
Di kamarnya Amira terus mengomel-ngomel sendiri,ternyata dia masih belum benar-benar bisa memaafkan Rangga,Aura kemudian masuk ke kamarnya dan berusaha menenangkan gadis itu.
"Kamu kenapa lagi sih Mira?"
"Masih kesal sama perbuatan Rangga dulu sama aku" jawabnya jujur.
"Kamu bilang mau ngelupain semuanya dan ingin membuka lembaran baru,ini mah namanya bukan lembaran baru,tapi masa lalu." Ucap Aura bergurau.
Mendengar perkataan kakaknya Amira semakin cemberut.
"Tuh kan mulai lagi deh,kak Aura pun sama."
"Temuin Rangga tuh di bawah,kasian tahu dia kamu gituin." Ujar kakaknya.
"Harus ya?" tanya Amira tidak peduli
"Harus bangat,emangnya kamu mau kalau Rangga pergi lagi dari kamu?" Aura mulai menakut-nakuti.
"Nggak mau lah" akhirnya Amira turun juga untuk bertemu dengan Rangga.
*******
"Masih marah sama aku?" tanya Rangga dengan sikap manjanya.
"Enggak lagi" jawab Amira singkat.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya,kepala aku tiba-tiba pusing." Ucap Rangga,sengaja mau ngetes Amira,apakah dia bakalan khawatir atau nggak.
"Iya pulang aja,mau aku anterin sekalian?"
"Nggak usah,masih bisa nyetir sendiri kok" jawab Rangga,cowok itu bergegas bangun dan melangkah keluar,langkah kakinya sengaja di pelankan,dia masih berharap Amira mencegahnya untuk pulang sendiri.
"Duh,kok dia nggak manggil aku sih?" batin Rangga.
"Pasti berharap di panggil tu" ucap Mira dalam hatinya.
"Mir,kok nggak manggil aku sih,bilang kek biar aku anterin,takutnya nanti kenapa-napa di jalan." Batin Rangga.
"Biar tahu rasa tu orang." Ucap Amira masih dalam hatinya.
"Nggak usah membatin sendiri di sana,kalau mau pulang ya pulang aja." Suruh Amira.
Rangga akhirnya langsung mempercepat langkahnya membawa perasaan kecewa atas sikap cuek Amira.
\*\*\*\*\*\*\*
Rangga dan Amira turun dari mobilnya,setelah sekian lama muter-muter nggak jelas cuma buat cari tempat makan yang enak,akhirnya mereka memilih makan mie bakso di pinggir jalan.
"Gadis aneh,kita ajakin ke restoran mewah nggak mau,udah capek muter-muter akhirnya makannya disini juga" ucap Rangga.
"Ngapain ke restoran mewah emang seberapa enaknya makanan di sana?" tanya Amira.
__ADS_1
"Ya ena...
"Bang mi baksonya dua ya.!" Seru Amira.
"Iya,siap neng" jawab si abang tukang bakso penuh semangat.
Rangga hanya menatap kesal ke arah Amira,sepertinya dia sengaja memutuskan omongan Rangga.
"Mir minta dong." Ucap Rangga tersenyum genit ke arah Amira.
Amira mulai menaruh sikap waspada,Rangga akhir-akhir ini sering aneh sikapnya.
"Minta apa?" tanya Amira memelototi Rangga.
"Emang boleh ya?" Rangga balik nanya.
"Tergantung kamu mintanya apa?" jawab Amira.
"Kamu yang traktir,boleh kan?"
Mendengar jawaban Rangga,Amira mengelus dadanya dengan lega.
"Syukurlah." Ucap Amira.
"Pasti tadi mikir yang aneh-aneh,iya kan?" tebak Rangga,sambil senyum-senyum.
"Iya lah,habisnya permintaan kamu suka aneh-aneh."
"Emang tadi kamu mikirnya aku minta apa?" Rangga penasaran.
"Ini neng mi baksonya datang" ucap si tukang bakso,sambil menaruh mangkuk mi di tengah-tengah mereka berdua.
"Wah enak nih kelihatannya." Puji Rangga.
"Oh,sudah pasti dong,makanan di pinggir jalan juga nggak kalah enaknya di bandingkan dengan restoran,dulunya kan kamu juga suka makan di pinggir jalan." Amira sedikit mengulang masa lalu mereka.
