
Andi merasa luka luka nya sudah mulai pulih, pagi itu Andi kembali mencium aroma masakan dari dapur, seperti biasa Andi melakukan patroli Virtual melalui IPAD nya dan melihat Nency kembali memasak di dapur, kemudian Andi mengalihkan patroli virtualnya ke sudut ruangan lain, tak lama kemudian
Tok....tok....tok.... belum sempat Andi membuka pintu, pintu terbuka sendiri
Ceklek....
"Nona Nency...ada apa??? " Andi sedikit terkejut dengan kehadiran Nency
"Ayo kita sarapan, aku sudah membuat sarapan untuk kita"
"Aaah...Nona sudah beberapa hari ini nona memasak untuk kami disini, ini terlalu merepotkan"
"Apakah aku tidak boleh membayar utang nyawaku kepadamu dengan memasak makanan untukmu??"
"Nona...ini sudah tugas saya nona, saya di kontrak untuk melindungi nona"
"Memangnya kalau kau di bayar melindungiku, aku tidak boleh memasak untukmu??"
"Boleh nona, tapi saya merasa ini sedikit berlebihan nona.."
"Jika kau tidak mau memakannya, aku akan membuangnya sekarang juga" Nency membalikkan badannya, namun secara reflek Andi memegang tangannya dan tidak sengaja tubuh Nency tertarik ke dalam dekapan Andi, mata mereka saling beradu pandang, Andi tersadar dan langsung melepaskannya
"Maafkan saya Nona..maaf, saya tidak bermaksud demikian"
Ooh...dekapanmu begitu hangat kurasakan dan aku merasa nyaman dalam dekapan mu Andi...Nency hanya bergumam dalam hati
"Ii...iya aku maklum" Wajah Nency berubah merona sesaat.
"Baik Nona aku akan sarapan, sayang makanannya di buang"
Nency tersenyum dan segera turun menyiapkan sarapan di meja makan.
"Wah apakah kami tidak diundang sarapan nona??" seloroh Jimi
Nency hanya memberikan kode melalui tangannya kepada Jimi dan Toni, beberapa saat kemudian mereka sudah menikmati sarapan bersama, nampak Nency mencuri pandang ke arah Andi beberapa kali.
"Wah nona..masakan nona sangat lezat, pasti tuan Steven bahagia punya calon istri pandai memasak"
Nency hanya tersenyum simpul
"Kau tidak tambah Andi??"
"Cukup Nona, terima kasih untuk sarapan nya yang lezat"
Nency tersenyum kegirangan, sementara Toni yang memperhatikan dari tadi dan tidak bersuara sedikitpun merasakan sesak di dadanya.Tiba tiba hujan turun cukup lebat Andi kembali patroli Virtualnya, nampak satu cameranya mati.
"Hmmm apa yang terjadi,kenapa di sebelah utara rumah tidak hidup cameranya??"
"Camera nya mati bung??" Toni yang duduk di sebelah Andi ikut melihat juga
"Sepertinya demikian , kalian tetap di dalam awasi nona Nency, aku akan cek camera itu"
"Baik, tenang saja akan kami kerjakan perintahmu"
Setelah Andi berada di lokasi camera itu.
Hmmm...benar cameranya lepas, sepertinya lepas tertiup angin kencang.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Andi menaiki tangga untuk memperbaiki camera itu, sedang asik memperbaiki camera Andi heran kenapa tiba tiba dia tidak merasakan hujan yang turun.
"Kenapa kau tidak membawa payung atau memakai jas hujan?? Hujannya cukup deras Andi"
"Eeeh Nona..apa yang kau lakukan disini?? segera turun Nona, nanti kau kehujanan dan sakit"
"Aku ingin menemanimu disini"
"Tapi Nona ini hujan, kau bisa terjatuh dan masuk angin"
"Kau sendiri hujan hujanan, sudah aku akan memayungimu selama kau di atas sini"
Andi hanya diam dan tidak dapat lagi membantah Nency
"Andi....sudah berapa lama kamu di militer?"
"Baru 6 tahun nona, kenapa nona tiba tiba menanyakan itu?"
"Baru 6 tahun, tapi keahlianmu sangat luar biasa"
Andi hanya diam saja dan terus memperbaiki camera itu secepatnya agar Nency juga segera turun.
"Apakah di negaramu kau sudah memiliki pacar atau istri??"
Andi hanya menoleh dan menggeleng.
"Masa orang sepertimu tidak memiliki pacar??"
Andi kembali tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.
