
"Hei bung....kenapa kau nampak tenang tenang saja dan asik melihat IPAD mu???" Toni menghampiri Andi.
"Karena disini lah kunci dari kasus kematian Ling."
"Tapi....bukan kah kau katakan di rekaman camera tidak terlihat apa apa.???" semua nampak normal???"
"Kau ini bagaimana???Katanya mantan penyidik tapi banyak bingungnya.."
"Eeeh...." Toni menggaruk hidung nya yang tidak gatal.
"Chun...bisa minta tolong bikin kan kopi untuk kita semua??" Perintaj Andi kepada Cun
"Eeeh...bung kau ini banyak permintaan ya??"
Andi hanya tersenyum simpul.
"Tidak apa apa kan tuan??"
"Yaaa...biar sedikit rileks"
Sepuluh menit kemudian Cun kembali membawa beberapa cangkir kopi panas, segera saja Cun wara wiri membagikan kopi kepada masing masing yang ada di ruangan itu karena Andi minta di gelas masing masing bukan di teko.
"Andi....segeralah ungkap siapa dalang dari kasus ini.....aku sudah agak lelah ini sudah tengah hari." Nency meminta kepada Andi.
"Baiklah...tuan Steven saya minta izin."
"Ya silahkan.."
"Karena ini kasus sudah saya ambil alih dan melihat kondisi sudah siang...kita makan siang sebentar setelah itu kita sambung kembali."
__ADS_1
"Apa.....!!!!! bung kau masih sempat sempatnya berfikir untuk makan siang dan istirahat sebentar???" Toni nampak tidak percaya dengan apa yang dilakukan Andi
"Sudahlah....aku juga lapar..." Ucap Jimi.
"Paman...segera siapkan makan siang" perintah Steven kepada paman Chong, segera paman Chong ke dapur mempersiapkan segalanya.
Sekarang aku faham....kau sengaja mengulur waktu menyebutkan nama pelakunya untuk memastikan suatu hal....hebat kau Andi...
Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, kembali mereka berkumpul di ruangan tengah.
"Aku sangat tidak faham dengan jalan pikiran Andi.." Jimi memulai pembicaraan kepada Toni.
"Kita ikuti saja apa yang sedang direncanakannya untuk menguak misteri ini kawan."
Setelah semuanya lengkap Andi segera mulai.
"Baiklah...segera..." Tak lama kemudian Toni menelpon kapten Zuge.
"Baiklah...setelah mendengar semua kesaksian dan dipadukan dari beberapa bukti dan analisa dari tangkapan mata dan camera ku, pembunuh Ling adalah...................." Andi sengaja mengantung kata katanya.
Seisi ruangan nampak tegang menunggu kata kata berikutnya dari Andi
"Kuharap semua nya tenang dan tidak terkejut, pembunuh Ling adalah........CUN.."
"APAA......!!!!!!!??????" serentak seisi ruangan terkejut dengan apa yang dikatakan Andi.
"Yang benar saja bung???" ucap Toni
"Yaa tahan dia.." Seketika raut wajah Andi langsung datar dan dingin seperti ketika Andi menghadapi musuh musuhnya.
__ADS_1
"Saya menolak tuduhan itu tuan."
"Apa sanggahanmu??"
"Saat kejadian aku ada dikamar, ketika keluar aku sudah menemukan jenazah Ling, bagaimana mungkin aku melakukannya, sementara ada paman Chong dan Ling disana."
"Itu menurutmu....tapi tidak dengan apa yang kulihat dan ku selidiki selama ini."
"Hanya dengan begitu tidak bisa menuduhku pembunuhnya."
"Memang benar jika tidak ada bukti dan penjelasan yang rinci."
"Apa pembuktianmu terhadapku tuan???" Seketika Cun berani membantah dan bicara dengan nada agak tinggi kepada Andi.Andi pun tidak kalah tajam menatap Cun, hingga Cun sedikit tergetar dengan tatapan membunuh Andi.
"Apa kau yakin dengan semua ini ndi???" ucap Steven.
"Yaa tuan...semua sudah lengkap, hanya tinggal saya beberkan semua agar semuanya jelas dan tau."
"Baiklah....jika memang itu adanya."
"Kawan kuharap kau tidak salah kali ini." ucap Jimi.
Suasana di ruangan semakin tegang, karena Cun melakukan banding dan berusaha keras menyanggah tuduhan yang di tujukan padanya.
-------------------------
**Terima kasih untuk yang sudah mampir, Like and Vote nya di tunggu ya....karena sangat berarti buat Author.
Jangan lupa jaga kesehatan, gunakan masker selalu dan cuci tangan**
__ADS_1