Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Kematian Ling


__ADS_3

Suasan tenang dan nyaman di pagi hari itu seketika berubah menjadi tegang dan mencekam, dari arah dapur terdengar suara teriakan seorang wanita.


"AAAAAAAAAAA........LIIING...!!!!! PAMAN CHONG....TOLOOOOOONG......PAMAAAAAN.....TOLOOOOOONG.....!!!!! SIAPAPUN TOLOOOOOONG....!!!!


Andi yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan celana pendek dengan secepat kilat berlari menuju arah suara itu,tidak lupa Andi membawa pistolnya.


"Ada apa Chun....????!!!!!"


Chun hanya menangis menjadi jadi...sambil menunjuk ke bawah meja, tidak lama semua pun berdatangan ke dapur ingin tau apa yang terjadi.


Segera Andi masuk ke bawah meja, betapa terkejutnya Andi melihat sosok yang dikenalnya berapa hari yang lalu terbujur kaku tak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa dan mata melotot.


"Sial....!!!! kenapa hal seperti ini terjadi di hadapanku....!!!!!"


Steven yang baru saja selesai mandi segera menghampiri.


"Ada apa????!!!!!....apa yang terjadi...!!!!???" Steven memandang ke arah Chun yang masih saja syok dan menangis. Nency yang baru saja datang langsung berteriak histeris dan memeluk Steven.


"Siapa yang melakukan ini???!!!!! berani berani nya orang masuk dan membunuh karyawanku...!!!!"


"Maaf tuan ini kesalahan saya....saya teledor menjaga kemanan disini...maafkan saya..."


Nampak wajah Steven merah padam menahan amarah, semua yang hadir di ruangan itu menundukkan kepalanya.


"Aku tidak mau tau....segera kau bereskan masalah ini....!!!!" ucap Steven kepada Andi


"Baik tuan...saya akan segera menemukan pelakunya.."


Tidak lama kemudian Andi mengumpulkan semua tim keamanan disitu dengan masih menggunakan celana pendek tanpa baju, Andi memberikan arahan kepada semua tim nya termasuk Toni dan Jimi.


"Hei bung....sebaiknya kau mengenakan baju dulu..."


"Astaga.....aku lupa..." Andi tidak sadar lagi jika ia belum memakai baju, segera Andi menuju kamar mengenakan pakaian dan mengambil beberapa alat alatnya.


" Sudah kau hubungi polisi setempat Ton???"


" Sudah...aku sudah minta bantuan beberapa rekanku di wilayah sini."


Andi segera mengeluarkan alat alatnya untuk melakukan test di jenazah ling.Karena kecanggihan alat itu dengan segera Andi dapat mengetahui hasilnya.


Ling di beri racun sianida dosis tinggi...siapa yang melakukannya....baiklah Ling tenang lah kau di alam sana...aku akan segera menemukan pelakunya untukmu...


"Bagaimana hasilnya???" tiba tiba Steven muncul di hadapan Andi.

__ADS_1


"Tuan...baiknya kita bicara di ruang kerja tuan."


"Ayo kalau begitu."


Andi mengikuti Steven menuju ruang kerja nya, sesampainya di ruang kerja Steven Andi menyampaikan temuannya.


"Tuan dari hasil test yang saya ambil, Ling di racun menggunakan sianida dosis tinggi."


"Apa???!!!!....sianida????!!!! siapa yang berani mengusik ketenanganku dan membunuh di hadapanku...!!!!"


"Tuan....sementara kita selesaikan dulu pemakaman Ling...setelah itu kita urus semuanya, saya berjanji dalam waktu singkat semua akan terungkap."


"Baiklah kita selesaikan urusan Ling dulu...aku akan menghubungi keluarganya."


" Oya tuan...bagaimana keadaan nona Nency, saya khawatir kejadian ini mengguncang jiwanya lagi."


"Dia hanya sedikit ketakutan...namun sepertinya dia baik baik saja."


"Tuan dampingi terus nona Nency...sementara saya memecahkan kasus ini, nanti saya minta Jimi selalu berada di dekat nona Nency dengan satu orang saya."


"Baik kalau begitu.."


Tak lama kemudian nampak beberapa mobil polisi dan ambulance datang ke lokasi.


"Selamat pagi.... nampak sosok pria muda berwajah oval dengan badan tegap masuk kedalam vila dan meyapu ruangan itu dengan tatapannya yang tajam.


" Siap saya kapten."


"Pemiliknya yang mana...!?"


"Saya....saya Steven Horizon pemilik Vila ini."


