Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

  "Kamu belum benar-benar sembuh,kamu masih harus di rawat." Ucap Rangga lembut,cowok itu berusaha menenangkan Amira yang sejak tadi minta di anterin pulang.


  "Aku sudah merasa baikan,aku bosan di sini terus,sudah seminggu lebih aku tiduran seperti ini Rangga,aku bosan!" Amira mengeluh,Rangga menatapnya penuh arti,gadis itu seperti kembali lagi ke sifat aslinya,waktu mereka masih SMA dulu.


   "Kalau begitu bagaimana kalau kita keluar dan duduk di taman? Matahari pagi bagus untuk kesehatan loh." Usul Amira kemudian.


   "Baiklah kalau tuan putri maunya begitu," ucap Rangga berlagak seperti seorang pangeran. Melihat Rangga yang sangat memanjakannya,Amira tersenyum senang,dia bahagia.


  Saat ini dia memang sangat bahagia,tapi tidak tahu kedepannya jika dia mengetahui kalau semua ini hanya sandiwara belaka,entah dia akan kecewa.


  


                  ****^°^^°***


     Rangga mendorong kursi roda Amira dengan perlahan,dia terlihat sangat hati-hati.


    "Boleh aku menanyakan sesuatu sama kamu." Tanya Amira saat mereka sudah berada di taman rumah sakit.


   "Tanyakan saja,aku dengan senang hati akan menjawabnya."dia berjongkok di depan Amira,menunggu apa yang akan di katakan gadis itu.


   "Kamu,tidakkah merasa di repotkan dengan keadaan ku yang sekarang?" tanya Amira,semangat di matanya telah menghilang,tadi dia terlihat begitu bahagianya,tapi sekarang semangat itu pudar,yang ada hanya kerapuhan. Rangga baru menyadari bahwa ekspresi di wajah Amira selalu berubah-ubah,dia seperti kembali lagi ke keadaannya beberapa minggu lalu,sebelum kecelakaan itu terjadi.


   "Apa maksud kamu menanyakan hal itu pada ku? Bagaimana mungkin aku merasa di repotkan,kamu itu istri aku,jadi apa pun yang terjadi aku akan selalu menjaga kamu." Ucap rangga terlihat tulus,entah benar itu memang karena rasa sayangnya kepada Amira,atau hanya karena keterpaksaan saja.


   "Aku tidak akan merepotkan kamu,walaupun aku harus duduk di kursi roda untuk sementara waktu,tapi aku bisa melakukan semuanya sendiri. Ujar Amira, "kamu tinggalkan aku sendirian di kontrakan juga tidak apa-apa kok,asalkan tiap harinya kamu bawain aku belanja,biar aku bisa masak sendiri,dengan begitu aku tidak mengganggu pekerjaan kamu iya kan." Mendengar ucapan Amira hati Rangga terasa sakit,seperti di sayat pisau,dia masih tetap seperti dulu,tidak berubah dia masih Amira yang sama,Amira yang tegar,yang tidak mudah menampakkan kerapuhannya pada orang lain.


    Entah dorongan dari mana,rangga tiba-tiba memeluknya dengan begitu erat,dia tahu saat itu Amira sebenarnya sedang tidak baik-baik saja,dia sedang menutupi kesedihannya dengan sebuah senyuman.

__ADS_1


   "Maaf... Maafkan aku pernah menyia-nyiakan kamu" pinta Rangga,kali ini ucapannya terdengar tulus,dia sepertinya telah menyesali apa yang sudah di lakukannya pada Amira sebulan yang lalu.


  "Aku tidak pernah merasa di sia-siakan,kamu sangat baik kepada ku,kamu suami yang baik." Amira mengusap lembut punggung Rangga.


   "Kamu mau kan memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan?" pinta Rangga,dia juga berharap semoga Amira tidak menanyakan kesalahan apa yang pernah di lakukannya.


