Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Bryan dihadapkan dengan situasi sulit


__ADS_3

Bryan yang sudah berhasil keluar dari ruangan UGD ia bergegas pergi meninggalkan Clarissa. Ia sendiri tidak peduli dengan keadaan Clarissa yang sudah semakin terpuruk dengan hidupnya. Bryan tidak ingin terseret dalam masalah Clarissa, apalagi sampai harus menanggung beban yang Clarissa pikul.


Bryan terus mempercepat langkahnya, bahkan ia tak mau untuk sekedar menoleh ke belakang.


Saat langkah nya sudah terhenti di arah basement, Bryan membuka pintu mobil dan ia masuk kedalam.


Di dalam mobil ia masih saja merenungi ucapan Clarissa yang meminta dirinya agar mampu bertanggung jawab atas janin yang ia kandung, meskipun itu bukan perbuatan Bryan sendiri.


"Itu cewek emang crazy, gue aneh kenapa harus dipertemukan dengan dia. Hah sampai minta gue untuk bertanggung jawab. Sorry aja gue ga sebodoh itu!" umpat Bryan dengan semua kekesalan nya.


Tak menunggu lama dan tak ingin terus mengingat perempuan itu yang sudah membuat hidupnya kesal dipenuhi amarah, Bryan segera menancapkan pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi.


Sepanjang perjalanan ia belum bisa melupakan Clarissa.


"Ahh shittt!!! kenapa otak gue isinya cewek absurd itu lagi sih.. enggak enggak ga mungkin kalau otak gue error" ujar Bryan dengan memukul-mukul kepala nya


Bryan berusaha melupakan hal itu, ia memutar lagu yang ada di head unit dasboard mobilnya. Sebuah lagu romantis yang ia dengarkan.


...****************...


Beberapa saat kemudian mobil yang di kemudikannya telah tiba di mansion mewah milik kedua orang tuanya. Bryan memberhentikan mobilnya saat sudah berada di halaman depan. Kemudian ia keluar dan melihat sekeliling halaman depan sudah ada mobil yang berjejer.


"Itu mobil papah, dan yang itu mobil siapa???" ucap Bryan dengan menunjuk jari telunjuk nya ke arah sedan berwarna putih


"Ahh sudah deh gue masuk aja kedalam"


Tanpa fikir panjang Bryan masuk, dan tanpa disangka ternyata di dalam mansion sudah ada seorang pria dan wanita paruh baya yang tengah berbincang hangat dengan kedua orang tuanya, dan juga ada seorang wanita cantik yang masih belia seumuran dengan nya.


Bryan terperangah dan ia mulai masuk begitu saja tanpa menyapa kedua orang tuanya.


"Bryan ayo sini sayang" ucap Ibu Bryan yang bernama Desi


Tak ada pilihan lain selain Bryan mendekati ke arah mereka semua yang sudah duduk di kursi ruang tamu


"Nah perkenalkan jeng ini adalah anak saya Bryan" ucap Desi kepada wanita paruh baya yang duduk berhadapan dengan kedua orang tua nya


"Sayang ayo kenalkan diri kamu ke tante Sindi dan juga Om Surya" pinta mamah Desi


"Iya ma" ucap Bryan

__ADS_1


"Saya Bryan tante" ucap Bryan mengulurkan tangannya ke arah Sindi teman mamah nya. Tak lupa Bryan juga berkenalan dengan Surya


"Nah sayang kenalin juga itu ada anak tante Sindi yang bernama Mita.. Cantik kan sayang" ucap mamah Desi


"Saya Bryan" ucap Bryan yang hendak berkenalan dengan Mita


"Saya Mita" balas Mita dengan senyum yang tergaris dibibirnya


"Ya sudah mam Bryan mau ke kemar dulu" ucap Bryan yang berniat berlalu menuju kamarnya


"Tunggu sayang" cegah mamah Desi


"Iya maa ada apalagi???" tanya Bryan yang langkahnya dicegah oleh mamah Desi


"Sini kamu duduk dulu, kamu harus tau kedatangan mereka kemari karena mamah dan papah sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Mita" ungkap mamah Desi dengan lantang tanpa ada penawaran


"Apa!!! Dijodohkan???" tanya Bryan tercengang mendengar penuturan dari mulut mamah nya.


"Iya sayang, kenapa kamu keberatan???" tanya mamah Desi


Bryan yang masih berdiri mematung ia melirik pandangan matanya ke arah kedua orang tua Mita yang memancarkan aura bahagia.


Bryan pergi begitu saja dari hadapan mereka semua.


"Maafkan anak saya jeng, memang dia itu seperti itu orangnya" ucap mamah Desi


"Tidak apa-apa jeng mungkin Bryan membutuhkan waktu" balas Sindi


**


Bryan yang sudah berada dikamar nya ia sudah semakin kesal dengan keadaan yang terus menghimpitnya.


