Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Masih Menegangkan


__ADS_3

Setelah mengendap endap ditengah gelapnya kolong Fly over Andi mendekati mobil dan benar saja, masih tersisa 3 orang di dalamnya.


"Kemana mereka berdua lama sekali...!!!" ucap salah seorang di dalam mobil.


"Hei...kenapa kita tidak turun mencari mereka....jangan jangan....."


"Jangan jangan apa.........???!!! ah sudah ayo keluar kita cari mereka..."


"Hei.....Riko......!!!!....Shasa....!!!! dimana kalian???!!!!!.....Shi*t....!!!! Kemana mereka...kita harusnya sudah tiba di rumah gadis itu..."


"Riko.....!!!!!!....dimana kalian????"


Rupanya mereka ingin ke rumah nona....baiklah akan ku gagalkan rencana kalian....nampaknya mereka bukan orang Asia, salah seorang dari mereka orang bule.


Kawanan mafia itu berpencar untuk mencari dua orang temannya yang hilang tiba tiba.


"Yue....!!! kau membawa penerangan????"


"Tidak ada kaka....di mobil juga tidak ada...."


"Oke berhati hatilah...."


Andi terus mengendap endap di gelapnya lorong di bawah fly over, tiba tiba salah satu dari mereka ada yang mendekat, dengan cekatan Andi langsung mengunci leher orang itu.


"HMmmpppff....Hmmmppfff..." Mulut mafia itu di bekap Andi dan "KRAAAAAAAKK" suara tulang patah.


Dua lagi..


"Hei Soni kau masih disitu......????!!!"


"Iya kaka....aku di sebelah sini...."


"Bili....!!!!.....Bill..!!!! BILIIIII..!!! ...Soni....!!!! kemana Bili...!!!!???"


"Aku tidak tau kaka.....Belum selesai orang yang bernama Soni menjawab, seketika


"KRAAAAAK..." Tulang leher Soni patah di bekuk Andi.


"Soni.....!!!!! Soni....!!!! kemana kalian????"

__ADS_1


"HEEEEIIII...!!!!! SIAPAPUN KAMU...!!!!....LEPASKAN ANAK BUAHKU...!!!! JIKA KAU BERANI KELUAR HADAPI AKU..!!!!!"


Dari arah samping nampak sesosok bayangan yang berjalan santai menghampiri ketua regu mafia tadi.


"Aku disini....!!! kau mau apa???"


"Hahahahahahaha, apa urusanmu menanyakan apa mauku????!!!!!!"


"Siapa yang menyuruhmu???"


"BANYAK OMONG KAU....!!!!"


"Kaya sinetron ya tidak boleh tau..." ucap Andi tiba tiba orang itu langsung menyerang Andi, andi yang sudsh bersiap dari tadi tentu saja dapat menghindari dan menangkis pukulan orang itu.Andi membalas dengan tendangan balik.


"Hiiiaaahhh...!!!" sekali saja Andi membalas serangan itu dengan tendangan, tendangan andi tepat mengenai rahang mafia itu dan membuatnya terhuyung, secepat kilat Andi mengunci orang itu dan memborgolnya dengan borgol klem yang selalu dibawanya.


KREEEK...klem itu di eratkan andi di kedua tangan mafia itu dan sekali lagi Andi memberi hadiah pukulan di ulu hati mafia itu, seketika mafia itu langsung pingsan.


"Kalian dimana??? "


"Kami baru saja keluar dari kekacauan ini bung, kau ada dimana??"


"K.O.????? kau apakan???? koid???Kau ada dimana bung??"


"Yap......kukirim koordinatnya sekarang, kalian datang dulu setelah kalian datang aku akan pergi"


"Baik....laksanakan bung"


"Kalian baik baik saja???"


"Yaaah.....baru ingat dengan keadaan kami bung???"


"Maaf.....aku lupa menanyakan"


"Kami berdua masih hidup bung...hehehehe.....tenang saja"


Setelah menutup sambungan komunikasi nya dengan Toni, andi segera bergegas mendatangi mobil Steven dan Nency.


"KYAAAAA........!!!".Nency berteriak ketakutan

__ADS_1


"Ada apa nona...????"


"Hah huuh......kukira anggota mafia tadi yang kesini."


"Sudah nona....semua sudah selesai"


"Syukurlah....Andi aku takut sekali"


"Tak apa nona...ada kami disini...bagaimana tuan Steven apakah sudah sadar???"


"A...aaakuuu bbbaaaik baik saja...ccccummaaan ulu hattttikuuuh saakkkiiit sekali."


"Syukurlah tuan sudah sadar, nanti setibanya dirumah minum obat nyeri yang saya punya"


"Andiii....ayo kita pulang....aku takut sekali Andi..." Nency tidak bisa menyembunyikan raut wajah ketakutannya.


Ingin rasanya aku bersandar dan memelukmu Andi....dalam dekapanmu aku merasa tenang seperti waktu itu...Nency hanya bergumam dalam hati


"Kita tunggu Toni dan Jimi sebentar lagi nona..mereka membawa polisi kota ini, setelah itu kita pulang."


"Untuk apa menunggu mereka???"


"Ada satu anggota mafia tadi yang masih hidup dan saya ikat di pojok sana,dia masih pingsan nona...dia akan di introgasi, agar kita tau siapa dalang semua ini."


Nency hanya mengangguk, tidak berapa lama nampak beberapa mobil polisi datang ke lokasi itu.


"Bung....kau disebelah mana??" Andi memberikan sinyal lampu, segera Toni mendatangi Andi.


"Itu disana orangnya...kau bereskan...kawal yang ketat."


"Baik.....laksanakan"


"Ton....waspadalah dengan beberapa pejabat polisi..aku khawatir mereka terkait jaringan dalang di balik kejadian ini dan segera kabari aku."


Toni hanya mengaggukkan kepalanya, tak lama setelah itu Andi segers membawa Nency dan Steven meninggalkan lokasi itu.


-------------------


Terima kasih yang sudah mau mampir......jangan lupa like,vote dan masukannya ya....biat tambah asik ceritanya nih

__ADS_1


__ADS_2