakang. Dan tanpa disangka ternyata mahasiswi lain sedang membicarakan kehadiran Clarissa yang tengah berboncengan dengan Fajar.
"Makasih kak Fajar atas tumpangan nya" balas Clarissa yang sudah turun dari motor Fajar
"Sama-sama Cla" balas Fajar tersenyum sumringah seakan hatinya sedang berbunga-bunga.
Clarissa tidak tahu bahwa sekarang keberadaan nya sudah diawasi dari jarak jauh oleh Bryan sebagai suaminya.
Bryan menyorotkan tatapan tajam penuh nanar, ia seakan tak terima harus melihat pemandangan yang merusak mata pagi hari ini di sebuah kampus.
Clarissa menggibaskan rambut indahnya terlebih dahulu seperti seorang iklan sampo, sebelum ia pergi meninggalkan parkiran.
Tak menunggu lama Ia langsung melangkah menuju halaman depan kampus, dan saat ia sudah hampir tiba dikelasnya tangan nya ditarik oleh seorang laki-laki tampan dan membawanya ke tempat sepi yang tidak banyak dilalui oleh Mahasiswi lain.
"Bagus baru dua hari kamu menikah dengan saya sudah bikin ulah!" bentak Bryan dengan suara menggema nya
Deg'
__ADS_1
Jantung Clarissa lagi-lagi seperti ingin terlepas. Kakinya sudah ingin lari sejauh mungkin dari hadapan lelaki kejam dan tidak berperasaan.
Bryan menghembuskan nafas kasarnya, tangan nya ia kepal dengan kuat, rahang nya semakin mengeras. Clarissa takut kalau Bryan mengeluarkan taring ia segera menutup kedua matanya
"A-ampun kak" ucap Clarissa lirih
"Clarissa saya bicara serius!" ucap Bryan
"Saya juga serius, ampun KK jangan seperti ini saya takut" ucap Clarissa
"Buka tanganmu, lihat saya" pinta Bryan dengan sedikit menurunkan nada bicaranya
Clarissa mencoba membuka kedua tangannya dan melihat wajah tampan suaminya.
Mereka sudah saling pandang satu sama lain dan keberadaan mereka sudah saling dekat berjarak sekitar 5cm
"Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan barusan???" tanya Bryan yang sudah terlihat murka
"Taa-tau kak" balas Clarissa
"Kalau kamu tau kenapa kamu bisa tiba di kampus ini berboncengan dengan Fajar??" tanya Bryan
"Ya karena salah KK sendiri sudah menurunkan saya di trotoar jalan, sedangkan KK tau kalau kampus nya masih jauh. Seharusnya kk jangan setega ini sama saya" ujar Clarissa
"Terus apa dengan cara seperti itu kamu bisa membalas perbuatan saya dengan main-main bersama lelaki lain hah???" tanya Bryan semakin kesal
"Saya tidak mengerti dengan ucapan kk, perlu KK ketahui kalau kak Fajar itu kasihan terhadap saya yang jalan kaki, dia juga tidak mau kalau saya datang terlambat ke kampus. Kak Fajar menawarkan tumpangan, terus saya terpaksa menerima tawaran itu karena saya tidak ingin datang terlambat ke kampus. Udah capek-capek saya jalan kaki, ketinggalan kelas. Sia-sia dong" tutur Clarissa dengan mulutnya yang terus menyorocos
Bryan seketika diam tidak bergeming. Ia mencerna perkataan Clarissa.
"Ya sudah kalau sudah tidak ada kepentingan lain saya mau pergi ke kelas" ucap Clarissa berlalu meninggalkan Bryan
"Tunggu" cegah Bryan menarik lengan Clarissa
"Lepasin Kak" pinta Clarissa
Bryan tidak langsung melepaskan genggaman tangannya ia terus memegangi lengan Clarissa. Seperti sudah dibius oleh virus Cinta Clarissa, Bryan tak berkedip sedikitpun saat wajahnya semakin dekat dengan wajah Clarissa. Hingga deruan nafas yang beraroma mint itu tercium sampai kehidung Clarissa.
Clarissa merasa semakin tidak karuan, ia sudah semakin salah tingkah. Ia takut kalau Bryan berhasil melakukan perbuatan yang tidak di inginkan.
Clarissa terus berjalan ke belakang, sampai langkahnya terhenti karena sudah di ujung tembok.
"Kak KK mau ngapain??" tanya Clarissa semakin ketakutan
Bryan langsung tersadar dan melepaskan cengkraman tangannya
"Ahh sudahlah, nanti di rumah saya akan beri kamu hukuman! Karena sudah berhasil melanggar kesepakatan" ungkap Bryan
"Loh kesepakatan apa? Di dalam perjanjian kontrak tidak ada tertulis tidak boleh berdekatan dengan siapapun, justru KK sendiri yang sudah melanggar kontrak yang saya buat. Saya sudah menulis di kontrak bahwa KK sebagai suami tidak boleh kasar, membentak, apalagi sampai merendahkan saya. Jadi KK yang harus menerima hukuman dari saja" pungkas Clarissa
"Disini itu suami kamu adalah saya, jadi saya mau kamu harus menuruti perintah apapun yang saya mau, tanpa terkecuali! Kamu tidak mau kan menjadi istri yang durhaka? Jadi nanti malam siap-siap saja kamu akan menerima hukuman dari saya. Dan satu lagi saya peringatkan, saya tidak ingin kamu dekat-dekat atau kegenitan dengan lelaki lain, kalau saya melihat lagi saya akan memberikan hukuman yang lebih besar. Camkan! umpat Bryan dengan segera meninggalkan Clarissa
__ADS_1
"Huhhhftttt dasar suami yang kejam.. melebihi Fir'aun!!!" gerutu Clarissa tak terima
...----------------...