Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
10.Pertaruhan Sersan Toni


__ADS_3

Waw....Toni terbelalak dan kagum dengan senapan Andi..


"Hei jim..kau lihat ini..""


"Kenapa dengan senapan itu??"


"Ini salah satu senapan sniper terbaik dunia dan mematikan McMillan T**50, jangkauan tembaknya sampai 2,4 km, gila juga orang ini"


"Segera kau rakit senjata itu,keselamatan mereka terancam,aku sudah menghubungi komandan dan memberikan info"


Tidak berapa lama Toni berhasil merakit senapan itu, salah satu keahlian Toni adalah merakit senjata dengan cepat, kurang dari 1,5menit senjata sudah terbentuk..


"Jim...kau cek drone mininya, apakah ready to take off"


"Ini drone apa?? kenapa sangat kecil??"


"Hah...kau ini serba tidak tau, pacuan kuda saja yang kau tau.."


"Sialan kau..."


"Itu black Ho***t namanya denga Thermal sistym"


"Sudah ...kita berangkat"


Baru saja sniper itu kembali melepaskan tembakan ke arah pohon besar tadi,


Sial...masih belum dapat juga dimana dia.kenapa lama sekali mereka berdua


Andi mengumpat dalam hatinya sambil melirik Nency yang mengikuti perintahnya..


Lucu juga wajahnya kalau lagi ketakutan seperti ini..


"Nona...maaf tadi saya terlambat datang"


"Tidak apa apa, terima kasih sudah menyelamatkan ku, bagaimana dengan luka di tanganmu??"


"Itulah tugas saya Nona melindungimu, tangan saya tidak apa apa hanya ke serempet saja"


Drrttt..drrttt


"Ya..."


"Kami sudah dekat taman, bagaimana dengan peralatan yang kau minta??"


"Bagaimana apanya??

__ADS_1


"Mengantarkan nya kepadamu"


"lewat ekspedisi juga boleh.."


"Sial kau..." Toni menutup telpon nya...


"Jim punya ide bagaimana mengantarkan senjata plus drone nya andi??"


Mereka memarkir mobil dekat taman namun tersembunyi, sambil berfikir keras bagaimana mengantarkan mainan Andi..


"Kau tadi bilang apa sama komandan??"


"Hanya minta amankan taman, karena ada perang sniper sesaat lagi"


Secara tidak sengaja ada seorang gelandangan lewat dengan membawa dua karung.


"Hei pak kemari"


"Ada apa??"


"Pak kusewa sebentar baju,topi dan ku beli karungmu ini"


"Buat apa??"


Segera gelandangan tadi menuruti perintah Toni, dalam sekejap Toni sudah berubah penampilannya dengan menyewa baju gelandangan tadi.


Tidak lama kemudian Toni memghubungi Andi


"Bung posisi mu di sebelah mana??"


"Aku dibelakang dua pohon besar di pinggir jalan sebelah timur"


"Baiklah tunggu disana, mudah mudahan aku segera tiba dengan selamat"


"Baik, berhati hatilah"


Jimi sangat mengkhawatirkan partnernya dengan opsi yang dia pilih, Toni sendiri yang mengantarkan mainan ( Senjata dan perlengkapan tempur ) pesanan Andi.


"Kawan kau yakin dengan Ide ini??"


"Hanya ini opsi yang kita punya,"


"Kita bisa minta tim khusus untuk mengantarkan nya kawan atau sekalian membasminya"


"Jim...jikalau tim khusus yang mengantarkan, maka akan sangat keliatan mencolok yang ada mereka akan jadi sasaran empuk sniper"

__ADS_1


"Benar juga," Jimi melepas Rompi anti pelurunya


"Ini pakai lah,paling tidak jikapun tertembak tidak akan parah"


Toni tidak ingin mengecewakan rekannya, kemudian memakainya sebenarnya Toni tau peluru sniper itu pasti akan menembus rompi ini,karena biasanya sniper menggunakan senapan kaliber besar,namun Toni tidak ingin melihat Jimi tambah khawatir dan panik.


Toni kembali menghubungi Andi.


"Baiklah bung....kurir segera berangkat sesaat lagi,"


" Oke berhati hatilah"


"Baik bung"


"Semua mainan Andi sudah masuk??"


" Sudah, hati hati kawan semoga berhasil"


Jimi memeluk Toni, sedangkan Gelandangan tadi masih terpana dan bingung melihat kejadian di depan matanya..Toni mulai melangkah dan menyisir pinggiran taman,sambil sesekali dia mengorek ngorek tempat sampah yang dia temui, terus Toni menyisir bak sampah dipinggir taman, kemudian Toni menyebrang mengorek tempat sampah di tengah taman, beruntung di dekat Andi dan Nency sedang berlindung ada tempat sampah.


Klik...klik...klik....seseorang di dalam gedung memperbesar jangkauan tangkapan Tele nya.


Hmmm...hanya seorang gelandangan alias tunawisma..kenapa dia tampak santai, tidak memperhatikan keadaan taman yang sepi


"Crek....crek*....'


Orang itu mengokang senjatanya, sambil membidik gelandangan tadi,


Tuhan...lindungi saya Tuhan, ngumpetbdi sebelah mana tu sniper, tidak ada pergerakan sama sekali, baiklah sedikit lagi.


Tiba di sebelah pohon, Toni melihat Andi dan Nency tiarap di tanah, segera Toni meninggalkan satu karung yang berisi mainan Andi, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua


Hmm...kenapa gelandangan itu berdiri disana sedikit lama...kliiiik...kliiiikk....kliiiik , dia hanya berdiri tanpa ekspresi disitu. apa yang sedang di lakukannya..siapa tau dia bisa memancing wanita dan laki laki itu keluar.


Kemudian Toni berlalu dengan santai nya, Andi memberikan kode jarinya membentuk lingkaran, segera Andi mengeluarkan Drone mini nya dan mempersiapkan senapan nya, tidak terasa Toni sudah mendekati bangunan di seberang nya..Toni mencoba berjalan dengan santai ingin menyebrangi taman, sambil kepalanya tetap seperti kipas angin menoleh ke kanan dan ke kiri.


Apa yang sedang di cari tunawisma itu, nampak sedang mencari sesuatu.


Sniper gelap itu terus memperhatikan gerak gerik Toni melalui tele nya.


-------------


**Ayo .....Author tunggu like and vote nya.....


eeeh lupa...kasih juga saran dan masukannya dari Readers semua....Thank you ya**

__ADS_1


__ADS_2