Benih Yang Tak Kau Harapkan

Benih Yang Tak Kau Harapkan
Khawatir dan Cemas


__ADS_3

Di malam hari yang semakin sunyi sepi, Clarissa Aulia terlihat begitu muram di dalam sebuah kamar, sekarang ia hanya melamunkan nasibnya seorang diri, ia duduk di kursi belajar nya seraya menantap ke layar laptop. Sesekali ia rindu akan sosok Papah nya yang begitu perhatian dan menyayangi Clarissa.


"Papah Clarissa rindu sekali sama papah, papah sekarang lagi apa disana" ucap Clarissa berusaha bertanya-tanya dalam hati


"Apa aku telfon papah saja" fikirnya


Tak menunggu lama ia meraih benda pipih yang tersimpan tak jauh dari kursi mejanya. Belum saja ia menelfon papah nya, suara nyaring yang begitu bising bagaikan knalpot racing terdengar menggelegar ditelinga Clarissa Aulia.


"Clarissa buka pintunya sekarang!" pinta Bryan dari balik pintu


Clarissa sudah semakin hilang kesabaran, bagaimana pun tidak sikap suaminya yang selalu membuat kegaduhan bahkan suara lengkingan nya tak bisa di saring.


Terpaksa Clarissa membuka pintu kamarnya, lagi dan lagi Clarissa melihat ke arah suaminya yang sudah memasang raut wajah kesalnya.


"Iya ada apa kak? KK bisa kan bersikap lembut kalau manggil seseorang, ketuk dulu kek atau ucapkan salam" pinta Clarissa menggurui Bryan


"Sudahlah untuk apa saya bersikap lembut! Saya janji kan malam ini mau menghukum kamu! Apa kamu lupa?" tanya Bryan


"Hukum? KK mau menghukum aku dengan cara apa? Push apa? Atau sit up" tanya Clarissa


"Sa...."


"Tapi maaf kak seperti nya KK tidak bisa menghukum ku dengan cara seperti itu, KK lihat saya sekarang sedang hamil. KK juga tidak mau kan kandungan saya nantinya kenapa-napa??" ucap Clarissa dengan terus menyorocos, ia juga memotong pembicaraan Bryan


"Shutttt sudah diam!" pinta Bryan membungkam mulut Clarissa dengan tangan nya agar dia berhenti berbicara.


"Mmmmphhhhhh" Clarissa berusaha meronta


Tetapi tangan kekar Bryan masih saja membungkam mulut nya. Bryan membawa Clarissa masuk ke kamarnya.


Clarissa yang semakin takut ia melangkah ke arah belakang, sampai langkahnya terhenti diujung ranjang menyebabkan ia terjatuh.


"KK mau apakan saya??" tanya Clarissa dengan membulatkan matanya dengan sempurna.


Bryan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya segera ia m*lum*t bibir ranum Clarissa dengan begitu lama, sampai menyebabkan bibir Clarissa berdarah.


"Auwwwww" Clarissa segera melepaskan rengkuhan tubuh Bryan dengan mendorong nya sekuat tenaga


"KK itu apa-apaan lihat bibir saya jadinya berdarah" ucap Clarissa merintih sakit dengan memegangi ujung bibirnya


"Maaf Cla kalau saya sudah lancang. Itu hukuman buat kamu karena hari ini kamu sudah membuat satu kesalahan! Ingat sekali lagi saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kamu kegenitan sama lelaki lain saya tidak akan segan-segan memberikan kamu hukuman yang lebih dari ini" ungkap nya


"KK lupa didalam isi perjanjian surat kontrak bahwa tidak ada sentuhan fisik dalam bentuk apapun? Ko malah KK yang melanggarnya?" ucap Clarissa menggelengkan kepalanya sempat tidak terima dengan perlakuan suaminya yang semena-mena


"Itu kalau kita sendiri secara sadar melakukan sentuhan fisik. Bukan berarti hukuman yang saya berikan itu termasuk ke dalam isi perjanjian kontrak. Kamu coba pahami itu! ujar Bryan