"Arghhhhh kenapa sih sekali saja gue ngerasain hidup tenang" ucap Bryan yang sudah berdiri menghadap cermin. Sedangkan kedua tangannya menopang pada meja rias


Bryan mulai mengatur posisi tubuhnya, ia mulai beranjak berdiri menegakkan badannya.


Bryan duduk di tepian ranjang tempat tidur, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


Tak berapa lama pintu kamarnya diketuk.

__ADS_1


"Tok...Tok...tok.."


Bryan terperanjat dengan sesekali memegangi kepalanya, dan mengusap kasar wajahnya. Ia mulai gusar dan juga merasa feeling-nya tidak baik.


"Iya ada apa" ucap Bryan yang sudah berdiri mematung diambang pintu.


"Bryan ayo kamu turun kebawah, kamu jangan seperti ini. Kamu jangan membuat tante Sindi dan om Surya kecewa" ucap mamah Desi dengan menarik paksa lengan Bryan


"Mau ngapain sih maa... Bryan cape mau istirahat" ucap Bryan


"Bryan coba sekali ini saja, kalau mama memperkenalkan kamu dengan anak teman mama kamu janga bersikap seperti ini terus..Apa kamu mau jadi perjaka tua" umpat mamah Desi menghardik Bryan


"Maksud mamah apa bicara seperti itu???" tanya Bryan dengan tatapan tajam


"Iya mama hanya ingin kamu cepat-cepat memiliki pendamping sayang, sebentar lagi kamu lulus kuliah. Mamah mau setelah lulus kamu menikah!!!" ungkap mamah Sindi


"Hah, mama itu jangan ngadi-ngadi. Setiap orang tua itu menginginkan anaknya sukses terlebih dahulu baru nikah maa!!" ucap Bryan


"Mamah tidak mempermasalahkan hal itu, papah kamu sudah memiliki beberapa perusahaan. Jadi mamah ga khawatir kalau kamu akan kesusahan dapat kerja, justru kamu tidak perlu memikirkan itu setelah lulus. papah pasti akan memberikan perusahaan untuk kamu" ujar mamah Desi penuh keyakinan


"Ya terus kenapa memaksa supaya Bryan harus menerima perjodohan itu. Bryan sendiri tidak suka di jodohkan. Maa ini udah zaman milenial. Memang nya masih zaman Siti Nurbaya apa" Sarkas Bryan


"Bryan mamah tidak ingin kamu itu menyimpang. Dari sejak SMA sampai kamu hampir lulus kuliah belum tuh kamu membawakan perempuan ke hadapan mamah dan papah. Mamah cuman tidak ingin kamu menjadi pria yang tidak normal!!!" umpat Mamah Desi


"Astaghfirullah, istighfar maaa.. Bryan gak nyangka mamah bisa bicara seperti itu. Mamah Bryan ini adalah anak kandung mamah sendiri. Tak sepantasnya seorang ibu melontarkan kalimat yang tidak pantas!!!" ujar Bryan


"Ya sudah kalau kamu bisa menyakinkan mamah kalau kamu adalah lelaki normal, coba kamu bawa perempuan pilihan mu kehadapan mama dan papah!!! Mamah cuman mau membuktikan ucapan mamah itu apakah benar kamu adalah anak lelaki yang mempunyai hasrat pada perempuan" ucap mamah Desi


"Okey mamah tenang aja, besok sore Bryan akan bawa perempuan pilihan Bryan sendiri ke hadapan mamah dan papah. Puas!!!" ujar Bryan


"Husshhhhh" ujar Desi dengan berlalu pergi meninggalkan Bryan


**


"Oh my God cobaan apalagi ini" ucap Bryan dengan mengusap kasar wajahnya.


Sejak dulu Bryan itu terbilang lelaki yang cukup cuek dan dingin terhadap setiap wanita. Bryan sendiri adalah anak tunggal dari pasangan yang bernama Desi dan Angga Sanjaya. Papahnya adalah seorang pembisnis sukses dibidang Fashion dan juga manufaktur. Tak hayal kekayaan Papah nya sudah menembus triliunan.


Bryan dari dulu memang bukan anak yang pecicilan apalagi sampai memiliki banyak pacar. Dari masih SMA ia memang paling populer di sekolah nya, tetapi ia enggan untuk memiliki pacar. Baginya perempuan itu ribet dan banyak nuntut. Sama halnya dengan mamah nya sendiri yang suka menuntut Bryan agar selalu menuruti semua kemauan mamahnya.

__ADS_1


Di usia nya yang hampir menginjak umur 25 tahun Bryan masih betah menjomblo, ia sendiri masih fokus menamatkan pendidikan S1 yang tak lama lagi dirinya lulus.


Setelah lulus dari S1 rencananya ia ingin melanjutkan kembali studi S2 nya ke luar negeri.


__ADS_2