Andi menghentikan kegiatan nya seketika dan memandang Nency dengan lekat,merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Apa Nona?????"
"Iya....kalau kau tidak.memiliki pacar, aku saja yang jadi pacarmu "
Andi hanya diam dan melanjutkan kegiatannya
Aaah kenapa jadi begini??hmmm....seandainya kamu bukan tunangan tuan Steven, mungkin aku mau tapi itu semua tidak mungkin terjadi"
Melihat Andi yang diam saja tanpa ekspresi, Nency mengaitkan kaki kirinya di tangga dan pura pura terpeleset.
"Aaaaaaa....." secepat kilat Andi menangkap tubuh Nency, Nency dengan erat memeluk tubuh Andi, segera Andi membawa Nency perlahan menuruni anak tangga.
Di bawah guyuran hujan wajahmu nampak lebih tampan,pelukan mu membuatku tenang dan nyaman Andi.....oooh seandainya saja...ntah apa yang membuatmu diam seribu bahasa Andi...
Sesaat kemudian mereka sampai di bawah,andi melepaskan pelukan nya kepada Nency namun tidak dengan Nency, dia masih saja nergelayut manja memeluk Andi.
"Nona kita sudah di bawah nona, segera lah masuk ke dalam bajumu sudah basah..nona..nona"
Apakah dia pura pura pingsan???....
Andi kemudian memencet hidung Nency, tidak berapa lama Nency bangun karena tidak bisa bernafas.
"Kau tega...aku tidak bisa bernafas"
"Maaf nona,tidak enak dilihat yang lain, segera ganti bajumu nona, nanti kau masuk angin"
__ADS_1
"Baik...kau juga ya"
Andi hanya mengangguk dan tersenyum.
"Hei...kau bisa tersenyum juga rupanya"
******
Sementara di salah satu airport, Steven tampak kesal sekali karena pesawatnya delay berjam jam, malah kini pihak maskapai memberikan informasi, penerbangan delay sampai 2 hari karena cuaca buruk.
"Shiit....!!!! kenapa harus terjadi lagi sih.."
Tuut....tuuuuut....
"Halo...."
"Iya....ada apa??"
"Kau baik baik saja sayang???, aku sangat mengkhawatirkan mu"
"Iya aku baik baik saja, pesawatku kembali delay karena cuaca buruk"
"Tak mengapa, aku merasa aman disini"
"Oya..rencana mu tempo hari ingin minta ganti pengawal jadi???"
"Tidak usah..biar yang ada saja, nanti kamu repot mengurus administrasinya lagi, lagian juga tugasnya mau selesai" Nency di sebrang telpon berkata sambil melirik Andi yang sedang memeriksa jendela.
"Baiklah ika begitu, segera aku usahakan pulang secepatnya"
"Tidak usah terlalu khawatir, semua baik baik saja."
"Baiklah, I love you sayang"
"Iya.." Nency menutup telponnya, sedari tadi Nency hanya fokus melihat Andi yang sedang mengganti kaca jendela dengan kaca anti peluru, Andi khawatir jika tiba tiba ada serangan sniper seperti tempo hari, untung saja tempo hari sniper nya tidak terlalu mahir, karena banyak mis nua sementara Steven merasa bingung mendengar suara dan perubahan Nency, dia terdengar datar saja dan tidak ada rasa khawatir seperti sebelumnya.
Aaah....... mungkin Nency sudah merasakan nyaman dengan ada nya Bodyguard profesional,.....kemarin dia belum merasakan aman dan nyaman.
*******
"Memangnya semua ini perlu bung??"
"Iya..untung saja kemarin snipernya kelas teri, dua kali dia melepaskan tembakan, meleset dia tidak berhitung asal tembak, jika sniper nya kelas kakap, sekali tembak aku dan nona Nency hanya tinggal fhotonya saja"
Nency yang mendengar iti hanya melirik melihat Andi dengan tatapan mesra Andi pun melirik juga ke arah Nency, nency pun menyambung kata kata Andi
"Untung aku punya Bodyguard hebat, semua beres semuanya"
Dan sekarang kau menjadi Bodyguard hatiku Andi
Jimi dan Toni saling lempar pandangan dan berdehem.
"Oya aku lupa....aku juga punya dua pengawal super...hahahahaha" Baru kali ini Nency tertawa lepas.
----------------------
Jangan lupa di bantu ya....Like, Vote dan masukannya..biar tau nih..ceritanya gimana dan mau seperti apa ending nya...
__ADS_1