Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
21. Ulang Tahun


__ADS_3

Walaupun masih berat bagi Nency menerima penjelasan pak William tentang dilibatkannya dirinya ke dalam masalah yang sangat besar ini, mau tidak mau dirinya harus menerima kenyataan ini dan berharap semua cepat berlalu.


Siang itu dirumah nampak seperti biasa keadaannya, Toni dan Jimi berada di belakang Andi patroli virtual, sementara Nency menjadi IRT baru, sekarang Nency sangat senang memasak, karena masakannya khusus di buat untuk Andi, tiba tiba di pintu depan bell rumah berbunyi.


Ting tong...ting tong


Andi segera mengalihkan pandangannya melalui camera ke arah pintu depan.


Pizza????......siapa yang pesan Pizza....hmm kenapa serba tertutup pakaiannya.


"Tolong salah satu dari kalian ke depan, ada orang mengantarkan paket, aku memantau dari sini,jangan lupa gunakan detektor" ucap Andi kepada Toni dan Jimi, Andi segera siaga dan menemui Nency di dapur


"Oke bung.....segera"


Ada perasaan gugup seketika menghapiri Toni ketika hendak membuka pintu.


"Hfffff......pyuuuh"


Ceklek, nampak seorang berdiri di depan memegang pizza.


"Selamat siang pak, kami dari OZ Pizza, mengantar kan pesanan pizza ukuran medium 4 kotak"


"Rasanya kami tidak ada memesan Pizza, kalian salah antar barang kali"


"Tidak pak, alamatnya sama seperti yang tertera di list kami, semua nya sudah di bayar pak"


Toni mengambil list nya dan memeriksa pizza yang masih di pengang oleh pengantarnya


Aman....tapi siapa yang pesan pizza sebanyak ini???.....


"Ah kau tunggu disini...aku tanyakan dulu dengan orang orang di dalam "


Segera Toni masuk ke dalam dan menanyakan satu persatu kepada penghuni di dalam rumah tentang pesanan pizza itu, namun tidak ada yang memesan pizza.


"Baik.....akan ku usir orang itu kalau tidak ada yang pesan." belum beranjak Toni dari tempatnya, Andi memberi tahukan bahwa di depan juga ada orang mengantarkan bunga.


"Wah ada apa ini??? kenapa jadi ramai seperti ini???" Andi memberikan tanda kepada Toni.


"Maaf pak...bunga untuk nona Nency"


"Sebentar aku selesaikan urusanku dengan tukang pizza dulu....kau...kami tidak ada yang pesan pizza, siapa yang pesan dan menyuruhmu kesini??"


"Pesanan ini atas nama tuan Steven pak..."

__ADS_1


"Oooh....kenapa tidak bilang dari tadi, dasar kau.." Toni mengambil pizza itu


"Dan kau.....ini bunga dari siapa untuk siapa???...!!"Toni sedikit berteriak hingga si pengantar bunga terlihat ketakutan.


"Bbbbuuuungaa....uuunnttuk no...no...nona Nency tuan..sssaya tidak tau siapa yang mengirimkan nya"


"Bawa kemari ku periksa" setelah di periksa dan aman, Toni membawa semuanya masuk ke dalam, namun sampai di dalam Andi kembali memeriksa semua barang barang itu dengan detail.


"Aman nona..." Nency tersenyum kepada Andi dan mengambil bucket bunga menciumnya dan memberikannya kepada Andi.


"Niih....kuberikan setangkai mawar ini kepadamu" Andi terlihat salah tingkah dan tidak nyaman kepada Toni dan Jimi.


"Ahaaaiiii.....bunga yang haruuumm" Jimi menoleh ke arah Toni,Toni hanya memalingkan wajahnya.


"Terima kasih nona...saya permisi ke kamar dulu" Andi bertanya tanya dan segera mencari tau kenapa pagi ini ada kiriman yang tidak biasa,sekitar satu jam melakukan pencarian akhirnya ketemu, ternyata hari ini ulang tahun Nency.Andi segera menelpon rekan dekatnya di kota itu untuk memesankan sebuah kue tart ulang tahun.


