Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi
Menunggu Kepulangan Amira


__ADS_3

     Setelah berbulan-bulan di negeri tetangga akhirnya mereka pulang juga,di sepanjang perjalanan pulang Aura terus mengomel sendiri,dia kesal karena tidak ada satupun yang mau menjemput mereka,saat di telepon mereka semua mengatakan lagi pada sibuk,jadi mereka terpaksa harus pulang dengan naik taksi.


    "Santai bangat Mira,kamu nggak marah mereka mengabaikan kita begini?" tanya Aura pada Amira,saat melihat adiknya itu hanya diam saja tidak seperti dirinya.


   "Kenapa harus marah,Amira capek kalau harus ikut-ikutan ngomel nggak jelas kayak kak Aura," jawabnya cuek.


   Ya,dia tidak peduli soal mereka yang tidak sempat menjemputnya,yang pasti dia ingin cepat-cepat sampai di rumah saat ini.


    "Mir,kok kamu santai bangat?" Aura masih penasaran dengan sikap adiknya itu." kasih tahu dong!" pinta Aura.


    Amira tersenyum-senyum saat itu,karena Aura penasaran dengannya,kenapa terlihat begitu tenang.


   "Tu kan senyuman kamu kayak ada sesuatu,apa sih,coba kongsi sama aku!" bujuk Aura


    "Kakak kayak nggak tahu aja drama lebay keluarga kita,gini ya dalam bayangan aku sekarang ini,di rumah kita sudah ada kak Siska,kak Doni, Rangga dan kak Dimas,mereka sedang menunggu kepulangan kita,terus pas kita pulang mereka akan mengatakan "Surprise! Gitu lho," ucap Amira mempraktekkan.


    "Iya benar juga ya,tumben kamu pintar,bisa jadi itu. Ya sudah berarti kita biasa aja nggak usah pasang ekspresi terkejut,pura-pura ngambek aja,gimana?" usul Aura.


    "Konyol" ucap Amira tidak setuju.


  ****


     Amira dan Aura sekarang sudah sampai di depan rumahnya,mereka berdua menarik koper yang penuh dengan oleh-oleh di dalamnya,Aura membuka pelan-pelan pintu itu,saat mereka sudah masuk ke dalam,di balik pintu keluar beberapa makhluk misterius untuk mengagetkan mereka tapi sayangnya mereka tidak kaget sama sekali


    "Surprise!!!"


Ucap mereka kompak,namun Aura dan Amira hanya menatap sekilas,dengan mata tidak berkedip dan ekspresi datar,membuat mereka semua bingung,ini di luar dugaan mereka.


   Amira terus melangkah,ingin cepat-cepat merebahkan tubuhnya di sofa yang empuk.


   "Eh,kalian kok nggak terkejut sih? Kami sudah capek-capek loh membuat ini semua." Ungkap Rangga sambil mengikuti Amira dari belakang.


   "Udah ketebak." Jawab Amira.


  "Kamu Ra,ngapain juga pasang wajah cemberut gitu?" tanya Doni heran.


    "Nggak usah heran,kalian itu bukannya tungguin di bandara eh malah buat sesuatu yang konyol di sini." Ucap Aura kesal.


   "Kok konyol sih,kita kan juga ikut menyambut kepulangan kalian" timpal Dimas.

__ADS_1


   "Kebetulan lagi ngumpul di sini kan,mama mau memberikan kalian sebuah berita terbaru." Ucap mamanya.


   Tapi Amira sudah lebih dulu tahu apa yang akan di katakan mamanya,jadi dia hanya bersikap biasa aja,nggak seperti Aura yang penasaran bangat.


     "Ma,Amira ke belakang dulu,ya?"


     "Nggak mau dengerin apa yang mama omongin Mir?" tanya wanita itu.


    "Nggak,Amira sudah tahu,pasti tentang kak Dimas sama kak Siska." Jawab Amira sambil berlalu pergi,dan Rangga mengikutinya dari belakang.


\*\*\*\*\*\*


    Amira duduk dengan tenangnya di tepian kolam renang yang ada di belakang rumahnya,sambil sesekali tangannya menyentuh air di kolam renang itu,sejuk sekali.


   Dia sangat merindukan suasana di rumahnya,berbulan-bulan dia tinggalkan,tapi tidak ada yang berubah sama sekali,masih tetap sama.


   "Nggak kangen aku ni?" tanya Rangga tepat di samping telinganya,membuat Amira kaget,untungnya gadis itu tidak jatuh ke dalam kolam.


   "Ah,kamu bikin aku kaget aja."


   "Kangen nggak?" tanya Rangga sekali lagi.


  "Nggak!" jawab Mira singkat. "Mana bisa kangen,kamu tiap hari telponin aku terus,kalau nggak di angkat marah,ngambeklah."


    "Biarin."


    "Tapi kamu kangen kan sama aku?" Rangga tersenyum menggoda.


