Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi
Bicara Tentang Masa Depan


__ADS_3

     "Masih disini aja Ra,nggak gabung bareng yang lain.?"


      "Lagi pengen sendiri aja." Jawab Amira,dia menatap Rangga dengan tatapan lembut,malam ini kekasihnya itu tampak sangat tampan,dia bahkan sampai pangling melihatnya.


     "Biasa aja lagi ngelihatnya,kayak nggak pernah lihat cowok tampan saja," ucap Rangga dengan senyum khasnya.


       


      "Kepedean kamu." Ucap Amira,seraya menyenggol siku Rangga yang duduk di sebelahnya.


      "Memang benar kan,seperti yang aku katakan."


       "Iya,iya kamu memang tampan." Puji Amira.


      "Aku tenang berada disini,jauh dari keramaian,yang pasti hanya ada kita berdua." Ucap Mira kemudian,gadis itu menutup matanya dan merasakan hembusan angin malam yang begitu sejuk,malam ini Amira terlihat begitu tenang,tapi Rangga sudah dapat menebak kalau saat itu Amira pasti sedang memikirkan sesuatu.


     "Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?" tanya Rangga penasaran dengan apa yang dipikirkan Amira.


     "Kak Dimas sebentar lagi akan menikah,mereka sudah mendapat restu dari orang tua,lalu bagaimana dengan kita nantinya?"


    "Memangnya siapa yang berani tidak merestui hubungan kita?" tanya Rangga dengan gaya sombongnya.


     "Siapa lagi kalau bukan mama kamu!"


     "Kamu tidak tahu ya,mama ku itu orangnya pemilih. Saat itu mama memang tidak menyukai kamu,karena mama tidak tahu kalau kamu itu anak dari pengusaha ternama. Nah,kalau sudah tahu status keluarga kamu,mama pasti dengan mudah bakalan nerima kamu." Ucap Rangga terus terang.


      "Kamu barusan mengatakan kalau mama kamu itu materialistis." Ucap Amira tersenyum simpul.


     "Masa sih? Memang aku mengatakan seperti itu?" Rangga tidak menyadarinya sama sekali.


      "Ah,kamu bikin aku susah ngejelasinnya." Ucap Amira,mereka kembali terdiam kehabisan kata-kata,tapi di dalam hati masing-masing masih banyak yang ingin di tanyakan,hanya saja terhalang oleh sesuatu yang entah apa.


     "Amira,jika suatu saat entah itu kapan,aku pun tidak tahu". Ucap Rangga,membuat Amira mengerutkan keningnya,dia tidak mengerti dengan omongan Rangga.


     "Kamu tadi itu ngomong apaan sih? Aku nggak ngerti sama sekali,kamu masih waras kan?"


       "Makanya jangan dipotong dulu,aku cuma mau nanya,kalau suatu saat kamu menemukan seseorang yang lebih baik dari aku,apa kamu akan pergi ninggalin aku?"


      "Tidak,kalau kamu bisa menerima aku dan segala kekuranganku,berarti aku juga harus bisa menerima kamu apa adanya,aku tidak akan pergi meski ada yang lebih baik dari pada kamu,kecuali kalau kamu mengkhianati aku." Jawab Amira.

__ADS_1


     "Aku tidak akan mengkhianati kamu,aku janji." Ucap Rangga meyakinkan.


     "Jangan pernah berjanji,karna kamu belum tentu bisa menepatinya. Rangga,manusia itu memiliki sifat yang dapat berubah-ubah kapan saja,bisa jadi suatu saat kamu akan meninggalkan aku karena menemukan yang lebih baik dari pada aku." Tutur Amira.


     "Bukankah dalam sebuah hubungan itu,yang paling penting adalah kepercayaan?" tanya Rangga.


     "Iya,dalam sebuah hubungan yang paling penting adalah sebuah kepercayaan."


     "Berarti kamu harus percaya kalau aku memang benar-benar mencintai kamu." Ucap Rangga.


     "Saat ini aku percaya kamu memang mencintai aku,tapi tidak tahu kedepannya gimana." Jawab Amira seraya mengangkat bahunya.


    "Dengan ketampanan yang aku miliki aku sendiri pun tidak yakin kalau hubungan kita akan baik-baik saja nantinya" ucap Rangga bergurau.


    "Kamu itu nggak bisa di ajak serius sama sekali." Ucap Amira dia jadi ngambek lagi deh.