__ADS_1


"KK itu aneh, kk itu melakukan perbuatan KK se enak hati tapi kk sendiri tidak pernah memperlakukan saya dengan baik. Saya menyesal sudah menikah dengan KK, seharusnya saya tidak membuat kesepakatan untuk menikah dengan KK" tutur Clarissa meluapkan semua kekesalan nya


Plak


"Berani kamu bicara seperti itu, tanpa sadar kamu sudah mempermainkan perasaan aku. Kamu lupa kalau kamu tidak saya nikahi mana ada laki-laki lain yang dengan suka rela menikahi gadis murahan seperti mu" ujar Bryan


Plak


Clarissa membalas tamparan yang diberikan Bryan


"Ya sudah kalau KK tidak terima mulai malam ini, menit ini, detik ini saya akan angkat KK dari sini!! ungkap Clarissa


Clarissa tidak menimbang-nimbang keputusan nya, ia sudah menemui jalan buntu tidak ada lagi yang harus dipertahankan dalam pernikahan kontrak nya. Ini semua Bukan pernikahan yang ia inginkan, menikah dengan pria yang begitu kejam tak berperikemanusiaan, sampai dengan tega menghina dirinya, berlaku kasar dan juga tidak menghargai keberadaan nya.


"Cla tunggu kamu mau kemana?" tanya Bryan yang melihat Clarissa sudah berhasil keluar dari kamarnya dengan menyeret sebuah koper


"Untuk apa pernikahan ini dipertahankan, ini kan yang kamu mau? Kamu tunggu saja saya akan melayangkan gugatan cerai kita ke pengadilan!" ucap Clarissa dengan sura lantang.


"Engga Cla kamu tarik ucapan kamu" pinta Bryan memohon


"Anggap saja untuk kemarin-kemarin tidak pernah terjadi pernikahan diantara kita! Lupakan saja semuanya kamu bebas menentukan hidup mu sendiri. Aku harap kamu bisa bahagia setelah ini" ucap Clarissa


Meskipun Clarissa itu tidak pernah sedikitpun berusaha bersikap tegas tapi kali ini dia tidak ingin harga dirinya nya di injak-injak dan juga direndahkan.


Clarissa wanita biasa yang ingin dihargai, diperlakukan dengan baik.


**


"Papah Clarissa sudah keluar dari rumah suami Clarissa sendiri, maafkan Clarissa bukannya Clarissa ingin membuat papah kecewa, tapi Clarissa tidak bisa bertahan dengan sikap dan perbuatan kak Bryan yang benar-benar membuat hati Clarissa sakit pah" batin Clarissa dengan merintih peluh kesah. Ia berusaha kuat. Sedari tadi ia tahan air matanya tetap saja cairan bening itu menetes perlahan membasahi pipinya.


**


Bryan yang masih berdiri mematung di dalam kamar Clarissa, ia melamunkan dirinya dan juga menyesali atas perbuatannya yang sudah membuat hati Clarissa hancur, tak seharusnya Bryan sekejam itu memperlakukan Clarissa seperti seorang musuh bebuyutan.


Bryan mulai menyadari dan merasa kasihan kalau sampai Clarissa pergi meninggalkan nya sendiri dan juga menceraikan nya, itu berarti Bryan harus siap-siap dijodohkan dengan perempuan lain.


Dari dulu Bryan tidak suka di jodohkan dengan siapapun, meskipun Bryan begitu tidak menyukai Clarissa tetapi bagi nya Clarissa itu unik dan juga gampang penurut tetapi sekarang sejak tahu Clarissa bisa melawan Bryan sadar bahwa perbuatannya sudah di lewat batas.


"Clarissa kamu beneran pergi, tidak tidak saya harus mencari kamu" ucap Bryan dengan segera dirinya berlarian pergi keluar dari dalam rumah nya. Ia segera meraih kunci mobil nya saat kakinya sudah keluar dari halaman depan rumah.


