
Dengan berurai air mata bibi Zhe di gelandang Toni nampak semua mata terkejut dan tidak percaya atas apa yang mereka lihat,sementara Steven melemparkan tatapan kebencian kepada wanita setengah tua itu, Steven tidak menyangka wanita yang bertaun taun mengabdi di keluarganya tega berbuat keji, ketika Toni akan membawa bibi Zhe ke luar ruangan itu Andi berdiri.
"Tunggu....."
"Ada apa???" Toni keheranan
"Kau memiliki basic sebagai penyidik, namun analisa mu lemah bung, kau hanya mendengarkan kesaksian tanpa analisa yang mendalam."
Toni hanya terdiam, dia berpikir dengan keras bagian mana yang dia lewatkan dan lupakan.
"Apa maksudmu Andi??? bukan kah semua sudah jelas???" ungkap Steven
"Benar tuan secara kasat mata semua nya jelas, namun ada beberapa hal yang terlewatkan,"
"Benarkah???" Steven sedikit mereda emosinya.
"Ya tuan...dudukkan kembali bibi Zhe bung."
"Baik..."Toni menuruti perintah Andi.
"Paman Chong....paman tadi mengatakan meninggalkan bubur untuk mengambil daun mint atau tepatnya memetik daun mint,untuk di campurkan ke dalam bubur benar begitu???"
"Iya benar..."
"Paman....sejak kapan ada tanaman pohon mint di sekitar vila ini???"
"Eeeh....aaa ada di sekitar ssinii..." Paman Chong auto gagap dengan pertanyaan Andi
__ADS_1
"Tidak ada paman....setelah saya tiba saya berkeliling di sekitar sini sampai 4x karena keamanan tanggung jawab saya, walaupun saya lalai atas kejadian ini, dan saya tidak menemukan pohon mint paman disini paman'
Paman Chong terdiam.
"Maksud saya saya mengambilnya di gudang penyimpanan makanan."
"Kalau itu saya benarkan, selama paman memasak dan mengabdi di keluarga tuan Steven apakah paman pernah sedetik pun ketika memasak meninggalkan masakan paman??"
"Tiii...ttttiiidak pernah kkeeee cuali kemarin tuan." Paman Chong nampak seketika pucat pasi dan berkeringat.
"Kenapa paman gelisah???" atau kah paman pelakunya???!!!" ucap Steven.
"Saya lalai tuan nnnaaamun saya bukan pembunuh ling."
" Paman tidak mengaku,bibi tidak mengaku lalu siapa???!!! kau...!!!! berarti kau....!!!" Steven menunjuk Cun yang sedari tadi diam saja, cun nampak sangat terkejut dengan apa yang di lakukan majikannya.
"Tuan...sabar lah inilah pekerjaan seorang penyidik atau detektif pembunuhan tuan, melelahkan,menguras tenaga dan semuanya demi menguak misteri ini, karena biasanya tersangka bisa dengan santai memainkan emosi kita bahkan jika salah karena kita terpancing emosi, kita akan menuduh orang yang salah tuan."
"Andi....apakah baiknya tidak langsung kau ungkap saja semuanya??" Nency tiba tiba berbicara.
"Nona...disinilah point utaman nya, ketika dia bisa memainkan emosi semua orang, kita pun harus bisa memainkan emosi pembunuh itu nona."
Apa yang di katakan Andi benar...kenapa aku sampai melupakan beberapa detail...Gumam Toni dalam hati.
"Bung...saya tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, benar kata nona Nency kenapa tidak kau ungkap saja sekalian, biat semua cepat selesai." Ucap Jimi kepada Andi
Andi hanya tersenyum simpul mendengat kan perkataan Jimi.Tiba tiba Andi mengalih kan pandangannya kepada Cun.
__ADS_1
"Cun...." Sekejap Andi melihat Cun terkejut karena namanya di panggil.
"Eeeh....iya ssssaaayaaa tttuaan.."
"Rasanya tidak adil jika kita tidak bertanya kepada Cun." ucap Andi kepada semuanya yang ada di ruangan itu.
"Cun...pada saat kejadian pagi itu kau dimana???"
"Saya di kamar tamu tuan...sedang membersihkan kamar tamu."
"Berapa lama kamu di dalam kamar tamu??"
"Sekitar 15 menit tuan."
"Kemudian???"
"Ketika saya keluar dari kamar menaruh barang barang yang saya bawa dari kamar tamu ke gudang disitulah...... saya menemukan mayat Ling di bawah meja tuan...hiks...hiks....hiks...." Cun seketika menangis.
"Jika semua seperti ini .....maka siapa pelakunya???" Steven mulai tidak sabar dengan semua sandiwara ini.
"Tuan baiknya anda dengar dan menyimak semuanya." Andi kembali menenangkan Steven.
Sejenak suasana ruangan hening, semua nampak dengan pikirannya masing masing terkecuali Andi.Dengan santai Andi melihat ke layar IPAD nya dan mereview hasil rekaman camera tepat pada saat peristiwa kematian Ling.
Diatas merupakan Visual dari Andi pas kan kira kira???? minta sarannya para READER nih... dengan alat komunikasi yang nyantol di telinga nya .
__ADS_1
**Terima kasih yang sudah mampir...like and vote nya sangat berharga buat kita lo....
Jangan lupa jaga kesehatan, gunakan masker, cuci tangan , jaga jarak**...