   "Aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu,meski aku tidak ingat kesalahan apa yang pernah kamu lakukan,aku juga tidak akan menanyakannya,sebab aku tahu itu sangat menyakitkan." Rangga melepaskan pelukannya,dan kembali melihat Amira,dia sedang menangis,Amira memalingkan wajahnya ke arah lain,tidak ingin Rangga melihat beningan kristal itu di matanya.


   "Jika ingin menangis,menangis saja,kenapa mesti di tahan,itu hanya akan membuat sesak di dada." Amira masih diam,sekarang entah apa yang ada di pikirannya.


   "Setiap aku membuka mata ku,aku selalu merasakan sakit,sa-sakit sekali disini,aku tidak tahu kenapa." Ucap Amira menunjuk hatinya,Amira terisak dan menangis


"Hiks!"


 


                 ((****)).      ((***)).


    Hari ini Amira sudah boleh pulang,Rangga sudah menyusun semuanya,dia juga sudah mengatakan pada omanya,bahwa dia akan membawa Amira pulang hari ini,omanya juga tahu kalau Rangga sedang berpura-pura menjadi suami Amira,wanita itu juga di minta untuk ikut bersandiwara.


    Keluarga Amira tidak ada seorang pun yang datang untuk menjemputnya,ini saran dari dokter agar jiwa Amira tidak terguncang seperti saat terakhir mereka menjenguknya,mungkin karena mereka sudah meninggalkan kenangan buruk untuk dia,makanya tidak ada satu pun dari mereka yang Amira kenal.


    


               .   ***********


    "Rangga,ini benaran rumah kita?" tanya amira heran,saat melihat tak ada satupun foto pernikahan mereka di sana.

__ADS_1


    "Ini rumah oma." Jawab Rangga sambil terus mendorong kursi roda Amira.


   "Kaliankan baru menikah sebulan yang lalu,jadi oma tidak mau kalian langsung pindah ke rumah sendiri,soalnya di sini oma sendirian" jelas oma Jihan,ternyata wanita yang pernah menolong Amira adalah omanya Rangga.


   "Oma?" Desah Amira dia sepertinya tidak asing dengan wajah oma Jihan.


Melihat reaksi Amira yang seperti orang bingung,Rangga langsung menanyakannya.


   "Kenapa? Apa kamu mengenal oma,kamu ingat tentang oma.?" Tanya Rangga,sebenarnya dia sangat khawatir jika Amira mengingat bahwa oma yang telah menyuruhnya bekerja di rumah mamanya.


   "Tidak,aku hanya merasa pernah melihat oma,tapi dimana,aku sendiri juga tidak ingat." Lirih Mira. "Kenapa disini tidak ada foto pernikahan kita?" Sambungnya lagi,sontak membuat Rangga kaget,bagaimana mungkin mereka memiliki foto pernikahan,menikah saja belum.


    "Emm...itu,foto kita ti...


    "Kalian tidak punya foto pernikahan,kan belum di buat acara,menikah baru sebulan yang lalu. Pernikahan kalian hari itu di buat sederhana saja,cuma keluarga yang datang,itu juga atas kemauan kamu sendiri,kamu lupa ya?" Oma menjelaskan saat melihat Rangga tidak bisa menjawab pertanyaan Amira.


   "Iya,itu benar." Tambah Rangga meyakinkan,akhirnya dia bisa bernafas lega.


   "Oh,begitu ya? Aku benar-benar tidak ingat."


   "Kamu ingin membuat acara pernikahan?"


  "Tidak,tidak perlu,tidak penting juga,yang penting kan sekarang kamu sudah jadi suami aku." Ucap Amira senang,bergetar hati Rangga mendengarnya,bagaimana kalau nanti ingatan Amira sudah kembali? Dia pasti akan kecewa saat menyadari bahwa ini semua hanya sandiwara.


\*\*\*\*


  

__ADS_1


__ADS_2