Bryan masuk dan menyalakan mesin mobilnya, berniat membawa Clarissa pulang dan meminta maaf.


"Cla kamu dimana sekarang aku khawatir" ucap Bryan yang sudah mengitari sekitaran kompleks perumahan nya, ia berfikir mungkin saja Clarissa pergi belum jauh dari kediaman nya.


**

__ADS_1


Clarissa yang sudah melangkah sejauh mungkin ia merasakan kelelahan, kerongkongan nya sedikit serak, dan juga perut nya mulai bersuara tak kala cacing diperut nya meminta jatah makanana, apalagi sekarang Clarissa sedang berbadan dua dengan begitu janin didalam perut nya juga meminta jatah nutrisi.


"Ya ampun perut ku lapar sekali, sabar ya nak nanti bunda cari tempat makan disekitaran sini, pasti kamu sudah lapar" ucap Clarissa seorang diri dengan mengelus perut nya yang masih rata


"Nah itu disana ada warteg. Aku mampir dulu deh kesana" ucap nya kembali


Belum saja langkah kakinya terhenti di Rumah makan, sudah ada beberapa pemuda yang sedang mabuk berusaha menghadang Clarissa


"Shutt bro itu cewek cakep banget" bisik pemuda yang berpenampilan seperti seorang preman


"Hay cantik mau kemana sih malam-malam begini" goda sekelompok pemuda itu yang sudah semakin mendekati tubuh Clarissa.


Pemuda itu berhasil menyentuh pipi mulus Clarissa. Clarissa bergidik dan mencoba menghindar


"Kamu jangan diam saja, kamu masih malu ya. Kamu tenang saja abang akan bawa kamu ke tempat yang jauh lebih indah. Ayo ikut Abang" pinta pemuda itu dengan menarik lengan Clarissa.


"Auww lepas kalian mau bawa saya kemana?" tanya Clarissa berusaha meronta dan melepaskan cengkraman tangan dari seorang pemuda yang sudah menggoda nya


"Shut bawa dia" pinta salah satu pemuda memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk segera membawa Clarissa pergi


"Tolong....." pekik Clarissa


Para pemuda itu membawa Clarissa pergi ke arah semak-semak yang terlihat tempat itu begitu sepi jauh dari kerumunan.


"Sudah kamu nurut saja sayang" pinta pemuda itu yang sudah membelai lembut rambut Clarissa. Ia berusaha bermain main dengan pipi mulus Clarissa.


Clarissa semakin ketakutan, ia tidak mempunyai cara untuk pergi dan melepaskan diri. Beruntung saat itu tak ada angin tak ada hujan datanglah seorang pria tampan menyelamatkan Clarissa, kedatangan nya bagaikan super Hero.


Bughh.. Bughhhh


Pria tampan itu berusaha memukuli pemuda yang sudah membawa Clarissa ke tempat sepi


"Auwwww" ringis pemuda itu


Anak buah nya mencoba melerai tetapi tak dapat dikalahkan, akhirnya mereka semua memilih pergi dan meninggalkan Clarissa beserta pria tampan yang sudah menyelamatkan nya.


Clarissa masih berdiri membelakangi tubuh pria yang menyelamatkan nya.


"Kamu tidak kenapa-kenapa kan" ucap pria itu yang suara nya tak asing ditelinga Clarissa


Segera Clarissa menoleh dan membalikkan badannya, tak disangka orang yang sudah menyelamatkan dirinya dari sekumpulan pemuda yang berniat melakukan perbuatan tak senonoh nya telah di kalahkan oleh sosok pria tampan yang tak lain adalah suaminya sendiri Bryan


"Kak Bryan" ucap Clarissa membelalakkan matanya tak percaya


"Iya ini aku" balas Bryan dengan langsung memeluk hangat tubuh Clarissa.

__ADS_1


"Cla maafkan aku" ucap Bryan


...----------------...


__ADS_2