    "Ih geli tahu,lihat senyum kamu kayak gitu,dasar buaya!" ucap Amira sambil mencubit gemas pipi kekasihnya.


    "Eum bilangin terus aku buaya,nanti kalau jadi buaya beneran kamu adalah orang pertama yang aku gigit."


   "Nah gigit,gigit!!." Suruh Amira menyodorkan tangannya.


   "Hheee,bercanda doang." Ucap Rangga,hatinya selalu merasa tenang dan bahagia saat melihat Amira,dia benar-benar tidak ingin kehilangan gadis pujaan hatinya itu


    "Rangga,boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Amira menatap lekat wajah lelaki di depannya.


   "Tanya aja,aku nggak bakal nutupin apapun dari kamu.”

__ADS_1


   ”Kamu beneran tidak memiliki rasa cinta lagi terhadap Amel?” Amira menginginkan kejujuran,dan kejelasan dari Rangga,dia tidak mau hubungannya nanti akan kandas di tengah jalan hanya karena orang ketiga.


    ”Dulu saat kuliah di sana,Amel pernah nekat mau bunuh diri karena aku nolak cintanya dia,gila kan dia.”


   ”Terus kamu mau gitu aja jadiin dia pacar kamu?" tanya Amira.


   ”Terpaksa,mau bagaimana lagi?” jawab Rangga santai,dia tidak tahu bahwa saat itu Amira sedang menahan emosinya.


    ”Terus di restoran hari itu yang kamu mutusin aku gitu aja,apa itu juga perintah Amel?”


   ”Iya" Rangga menjawab singkat,mata Amira mulai berkaca-kaca mendengarnya,mungkin jawabannya Rangga yang tadi itu bisa di percaya,tapi bagaimana dengan perbuatan dia yang membuang jam pemberian darinya.


   ”Lalu bagaimana dengan jam pemberian aku yang kamu buang itu,itu bukan Amel yang menyuruh mu kan? Itu pasti keinginan kamu sendiri untuk membuat aku malu di depan Amel.” Kini air mata yang tadi di bendungnya jatuh bergulir juga membasahi pipinya.


   ”Aku minta maaf,itu memang kesalahan terbesar aku,aku masih sangat marah dengan kebohongan kamu waktu itu,aku minta maaf" pinta Rangga,dia mengulurkan tangannya hendak menghapus air mata Amira,tapi Amira menepis dengan kasar tangannya.


    ”Kamu sengaja,kamu tahu nggak gimana keadaan aku saat kamu memutuskan untuk lebih memilih Amel waktu itu? Kenapa kamu jahat banget sama aku waktu itu Rangga?"


    ”Hiks.!!”


Amira menangis pilu,dia teringat lagi masa dimana Rangga membuatnya begitu tidak berarti.


    ”Mira jangan menangis lagi ya,aku ngaku salah,aku yang salah,sudah dong” bujuk Rangga,cowok itu celingak celinguk sana sini berharap kakak-kakaknya Amira tidak ada di sana,kalau nggak dia bisa kena tinju gratis dari Dimas.


   Dengan hati masih di penuhi rasa kesal,marah,sedih semua bercampur menjadi satu Amira pergi dari sana,dia juga tidak lupa mendorong Rangga ke dalam kolam,hahha... ada-ada aja mereka berdua,Amira masuk ke dalam rumahnya dengan masih menangis,melihat hal itu membuat mereka semua kebingungan dan mulai berpikir bahwa dia dan Rangga bertengkar lagi.


    ”Mira!!” panggil Dimas,tapi Amira tidak menjawabnya,gadis itu langsung masuk ke kamarnya.


   ”Ayo coba kita lihat apa yang di lakukan Rangga pada Amira.” Ajak papanya.


    Mereka kemudian sama-sama pergi menuju kolam yang ada di belakang rumah,tempat di mana tadi Amira dan Rangga ngobrol,dan betapa kagetnya mereka saat melihat Rangga yang sudah berada dalam kolam dengan wajah menyedihkan.


    ”Rasain lo,makanya jangan suka buat orang sakit hati.” Ledek Dimas.


   ”Hahha!” mereka semua tertawa menyaksikan Rangga yang basah kuyup karena perbuatan Amira.


   ”Makanya,jangan suka bikin orang marah,tahu rasa sekarang kan?” tambah Aura.


   ”Sudah... Sudah,bantuin itu si Rangga,dan ambilkan handuk untuknya!” suruh bu Diandra sama Aura.

__ADS_1


   ”Apes benar gue hari ini,kalau saja gue tahu bakal begini jadinya,nggak bakal deh gue jawab pertanyaan Amira tadi.” Sesal Dimas dalam hatinya,tapi sebenarnya dia merasa lucu juga dengan kemarahan Amira, sempat-sempatnya gadis itu mendorongnya ke dalam kolam,hingga membuat dia basah kuyup begitu.


  


__ADS_2