Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Menyingkap Tirai


__ADS_3

Semua yang hadir di dalam ruangan terlihat tegang, kecuali Andi yang masih santai namun tatapan membunuhnya tidak lepas ketika melihat Cun.


"Oke....aku akan jabar kan semuanya, kau tadi menyanggahnya anggaplah itu banding darimu atas tuduhan ini."


"Jika saya meracuni Ling...buat apa saya masih ada disini."


"Sudah selesai bantahammu Cun??"


Cun nampak kebingungan sendiri.


"Oke..waktu kami baru masuk kota ini tempo hari wakti kami masih berada di dalam kota dan kebetulan waktu itu kita masih menunggu lampu hijau menyala, saya melihat seorang wanita dan pria sedang berbincang, pria itu kemudian memberikan bungkus kecil plastik klip kepada wanita itu, seketika itu juga wanita itu bergegas pergi, kacamata yang saya pakai saat itu adalah kacamata binocular, merangkap untuk teropong..... saya iseng saya zoom dan saya record....ternyata itu kamu."


Kemudian Andi menunjukkan hasil rekaman itu kepada semua yang hadir.


"Bungkusan kecil itu berisi cairan..... kedua berkat bibi Zhe...saya jadi tau ada penyelinap tempo hari.Bibi Zhe nampak kebingungan.


"Bbeerkat saya tuan??"


"Ya....berkat bibi...pagi itu bibi sedang ada di balik tirai menguping pembicaraan tuan Steven dan nona Nency dan saya tau itu, tapi fokus saya bukan disitu, fokus saya pada seorang sosok yang juga ada disitu.....dibalik tirai besar di dekat pintu ruangan atas."


"Oh iya benar tuan...namun saya waktu itu..."


FLASH BACK ON


Kemana nona Nency ya??? dikamar tidak ada...coba kulihat ke balkon...oh disana rupanya bersama tuan Steven.


"Sayang...mungkin beberapa hari ke depan kita akan kembali ke kota, kondisimu sudah pulih sayang."


Oooh senangnya hatiku mendengar Nona sudah pulih....aku akan menelpon beberapa kerabat untuk menyiapkan pesta kejutan kecil kecilan atas kesembuhan nona Nency...heeiii siapa itu disana...nampak sekelebat bayangan...akan ku kejar. Gumam bibi Zhe


FLASH BACK OFF


"Saat itu saya sedang melihat bibi Zhe seperti menguntit tuan Steven dan nona Nency, namun sekelebat bayangan diruangan lain tertangkap mata dan camera ku dan itu kau."

__ADS_1


"Saya hanya kebetulan lewat saja tuan."


"Jika kau kebetulan lewat, kenapa harus di dalam ruangan itu, kenapa tidak melalui ruangan utama, mau kemana kau Cun??? dan ruangan itu tidak terhubung dengan ruangan lainnya, pasti kau merencanakan sesuatu."


"Aku hanya menguping..."


"Bisakah kau rangkum investigasi mu ndi..ini sudah mulai sore, kita juga tidak mungkin harus terus mendengarkan semua bantahan Cun."


"Memang harus seperti ini tuan, kita tunjukkan hasil investigasinya, kemudian mendengarkan bantahan dan putusan."


"Tuan tidak serta merta bisa menjatuhkan vonis kepada saya, jika hanya bukti itu saja."


Andi tersentum simpul dengan tatapan membunuhnya kepada Cun.


"Tuan....jika saya pembunuhnya kapan saya memasukkan sianida itu ke dalam panci bubur, sedangkan di dapur ada Ling dan Paman."


"Oke....jika kau hendak tau....pada saat paman Chong mengambil daun mint, kau masuk menyelinap,sementara Ling tidak menyadari kehadiranmu, karena posisinya membelakangimu, bibi Zhe masuk ke dapur saja dia tidak tau, secepat kilat kau tabur sianida itu di dalam panci kemudian pergi mengawasi bubur panci itu."


Glek...!!!! Cun mulai serba salah,mulai gelisah dan mengatur duduknya kerongkongannya mulai terasa kering.


"Wanita tua itu lah pembunuh Ling...karena dia yang berani mengaduk panci bubur itu pada saat paman tidak ada,aku yakin dia orangnya."


"Dari mana kau bisa se yakin itu Cun???"


"Karena dengan estimasi waktu yang sebentar, bibi Zhe muncul di dapur kemudian tak lama disusul paman Chong yang marah buburnya diaduk bibi Zhe...bagaimana mungkin aku yang nelakukannya."


"Itu analisamu....ini fakta yang sebenarnya...kau sudah lama berada di balik tirai dapur mengamati paman Cong dan Ling yang memasak, dalam hal ini kau mencari kambing hitam,paman Chong ingin kau jebloskan ke dalan penjara."


Cun terdiam...kembali tenggorokannya tiba tiba terasa kering, dan seperti ada yang menahannya untuk bicara.


"Bibi Zhe....silahkan bibi" Andi memberi tanda kepada Bibi Zhe untuk bicara.


FLASH BACK ON

__ADS_1


Hmmmm......aroma masakan ini sangat menggoda...Chong benar benar lihai memasak menu khusus yang isinya banyak rempah rempah....coba kulihat ke dapur.


Baru sampai di dekat pintu dapur, bibi Zhe mendengar percakapan antara paman Cong dan Anton.


"Kau awasi bubur sebentar ling....aku akan mengambil daun mint..."


"Baik paman...."


Bibi Zhe melanjutkan kesaksiannya.


"Ketika.Chong pergi...saya berniat masuk dapur setelah Chong pergi, namun tiba tiba ada sekelebat bayangan seseorang, kemudian saya mundur dan sembunyi di balik tirai disana, Ling terlalu asik dengan pekerjaannya, hingga tidak menyadari kehadiran orang lain di dekatnya, orang itu memasukkan sesuatu ke dalam panci bubur itu,ketika orang itu pergi saya lalu mendekati panci bubur dan ingin melihat apa yang dimasukkan orang itu kedalam panci.....


Kata kata bibi Zhe di potong paman Chong.


"Saat itulah saya datang dan menegurmu karena berani menganggu pekerjaanku."


"Benar Chong, Ling pun terkejut dengan kehadiran saya disana,orang yang maksud adalah Chun.


Chun langsung berdecih.


"Cih...kau hanya melihat sepintas bagaimana kau yakin itu aku??? dan satu lagi kapan Ling mengecap Bubur itu, sementara paman Chong ada disana.."


Bibi Zhe tersenyum simpul.


"Aku hanya melihat kau memakai baju warna hijau, begitu kau menemukan Ling terkapar kau sudah mengenakan baju hitam."


"Hahahaha....terlalu mengada ada kau bibi."


Perdebatan antara bibi Zhe dan Chun masin terus berlanjut, andi sengaja mendiamkan perdebatan kedua wanita itu sambil tersenyum simpul.


---------------


**Terima kasih buat yang sudah mampir....Like dan Vote nya ditunggu ya.....

__ADS_1


Salam Hangat dari saya**


__ADS_2