Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Perbuatan konyol berakibat fatal


__ADS_3

Di tempat yang berbeda.


David Dirgantara kini dirinya sudah berada di sebuah apartemen mewah di daerah Boston


Kota di Massachusetts Amerika serikat. Letak Apartemen nya sendiri tak jauh dari kampusnya.


Sekarang di Amerika serikat sudah menunjukkan pukul 10 malam, sedangkan di Indonesia masih jam 11 siang karena selisih waktu disana 11 jam lebih cepat.


Malam itu David sedang duduk di atas balkon unit Apartemen nya dilantai 23. Ia tengah duduk menikmati semilir angin malam, ditemani dengan minuman hangat yaitu teh mate minuman yang mengandung antioksidan.


Sembari meneguk teh hangat nya, David mulai memikirkan sesuatu yang terbesit dalam benak nya, sosok perempuan yang memiliki paras yang begitu cantik. Ia perempuan yang David fikiran kan itu tak lain adalah Clarissa.


Masih saja David tak bisa melupakan peristiwa kelam dimalam itu, namun ia harus berusaha menepis kuat keinginan nya untuk tidak lagi memikirkan Clarissa terus menerus.


"Ah kenapa bayangan itu selalu muncul.. Cla kamu sekarang sedang apa disana, aku harap kamu disana dapat menemukan kebahagiaan mu" batin David lirih


Drt...Drt...Drt...


Seketika lamunannya tersadar, saat ponsel nya berdering. David berusaha meraih benda pipih itu, ia melihat ke arah layar ponsel ternyata Ilham yang Video Call. Segera David memencet tombol warna hijau


Kini terlihat dari layar ponsel keduanya, mereka saling bertegur sapa.


"Hallo Dav bagaimana keadaan lo sekarang,???" tanya Ilham


"Ya beginilah keadaan gue" jawab David sedikit cuek


David mencoba mengarahkan ponselnya ke arah gedung pencakar langit yang berada dibelakang nya


"Wah hebat Lo sekarang sudah di Amerika Dav??" tanya Ilham dengan sejuta penasaran


"Yaa, gue sekarang sudah di Amrik" jawab David


"Pasti nanti balik ke Indonesia bawa cewek bule" ungkap Ilham dengan tertawa mengejek


Seketika David tersadar saat di sebuah club' malam, ia yang menerima minuman dari Ilham dan Alvian. Setelah David berhasil meneguk minuman ber Alcohol ia merasakan ada sesuatu yang janggal


"Wait...Wait... gue mau tanya waktu itu Lo sama Alvian masukin apa ke minuman gue???" tanya David merengus kesal


"Ck... Ya elah Dav gue ga masukin apa-apa ke minuman Lo" jawab Ilham kurang meyakinkan David. Ilham hanya cengengesan


"Lo ga usah bohong!!! Gue sendiri bisa bedain minuman yang Lo kasih sudah membuat badan gue seketika panas dan menengang" ujar David


"Dav masa sih Lo ga percaya sama gue dan Alvian.. percaya dehh gue gak masukin apa-apa" ujar Ilham dengan menunjukkan jari tangan nya berbentuk v

__ADS_1


"Gara-gara Lo jadinya gue dan Clarissa berhasil melakukan....." David terhenti dari ucapannya


"Ngelakuin apa dav???" tanya Ilham yang sudah penasaran


"Ahh sudah lupakan saja, ya sudah udahan dulu video call nya. Gue mau istirahat besok mulai masuk kuliah" jawab David berusaha mengalihkan pembicaraan


"Ci elah baru juga jam segini Dav, masih siang. Haha" ucap Ilham dengan gelak tawanya


"Iya itu di Indonesia, beda sama di Amerika sekarang sudah malam. Ya sudah gue tutup telfon nya. Bye!!!" ucap David dengan segera mematikan dan mengakhiri Video Call nya.


"Hushh dasar temen yang gak punya akhlak.. Awas saja Ilham dan Alvian. Setelah gue Kembali gue balas perbuatan kalian" ancam David dengan perangainya.


Tak menunggu waktu lama David kembali ke kamarnya, ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuknya yang berukuran Kings size.


David berusaha memejamkan kedua matanya, dan tak lama ia terlelap tidur.


Berbeda dengan di Indonesia, David yang notabene anak yang gaul yang aktif, ia sering menghabiskan waktu dimalam hari dengan nongkrong-nongkrong ditempat hiburan malam. Ia selalu berkunjung ke club dan ke tempat billiard.