"Oh tuan Steven Horizon pemilik perusahaan HZ Group....bisa kita bicara ??? termasuk semua pengawal tuan Steven, Steven hanya menganggukkan kepalanya...


"Heeeiii kau...!!! jauhi mayat itu jangan kau otak atik...!!! biarkan tim forensik yang mengurusnya.." Kapten Zuge memberi perintah kepada Andi, Andi sedari tadi tidak memperdulikan kehadiran Kapten Zuge, dia sibuk melihat tanda tanda di jenazah Ling apakah ada tanda kekerasan atau tidak.


"Heeiii....kau tidak mendengar kata kata ku...!!!???" Andi kemudian bangkit dan menjauh perlahan dari jenazah Ling.


"Kumpulkan semua anak buahmu dan ikuti saya bersama tuan Steven"


******


Sementara semua pegawai Steven di kumpulkan di satu kamar, kecuali Chun dia di bawa Nency kedalam kamar Nency.Karena Chun syok berat sebagai orang yang pertama kali menemukan Jenazah ling.

__ADS_1


"Chun...sudah ....tidak hanya kamu, kita semua tidak menyangka ada kejadian ini, aku lebih tidak menyangka lagi jika ada pembunuh di dekat kita,ini sungguh mengerikan."


"Hiks....hiks....hiks.....iiiyaaa nonaa.....ta...ta....tadi sebelum masuk ruang makan sa...sa....saaaa.....saayyyaaa bersama Ling nona...setelah sarapan kamiiiii......ka...kaa...hiks.....hiks......"


Nency segera memeluk Chun yang masih belum reda menangis, sebisa mungkin Nency menenangkan Chun.


"Andi akan segera menemukan pelakunya Chun...kau harus kuat ya..."


"Hiks.....hiks....iiiiiya nona....ling anak baik dia selalu riang dan rajin."


********


Di ruangan lain pamang Chong dan Bibi Zhe ditempatkan di ruangan yang sama dan tidak boleh kemana mana.


Oooh Ling....begitu tragis nasibmu Ling...siapa orang yang tega membunuhmu Ling...apa salahmu Ling...atau jangan jangan aku memasak tumbuhan beracun???.....hingga Ling menemui ajalnya....Ling maafkan atas ketidak tauan paman Ling.... Paman Chong bergumam dalam hati, tidak terasa air matanya menetes begitu saja, sementara Bibi Zhe hanya terdiam seribu bahasa.


********


Diruangan kerja Steven nampak Andi,Toni dan kedua timnya berkumpul kecuali Jimi yang berjaga di dekat Nency, mereka nampak serius membicarakan kasus ini.


"Jadi......kau yang bertanggung jawab atas keamanan disini???" Tanya kapten Zuge kepada Andi.


"Benar kapten...saya yang bertanggung jawab keamanan disini."


"Bodyguard macam apa yang Tuan Steven sewa??? sampai ada pembunuh di vila ini dia tidak bisa mendeteksi???"


Nampak kedua anggota Andi ingin berdiri mengahajar Kapten polisi sombong itu, namun Andi memberikan kode melalui tangannya.


"Saya rasa kapten tidak perlu menyalahkannya, karena saat kejadian tadi dia sedang mandi, dan yang lainnya berjaga di depan."


"Itu analisa anda tuan Steven...bagaimana jika mereka sekongkol?? karena tidak ada siapa siapa lagi kan dirumah ini selain kalian???" ucap kapten Zuge sedikit menghardik.


"Kapten...semua tadi sudah ada di posisinya, tidak ada yang terlepas dari pengawasan kapten."


"Diam kau....!!!! kau juga sebagai polisi yang membawahi wilayah hukum negara kita, kenapa sampai membiarkan pembunuh itu ada dindalam lingkaran kalian???"


"Kapten...saya rasa hal ini tidak perlu di bahas, yang perlu kita bahas adalah bagaimana kasus ini segera selesai, tanpa menimbulkan kegaduhan." ucap Andi kepada Kapten Zuge.


"Hei anak muda kau kira segampang itu...kau tau siapa tuan Steven Horizon ini???"


"Kalau saya tidak tau...saya tidak berada disini kapten Zuge."


Suasan mulai sedikit menegang akibat sifat arogan kaoten Zuge. Nampak anak buah Andi sudah sangat geram dengan arogansi Kapten Zuge.

__ADS_1


----------------


Ayo author di bantu ya......untuk like,vote nya....makasih yang sudah mampir....


__ADS_2