Ting tong....ting tong....Toni segera berdiri dan melihat orang dari toko kue, sedang membawa kue tart ukang tahun, setelah memastikan aman.


"Ini apa lagi???"


"Kue tart tuan...."


Siapa lagi yang pesan kue tart ini.....hari ini terasa sibuk..


"Untuk nona Nency pengirimnya hanya inisial saja AS"


"Baik...kuterima"


Andi yang mengetahui kedatangan kue pesananya, segera menemui Toni dan mengambil kue tart itu dan membawanya ke dalam kamar, Toni tidak mencurigai sama sekali. siang itu Andi belum juga muncul ke ruang makan hingga Nency menyusul ke kamarnya.


Tumben pintunya di kunci....


"Andi......kau di dalam???"


"Iya nona.....ada apa???"


"Andi....ayo kita makan siang....." Andi tidak bersuara lagi, hingga beberapa kali Nency memanggilnya tidak ada jawaban dari Andi, hal ini membuat Toni dan Jimi menyusul Nency,tetap juga Andi tidak bersuara ketika dipanggil.


"Nona....izinkan saya mendobrak pintu kamarnya" Nency menganggukkan kepalanya, seketika Jimi memasang kuda kuda ingin melakukan tendangan tanpa bayangan.


"HHhiiiiaaaaattttt......." Jimi menerjang pintu kamar Andi, ketika Jimi menerjang pintu kamar Andi, andi membuka pintu kamarnya hingga membuat Jimi tersungkur.


Guuuuuuubbbrrraaaakkkk.......!!!! Jimi menghantam meja di dalam kamar Andi kejadian ini tentu saja membuat Toni dan Nency tertawa.Jimi nampak meringis memegang kepalanya yang terhantam meja, secepat kilat Andi menghindar karena di tangan Andi ada kue tart dengan lilin menyala

__ADS_1


"Buuung...kau kira aku ini sedang mencoba ilmu kebal??? ....sialan kau bung, buka pintu tidak bilang bilang"


Andi hanya tersenyum, sementara Nency dan Toni terpana dengan apa yang di bawa Andi.


"Nona......selamat ulang tahun...semoga sehat selalu, dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,di beri keberkahan di sepanjang umurnya"


Nency nampak berkaca kaca melihat Andi membawakan kue ulang tahun untukknya, sambil menutup kedua matanya,kemudian meniup lilin.


"Terima kasih Andi...terima kasih untuk semuanya...ayo kita kebawah" Entah sadar atau tidak, Nency menggandeng tangan Andi, sementara Andi masih memegang kue tart itu, sementara Jimi dan Toni mengikuti dibelakang, jimi menyanyikan lagu selamat ulang tahun,sementara Toni hanya terdiam dan syok melihat semuanya.


Kenapa aku tidak tau ulang tahun Nency....ah nanti aku beli hadiah saja...


Nency segera memotong kue ultahnya dan tentu saja slice pertama di berikan kepada Andi dan menyuapkannya.


"Saya juga mau nona di suapin" Jimi membuka mulutnya.Nency menyuapkan kue nya kepada Toni juga.


"Karena hari ini ultahku semua kusuapi, ayo kiya makan sama sama"


Kring...kring...telepon rumah berbunyi, Jimi menerima telpon.


"Nona...telpon dari orang tua nona" Baru saja telpon ditutup,telpon kembali berbunyi dan termyata Steven.


"Selamay ulang tahun sayang"


"Iya...terima kasih untuk bunga nya"


"Iya sama sama.....nanti malam kujemput pukul 19:30 ya....kita makan malam di luar"


"Rasa rasanya aku malas keluar..."


"Ayolah....ini kan ulang tahun mu"


"Baik.....jemput saja nanti malam"


"Sampai jumpa nanti malam sayang"


"Iya.....bye..."


Nency kembali ke meja makan dan melanjutkan makannya yang tertunda.


---------------


Ayooooo.....jangan cuma ngintip....di like and vote nya ditunggu ya....

__ADS_1


__ADS_2