
Belum genap seminggu Steven berangkat, sudah ada beberapa ancaman yang membuat Nency cemas, Nency merenung dan mengingat kejadian yang sudah terjadi.
Apa sebenarnya yang mereka inginkan, aku tidak pernah berurusan dengan mereka, mengenalnya pun tidak, apa sebenarnya yang mereka ingin kan dariku, Steven sampai menyewa jasa seorang Bodyguard Profesional
"Halo.."
" Iya sayang..ada apa? bagaimana keadaanmu sayang??"
"Baik sayang"
"Heii....kenapa suaramu terdengar murung??"
"Ada hal yang ingin kuceritakan"
"Mau cerita apa sayang??"
Nency menceritakan semua nya kepada Steven, Steven sudah memprediksi apa yang bakal terjadi, namun Steven tidak menyangka jika yang di alami tunangannya sangat berat.
"Baiklah sayang 3 hari lagi aku akan pulang"
"Benar kah??"
"Iya..tunggu lah"
Nency terdengar senang dengan apa yang disampaikan Steven.
Namun biar bagaimana pun Nency tetap saja merasa khawatir dengan keadaan saat ini, Nency baru menyadari apa yang dilakukan Tunangannya saat ini demi keselamatannya,
Nency tidak peduli dengan berapa banyak Bodyguard yang menjaganya, Dia hanya merasa cemas dan sampai kapan teror dan aksi yang di lakukan orang orang yang tidak dikenalnya terus terjadi.
Nency kemudain mengubungi orang tuanya, karen hanya dengan menelpon orang tua nya hati nya sedikit tenang
"Halo mah apa kabar?"
"Baik sayang, bagaimana kabarmu dan Steven?"
__ADS_1
"Nency baik baik saja mah, Steven sedang keluar kota mengawasi proyek nya selama beberapa hari"
"Oya..apa mamah perlu berangkat kesana menemani mu sayang?"
"Tidak perlu mah, lagian kasian papah sendirian, oya papah dimana mah?"
"Papah sedang di kantor, sedang meeting"
"Nency harap mamah dan papah sehat selalu"
"Iya sayang..kamu dan Steven juga ya"
"Iya mah"
Nency berdiri di pinggir jendela kamarmya dan melihat Andi sedang memanjat di atas atap.
Apa yang sedang di lakukannya..ah kenapa aku jadi peduli dengan nya, dia hanya Bodyguard sewaan Steven.
--------
"Hei bung sedang apa diatas situ??"
"Hanya memastikan beberapa hal"
"Apa yang kau pastikan??"
"Sesuatu apa??"
" Hanya sesuatu"
"Ah anda ini lama lama tidak jelas "
Andi hanya diam saja, Toni tidak mengetahui bahwa Andi sedang memasang pemancar dan sensor Alarm gerak, serta Alarm infra red, Alarm ini hanya ketika malam akan di aktifkan .
"Heiii foto siapa yang kau lihat??"
__ADS_1
Jimy mengejutkan Toni, Toni segera memasukkan Foto tadi ke dalam baju nya dan tampak tergagap dengan kedatangan Jimy
"Ah bukan siapa siapa"
"Sepintas aku lihat seperti kenal tadi"
"Sudah lah"
"Hei coba kau lihat apa yang sedang dilakukan Nona Nency di pinggir jendela"
Toni tampak terpana melihat pemandangan itu.
"Heh...malah bengong"
"Eh iya...dia nampak sedang memikirkan sesuatu"
"Iya..nampak nya ada yang di cemaskannya"
"Apakah kau ingin aku bertanya kepadanya??"
"Ahh tidak perlu, sepertinya kau menaruh hati padanya.."
"AAAH...kau ini mengada ada Jimy, mana mungkin aku suka dengan Nona Nency, dia wanita high class, sementara aku hanya orang biasa"
"Ayolah kawan...mengaku lah, kawan...cinta tidak memandang apa pun"
"Itu 1001 saat ini Jim...."
"Namun jika beruntung dan takdir yang berkata , mau apa???"
"Ahh sudah lah saat ini kita sedang bekerja jim..keselamatan Nona Nency yang utama"
Walaupun sebenarnya Toni memang jatuh hati kepada Nency , namun Toni menyadari siapa dia.
------------
__ADS_1
Ini adalah Visualisasi dari Nency