
Kamu sudah selesai makannya?? Nency hanya mengangguk pelan dan melirik Andi, namun Andi tetap pada posisinya tidak sekalipun Andi melirik kepada pasangan yang ada di depannya.
"Aku permisi ke toilet dulu " Steven hanya mengangguk Andi mengikuti Nency dari belakang.
Sebegitu ketat kah Bodyguardku ini mengawal Nency..hingga ke toilet pun dia ikut.
"Aaaaaaaa......!!!!!"
Secepat kilat Andi mendobrak masuk ke dalam toliet itu.
"Nona...nona tidak apa apa?? apa yang terjadi nona??"
Nency menatap wajah Andi dengan sendu dan tatapan mata yang sulit di artikan oleh Andi.
"Aku hanya terpeleset, tidak apa apa"
"Baik, ayo tuan Steven sudah menunggu di luar" Nency hanya menganggukkan kepalanya
"Mari kita pulang" Andi mendahului mereka berjalan, jauh disudut ruangan ada sepasang mata dengan bulu mata lentik sedang mengawasi mereka.
Kau melupakan ku Steven....
******
Sepanjang perjalanan tidak ada kata kata terucap dari bibir Nency ataupun Andi, Namun Nency sesekali mencuri pandang kepada Andi melalui spion mobil, setibanya di rumah Nency langsung masuk kedalam rumah.
"Heeii....kenaoa kau meninggalkan ku di belakang sayang??"
"Oh kukira kau tidak kemari lagi"
"Aku kan masih ingin ngobrol denganmu sayang"
"Baiklah...ayo masuk"
Andi segera masuk ke ruang kerjanya dan seperti biasa patroli virtual, termasuk mengawasi gerak gerik Steven dan Nency.
"Kau puas dengan kinerja Bodyguard yang ku siapkan untukmu??"
__ADS_1
"Puas...dia sangat profesional dan hebat"
Steven tertegun sesaat ketika melihat ekspresi Nency yang berubah, saat membahas Bodyguardnya, nampak jelas jika Nency senang....Namun rasa heran Steven coba ditutupinya.
"Apakah dia mengganggu privasimu sayang??"
"Tidak...dia bekerja sesuai aturan yang ada, aku yakin saat ini dia sedang mengawasi kita"
"Apa???...dia tidak disini, tidak berdiri disebelahmu, bagaiman mungkin??? "
"Dia selalu patroli virtual, dia cukup berada diruangan saja, disana dia pantau"
"Oooh seperti itu rupanya, kalau itu aku pun mengerti"
"Begitulah, jadi aku tidak lepas dari jangkauan matanya barang sedetik pun"
"Hmmm....baiklah....oya....aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, ini hal penting"
"Apa itu??"
"Apa kau sadar......ketika Andi tiba tiba memperketat penjagaan kepadamu??"
"Kau ingin tau apa sebabnya??" Nency hanya mengangguk
"Ayahmu salah satu pejabat jujur yang sangat di percaya oleh atasannya dan negara,rahasia apapun tidak akan bocor jika ditangani ayahmu"
"Trus masalah dengan ku apa??"
"Boleh aku melanjutkan kembali??" Nency hanya menganggukkan kepalanya.
"Kau ingat ketika ayahmu menjabat sebagai ketua pemberantas korupsi di negara ini??..disitulah awal mula masalahnya, untuk membackup data para koruptor yang sampai saat ini belum terungkap, ayahmu membuat suatu chip atau mikrochip"
"Mikrochipnya hilang??, kalau hilang kenapa mereka mengincarku??"
"Bukan hilang, masih ada........mereka yang namanya ada di dalam chip itu berusaha sekuat tenaga dan dengan berbagai macam cara agar chip itu jatuh ke tangan mereka, nah sekarang sudah ada yang mendapatkan chip itu, namun tidak di ketahui siapa dan masih di selidiki"
"Begitu...sekali lagi hubungannya dengan ku apa???"
__ADS_1
"Mikrochip itu di ciptakan ayahmu dengan keamaan ganda dan salah satu level keamanan chip itu agar dapat diakses harus menggunakan sidik jarimu."
"Apa???....."
"Itulah sebabnya kenapa banyak orang orang ingin mencelakaimu atau mungkin juga ingin menculikmu, agar mereka mendapatkan sidik jarimu untuk membuka chipnya, tentunya mereka ingin menghilangkan barang bukti dan menghapus data di chip itu"
"Iya aku faham sekarang"
"Kau boleh menanyakan ayahmu tentang hal ini"
"Ayah bagaimana dapat pengawalan juga??"
"Iya...mereka sama seperti Andi, namun di sana mereka ber tiga,"
"Ketat sekali...."
"Iya...sama ketatnya seperti Andi kepadamu"
"Itulah kenapa Andi sangat ketat terhadapku, apakah ini selamanya??"
"Tentu saja tidak, pengawalan ini berlaku sampai Chip itu aman dan orang orang yang namanya ada di dalam chip itu tertangkap"
"Trus....pengawalan ku dan ayah berakhir???"
"Ya benar...setelah itu kau bebas tanpa pengawalan lagi"
Tiba tiba Nency merasa sesak di dada dan merasa sangat sedih mendengarnya,tidak di pungkiri Nency mulai menyayangi Andi dan terbiasa dengan kehadiran Andi selama ini.
Andi hanya terdiam saja dari tadi mendengar percakapan Steven dan Nency ntah kenapa Andi pun merada sedih jika tugasnya berakhir, namun dia terikat sumpah.
"Sudah malam, kau istirahat lah....." Steven memeluk dan mengecup kening Nency.
"Sabar lah semua akan segera berakhir, I LOVE YOU"
Nency hanya mengangguk...kemudian Steven pamit.
-------------
__ADS_1
Ayo ...........ditunggu lo, like, saran dan Votenya...biar Author semangat lagi nih....di bantu yaaa.....