
"Ini...benar benar gila...!!! huaaaaa...."
Nency menangis sejadi jadi nya ketika sampai rumah, Nency tidak ingin lagi menghubungi Steven,karena dia tau jawaban Steven pasti itu itu saja, sedangkan Nency sudah merasa mulai gila dengan pengawalan ketat Andi.
Sebenarnya jauh di dalak lubuk hati Andi, Andi faham dan mengerti dengan apa yang di rasakan Nency, namun keselamatan Nency yang utama, Andi berharap para mafia dan koruptor yang namanya ada di dalam Chip itu bisa segera tertangkap.
Tiba tiba Hanphone Andi berbunyi, tertulis Steven..
"Selamat malam Tuan Steven"
"Dimana Nency??kenapa dia tidak mengankat telponku?"
Andi segera memeriksa lewat IPAD nya.
"Nona Nency tidur tuan"
"Oh ya sudah, tapi dia baik baik saja kan?"
" Iya..baik saja"
Keesokan harinya, Nency sudah bersiap siap dengan pakaian rapi.
__ADS_1
"Mau kemana Nona??"
Nency tidak mempedulikan pertanyaan Andi, Nency berlalu begitu saja, namun dalam sekejap Andi sudah berada di depan pintu, Kali ini Nency tidak bicara sedikit pun , hanya tubuhnya yang bergerak ke kiri ke kanan, namun tidak berapa lama kemudian
"PLAAAAAAKKKKKK......!!!!!!"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Andi..Andi nampak terdiam setelah mendapar tamparan itu,
"Itu tidak seberapa sakit dengan perlakuan yang kau berikan kepadaku..!!!"
"Aku hanya menjalankan tugasku Nona, cobalah nona mengerti"
"Tugas???!!! tugas apa??!! kau tak lebih seperti memperlakukan seorang tawanan..!!!"
"Aaaah....!!!! aku tidak peduli...!!! kau mau apa????!!! aku sudah lelah berhari hari menangisi keadaanku..."
"Nona kami harap nona mengerti , kami tidak ingin memperlakukan nona seperti ini" Jimi menambahkan
"Aku tidak peduliiiiii !!!!!!!!....kalian puas...!!!"
"Baik....!!!! Jika itu maumu....!!! tiba tiba suara Andi membuat orang seisi ruangan terdiam dan menoleh ke arah Andi.
__ADS_1
"Jika itu baiik...!!!! aku tidak akan peduli lagi dengan keselamatanmu, mulai sekarang kalian berdua yang bertanggung jawab penuh dengan keamanan wanita ini..!" semua terdiam tidak ada yang berani bersuara, semuanya ketakutan, tiba tiba wajah Andi terlihat seperti sedang ingin mencabut nyawa orang, dengan tatapan tajam dan tanpa ekspresi, Andi kemudian berlalu meninggalkan mereka .
"Kaaa...kalian siapkan mobil aku ingin ke taman, kalian berdua ikut menaniku" nampak suara Nency sedikit bergetar karena bentakan Andi, Andi merebahkan dirinya di kasur
Haaah...apa yang sudah kulakukan, kenapa aku memarahi klien ku...maaf kan aku Nona jika saja kau mengerti dan bisa kooperatif mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.
Andi mengambil IPAD nya dan dia melihat mobil Nency baru saja berangkat, segera Andi mengambil jaket dan perlengkapan senjatanya, kemudian mengikuti mobil Nency dari jarak pandang aman.
"Kita tidak jadi ke taman"
"Kemana Nona???"
"Aku ingin ke Mall saja, aku sudah lama tidak Shooping
"Baik kalau begitu"
Tanpa mereka sadari 3 mobil mengikuti mereka dari tadi, sementara Andi membuntuti menggunakan motor, sesampainya di mall, Toni berada di depan Nency dan Jimi di belakang Nency, kepala Jimi dan Toni persis seperti kipas angin toleh kanan toleh kiri, namun mereka tidak menyadari sudah ada sekitar 20 an orang mengintai mereka.
Ketika tiba di stand butik Nency melangkah ke dalam butik, memilih baju baju yang menarik perhatiannya, sementara Toni di luar Toni dan Jimi tidak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam butik.
Mereka ini mengawal Nency atau apa, aku lewat saja mereka tidak mengenaliku, dasar kurang peka
__ADS_1
-----------------------