    "Aku kan ngomong apa adanya Mira,itu sebabnya tadi aku bilang kamu harus percaya sama aku,selama kita saling percaya dan tetap saling menjaga,dihantam ombak sekalipun kita akan tetap bersama,tidak akan terpisahkan seperti karang dibibir pantai,dia tetap berdiri kokoh di sana,aku ingin kita seperti itu kamu mengerti kan maksud aku?".


    Amira langsung pergi begitu Rangga mulai berpuisi tidak jelas,enggak mau deh ketularan virusnya dia.


    "Amira kamu dimana?" teriak Rangga saat menyadari bahwa Amira sudah pergi meninggalkannya sendiri di halaman belakang saat itu,Amira berlari menjauh sambil tertawa cekikikan melihat Rangga yang bicara sendiri.


  ****


      "Kalian kemana aja,pesta sudah habis baru nongol." Ucap Siska pada calon adik iparnya itu.


    "Kita tadi di halaman belakang kak" jawab Amira.


     "Ngapain kalian disana?" tanya Dimas dengan tatapan curiga.


     "Kita nggak ngapa-ngapain kok Dim,kamu bawaannya curiga mulu" ujar Rangga.


     "Ya,namanya anak muda yang sedang dimab...


     "Kita nggak ngapa-ngapain cuma ngomongin soal masa depan aja" potong Amira,itu kebiasaan dia,memutuskan pembicaraan orang lain,apalagi omongan yang dia sendiri tidak suka mendengarnya.


     "Bagus deh." Ucap Dimas.


     "Kamu jadi pulang nggak,biar aku anterin sekalian?" tanya Rangga pada Amira.

__ADS_1


     "Nggak usah,Amira biar pulang sama aku aja." Cegah Dimas,dia seperti tidak ingin memberikan terlalu banyak kebebasan untuk adiknya itu.


    "Aku biar pulang sama Rangga aja kak."


     "Kamu pulang sama kakak!" tegas Dimas dia tidak setuju,ada apa dengan dia malam ini,terlihat sangat waspada sama Rangga.


    "Bukannya kamu pulang sama mama dan papa kamu Dim?" tanya Siska kemudian.


    "Iya,kak Aura juga pulang bareng kak Dimas kan,jadi kalau begitu biar aku pulang sama Rangga." Akhirnya Amira menemukan alasan yang tepat untuk bisa pulang dengan Rangga.


    Dimas menatap Rangga dengan pandangan aneh,Rangga risih di tatap seperti itu dia pun berkata. "Kamu jangan takut,aku nggak bakal melakukan hal yang buruk terhadap Amira." Rangga meyakinkan.


    "Dimas,kamu terlalu berlebihan deh,ini nih yang namanya korban sinetron" ledek Siska,mereka kemudian sama-sama menertawakan Dimas.


    "Nggak lucu!" ucap Dimas kesal dan berlalu pergi,dia masuk ke dalam untuk menemui kedua orang tuanya dan Aura yang masih ngobrol sama keluarga Siska.


     "Yach... Dimas malah pergi."


     "Susul sana.!!" Suruh Amira


    "Ya sudah aku masuk dulu ya,kalian nggak apa-apa aku tinggalin disini?" tanya Siska sebelum berlalu pergi dari sana.


    "Nggak apa-apa." Rangga dan Amira menjawab serempak,kini hanya tinggal mereka berdua disana,karena semua tamu undangan sudah pada pulang.


     "Jadi besok rencanannya kamu mau kemana?"


     "Kamu kan kerja,nanti ganggu lagi" jawab Amira,dia sangat pengertian dengan kesibukan kekasihnya,dan karena itulah membuat Rangga semakin mencintai dirinya,dia itu orangnya pengertian,tidak banyak menuntut dan yang pasti setia.


     "Tenang aja,besok bisa libur sehari. Soal cafe sudah ada Dimas. Nah,kalau urusan kantor ada Devan." Jawabannya terdengar santai,sepertinya cowok itu tidak terlalu ambil pusing dengan pekerjaannya.


    "Bagaimana kalau kerumah mama kamu?" usul Amira.


    "Kamu yakin?"


    "Kenapa nggak,lagian aku sudah punya bodyguard sendiri," jawab Amira sambil senyum-senyum sendiri.


    "Bodyguard?" Rangga kelihatan bingung.


    "Kamu lupa sama Cici,kayaknya untuk ketemu sama mama kamu besok aku bisa jadiin Cici sebagai teman deh." Ucap Amira bersemangat.

__ADS_1


  "Terserah kamu aja Mir,yang penting kamu senang."


__ADS_2