"Iya..iya kamu benar" jawab Rangga,baru aja ingin memasukkan mi ke dalam mulutnya,eh itu sendok malah terjatuh karena teriakan Amira.
"Aaaa...!!!."
"Kenapa sih.?" Rangga bingung
"Panas" jawab Mira sambil mengipas-ngipasi mulutnya dengan tangan.
"Rasain,makanya kalau makan pelan-pelan."
"Eh kenapa itu?" ucap seseorang yang berdiri di pinggir jalan
"Orang kecelakaan ya?"
"Eh iya,coba kita lihatin yuk.!" Ajak seorang gadis remaja pada temannya.
__ADS_1
Amira mulai tidak fokus memakan mi baksonya,dia juga jadi ikut penasaran.
Tapi Rangga terlihat biasa-biasa aja,tidak terkecoh sama sekali dengan keadaan di sekitar.
Orang-orang mulai berlarian ingin melihat peristiwa berdarah itu.
"Rangga,kita tengok yuk!" ajak Mira.
"Nggak baik,makan itu aja dulu,mau ngelihatin apa emang? Nggak baik kalau mau ngelihatin doang,kalau punya niat di bantuin sekalian,emang kamu mau?" tanya Rangga.
"Ayo...!! Aku penasaran Rangga..." Amira terus merengek memaksanya membuat Rangga tidak punya kesempatan lain selain menuruti keinginan pujaan hatinya.
"Rangga,itu bukannya mobil yang sering di pakai Amel?" tunjuk Amira,saat melihat mobil yang kecelakaan tadi,mobil itu terlihat terbalik,pasti pengemudinya terluka parah.
\*\*\*\*\*\*
Amira dan Rangga sedang berada di rumah sakit saat ini,ternyata benar yang kecelakaan tadi itu adalah Amel,perempuan yang sudah menghancurkan hubungan Amira dan Rangga,namun Amira masih berbaik hati pada gadis itu,sekarang dia bahkan terlihat sangat khawatir dengan keadaan Amel yang sedang berada di IGD.
"Kamu sangat mencemaskannya,kamu adalah teman yang baik." Ucap Rangga salut akan kebaikan hati Amira.
"Nggak usah bercanda,nggak lucu" tukas Amira.
"Siapa yang bercanda,oh iya Mira,tadi aku sudah menelpon Lisa sebentar lagi dia juga pasti akan tiba di sini,jadi kita sudah bisa pulang." Ucap Rangga,Amira melihatnya dengan tatapan tidak senang.
"Kamu kalau mau pulang,pulang aja sana,aku mau di sini aja nunggu sampe kondisi Amel benar-benar membaik." Ucap Amira ketus
"Ya sudah aku temanin kamu di sini." Suara Rangga terdengar seperti orang yang sedang kecewa,sedih lebih tepatnya,tapi kenapa?
Amira juga melihat wajah murung kekasihnya itu.
"Wajah Rangga kenapa terlihat sedih gitu,ya?apa karena aku terlalu jutek sama dia,ah masa sih?" Mira mulai menduga-duga dalam hatinya.
"Rangga,kamu lapar nggak?" tanya Amira lembut.
"Lapar bangat malah." Ucap Rangga sambil mengelus perutnya,memperlihatkan bahwa dia memang sangat kelaparan saat itu,makan mie pun tadi tidak sempat di habiskan karena Amira langsung mengajaknya pergi.
"Tunggu sampai Lisa datang ya?"
Rangga hanya mengangguk dan tersenyum senang,karena merasa Amira sudah kembali seperti dulu,Amira yang lembut dan penuh perhatian,tidak seperti beberapa bulan terakhir ini bawaannya cuek terus.
*****
"Gimana keadaan dia sekarang?" tanya Lisa yang baru tiba saat itu.
"Masih di tangani dokter,Lis" jawab Amira.
"Makasih ya,sudah mau nganterin dia kerumah sakit,padahal dia sudah berbuat jahat sama kamu." Ucap Lisa dengan tulus.
"Nggak apa-apa,sudah berlalu jangan di ungkit lagi." Ucap Amira,Lisa kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Rangga. "Aku lihat dari tadi Rangga tampak kurang fresh gitu,apa dia sakit?" tanya Lisa pada Amira.
"Dia belum makan,kamu tunggu di sini sebentar nggak apa-apa kan,aku mau nemenin Rangga makan dulu." Pinta Amira,Lisa kemudian mengangguk dengan senang hati.
__ADS_1
*****