Meskipun di Amerika serikat sendiri sudah banyak menyuguhkan tempat hiburan malam, apalagi mayoritas anak remaja disana sangat modern life, Hedon, konsumtif dan juga pergaulan bebas.


David sendiri belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi ia akan tinggal selama beberapa tahun kedepan. David berniat akan fokus mengejar pendidikan nya dengan baik sampai lulus dengan predikat cumlaude.


Ia juga ingin mengurangi kebiasaan lamanya. David memutuskan akan menjadi seorang pria yang berfikir bijak dan dewasa. Papah nya sudah ingin melihat David berhasil dan sukses. Dan juga nantinya David harus bisa meneruskan perusahaan papah nya, maka dari itu mulai dari sekarang David akan merubah tatanan hidupnya dengan lebih baik dan melakukan sesuatu yang bermanfaat.


Papah nya sendiri mendaftar David ke Universitas di luar negeri semata agar anaknya bisa mandiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Sedangkan Ilham yang berada di Indonesia, ia akhirnya bisa bahagia karena perbuatan konyolnya yang dilakukannya dengan Alvian sudah berhasil membuat David kesal.


"Maafin gue Dav. Gue sebenarnya ga ada niatan melakukan perbuatan konyol itu, tapi gue sendiri gak mau kalau lo hanya bisa memendam perasaan Lo sendiri, tanpa mengungkapkan yang sebenarnya bahwa lo itu sudah jatuh cinta sama Clarissa. gue sudah tau itu sejak lama, hanya saja Lo itu terlalu memikirkan gengsi" ucap Ilham dengan tersenyum smirk


Akhirnya tanpa fikir panjang Ilham berniat menghubungi Alvian



Alvian yang sedang menikmati waktu berdua nya dengan sang kekasih, tiba tiba saja ponsel yang ia simpan di dalam saku celananya berdering


"Siapa yang telfon" ucap pacar Alvian


Dengan segera Alvian mengeluarkan ponsel nya didalam saku celana, ia meraih dan melihat layar ponsel.

__ADS_1


Alvian menoleh ke arah pacarnya


"Kenapa???" tanya Pacar Alvian yang bernama Silvi dengan membulatkan matanya


"Sebentar aku angkat dulu telfonnya" jawab Alvian


"Iya Hallo ham" ucap Alvian


"Hallo Al, Lo lagi dimana??" tanya Ilham dari sebrang telfon


"Gue lagi di cafe aurora biasa lagi pacaran" ucap Alvian terkekeh sembari melirik pandangan matanya ke arah Silvi


"Anjirrr Lo pacaran aja bro" sahut Ilham


"Iya lah memang nya Lo, jomlo terus...ckckc" ucap Alvian dengan gelak tawa


"Yee Lo nyindir gue nih" ucap Ilham


"Iya.. By the way Lo ada keperluan apa nelfon gue" tanya Alvian yang tak ingin Ilham basa basi, mengingat Silvi sudah terlihat cemberut karena waktu berdua nya sudah diganggu dengan bunyi telfon dari Ilham


"Oke gue to the points aja, tadi gue habis telfonan sama David" jawab Ilham


Seketika Alvian terperangah, langsung mengambil sedotan dan meminum jus yang dipesan nya


"Terus apa yang kalian bicarakan dengan David??" tanya Alvian mengatur posisi duduknya


"Ternyata oh ternyata.. Si David sama si Clarissa sudah berhasil melakukan itu" jawab Ilham


"What Lo serius bro???" tanya Alvian yang hampir saja tersedak


"Iya gue serius dia sendiri yang bilang gitu ke gue" jawab Ilham kembali


"Gue merasa bersalah sih sebenarnya, niatnya karena pengen mendekat kan mereka tapi pada akhirnya mereka sama-sama saling berpisah antara jarak dan waktu. Bagaimana dia bisa bersama sedangkan David di Amrik dan Clarissa di Indonesia" ungkap Ilham melanjutkan perkataannya, ia mulai merasa resah.


"Iya juga sih gue ga kepikiran kesana" sahut Alvian


"Ya sudah Al nanti gue telfon Lo lagi, kita bahas ini lagi nanti" timpal Ilham


"Oke bro" balas Alvian


Telfon dari ILham berakhir.


Alvian mulai merenung dan memikirkan cara agar kedepannya David dan Clarissa harus bisa bersatu, karena bagaimana pun tidak dibalik perbuatan terlarang yang dilakukan David dan Clarissa ada ILham dan Alvian yang ikut andil dalam merencanakan perbuatan konyolnya yang berakibat fatal.

__ADS_1


__ADS_2