
Lepas senja, Nency tengah memilih gaun untuk digunakannya makan malam dengan Steven.Setelah bersiap dan berdandan Nency menunggu Steven menjemputnya.
Sementara Andi juga bersiap siap dengan dua pistol, sangkur dan 6 Magazine peluru yang sudah diisinya, serupa dengan Jimi dan Toni mereka pun bersiap, sebelum berangkat Andi berdiskusi dengan dua rekannya.
"Kita tingkatkan kewaspadaan malam ini, karena yang kita jaga dobel, terlebih mereka makan di tempat yang ramai dan terbuka"
"Oke bung....saya di depan, kau dan Jimi di dalam bagaimana??"
"Itu sudah pasti...aku akan selalu dekat nona Nency"
Tak lama kemudian sebuah sedan hitam masuk halaman dan membunyikan klakson, andi melihat di IPAD nya.
"Itu mobil tuan Steven...ayo kita berangkat, saya akan mengemudikan mobil tuan Steven"
"Naaah supir tuan Steven bagaimana??"
"Ikut kalian....earphone sudah terpasang semua??"
"Hei bung...kenapa kau begitu tegang malam ini??" ucap Jimi kepada Andi.
"Ntahlah...fellingku tidak baik malam ini, rasa rasanya seperti ada sesuatu yang akan terjadi."
"Baiklah kalau begitu, kami pun sudah siap."
Serentak mereka bertiga turun kebawah menghampiri Nency dan Steven, malam itu Nency nampak sangat anggun dan cantik dengan balutan gaun berwarna hitam dan make up yang tidak terlalu mencolok.
"Mari tuan....nona.....kita berangkat, saya yang akan mengemudi"
"Terserah kamu Andi...atur saja bagaimana baiknya" Andi hanya mengangguk.
Mereka pun berangkat, mobil Steven di depan Jimi dan yang lainnya mengikuti.
"Sayang....apakah kau terima kiriman bunga ku tadi pagi??"
"Iya...aku sudah menerima nya, terima kasih...aku hampir lupa jika haru ini ultahku"
"Aku sengaja menunda keberangkatan ku hari ini agar aku dapat merayakan ultahmu sayang" ucap Steven sambil menggenggam tangan Nency,sementara Nency melirik ke spion memperhatikan Andi yang fokus menyetir dan memperhatikan jalan, setibanya di restoran tujuan Andi dengan sigap langsung memastikan keadaan sekitarnya, setelah dirasa aman, Andi mempersilahkan keduanya turun.Tidak lama setelah mereka duduk datang pelayan dengan troli sedang membawa kue ulang tahun yang sudah menyala lilinnya, beberapa orang pemain musik yang di sewa khusus oleh Steven oun langsung memainkan beberapa lagu kesukaan Nency.
"Selamat ulang tahun sayang....semoga kita selalu bersama, panjang umur,diberikan keselamatan selalu, tiuplah lilinnya" Nency meniup lilin di atas kue itu.
__ADS_1
Steven langsung berdiri dan mencium tangan Nency, kemudian berdiri dibelakang dan menyibakkan rambut panjang Nency kemudian memasang kalung bertahta berlian.
"Kau sungguh cantik dengan kalung itu, aku mencintaimu sayang...." Nency hanya tersenyum.
Sementara di luar, tiba tiba datang dua sedan yang mencurigakan, nampak 8 orang bertubuh kekar keluar mobil dengan tatapan tajam.
"Bung....ada 8 orang mencurigakan masuk ke dalam, bertubuh tegap"
"Oke...Jimi kau siaga" ketika Andi ingin mencari posisi, beberapa pelayan datang membawa makanan terbaik di restoran itu.
"Maaf saya cek dulu semuanya" Andi menghadang pelayan itu, namun Steven mencegahnya.
"Sudah jangan terlalu ketat.."
"Tidak bisa tuan ini prosedur" Steven pun terdiam, mempersilahkan Andi
Setelah selesai memeriksa makanan itu, Andi segera mencari posisi untuk mengamati gerak gerik kedelapan orang yang baru saja masuk, ternyata mereka berpencar menjadi 4 kelompok.
"Semua siaga, mereka berpencar dua dua menjadi 4 kelompok, Toni kau masuk, Jimi jangan lengah, perhatikan sekitar karena banyak tamu lainnya juga."
"Laksanakan...."
"Sebentar....apa yang kau bawa?? aku periksa dulu".Pelayan itu nampak bingung ketika di cegat Andi.
"Apakah tuan Steven ada pesan makanan tambahan atau ada makanan pesanan tuan yang belum keluar??"
"Tidak ada ndi....ini sudah keluar semua"
Langsung Andi menyeret orang itu ke tolilet, belum sampai toilet orang itu berontak dan menyerang Andi, dengan sigap Andi menghindar dan menghadiahkan bogem tepat di ulu hati orang itu.
BUUUUKKKK.....seketika orang itu tersungkur dan pingsan.
Sialan.....dia pingsan....
Andi segera berlari mendekati Nency dan Steven.
"Tuan maaf.....jika bisa segera selesaikan segera makan malamnya, keadaan tidak aman"
"Begitukah???.....orang tadi mana??."
__ADS_1
"Salah satu dari mereka tuan...belum selesai Andi berkata, diujung lorong terdengar suara orang berkelahi, setelah diamati ternyata Toni sedang menghajar salah satu dari orang orang tadi, seketika restoran menjadi riuh dan kacau, segera Andi menggandeng Nency steven tampak melongo melihat Andi menggandeng Nency.
"Tuan ikuti saya....DOOOR...!!! DOOR...!! PRANG....sebuah guci besar pecah tertembak, spontan Andi membawa Nency menunduk dan mengeluarkan senjatanya.
"Jimi....kau dimana...!!! lindungi tuan Steven segera..."
"Aku sudah dekat bung..."
DOOOR......DOOORR......AAAA......seorang pengunjung tertembak dan langsung tersungkur, Andi segera mencari arah tembakan...Nency terlihat gemetar dengan keadaan yang terjadi
Shit......aku tidak bisa menembak sembarangan disini...akan banyak korban berjatuhan.....
"Jim.....amankan parameter jalan keluar...!!! kita harus segera keluar dari sini...!!!"
"Sedang kuusahakan bung...."
"Ikuti aku cepaaat.....!!!! Toni berteriak...segera Andi mengikuti Toni yang sudah membuka jalan.setibanya di pintu keluar mereka tidak langsung keluar.Andi mengamati keadaan baru saja mereka mau keluar
DOOOR..!!! DOOOOR....!!!!...DOOOOR....!!!!
Toni pun membalas tembakan itu Andi masih mengamati asal tembakan.
"Jim.....kau jaga belakang....!!!"
"Aku dari tadi di belakang bung....!!!!"
Andi mengeluarkan senjatanya, Nency yang sudah pucat pasi memegang erat baju Andi.
"Heiiii....tidak ada kah yang ingin minta bantuan....????!!!!!" Steven berteriak, teriakan Steven tidak di hiraukan oleh mereka, mereka sedang sibuk mengamati dan membalas tembakan musuh.
"Aaan....diii..... apakah kita terjebak disini??"
"Tidak nona..saya akan mengeluarkan nona segera"
Sudah 15 menit mereka terjebak.
-----------------------
Ayo di bantu ya.....like,masukan dan vote nya....kita tunggu lo..
__ADS_1