
Semua yang ada diruangan nampak bingung dengan perdebatan itu, terkecuali Andi yang hanya tersenyum simpul dengan tatapan tajam ke araha Chun.
Hebat juga dia berdalih atas tuduhan ini... Gumam Andi dalam hati.
"Kalau hanya baju...itu sangat tidak kuat alasanmu bibi..." Chun kembali mengelak
"Aku ingat waktu kau baru masuk dulu di kelaurga ini ..ketika pak San san Horizon meminta saya untuk memberikan seragam hitam, kau menolak....kau bilang tidak suka warma hitam... jika boleh dengan warna lain namun dengan model yang sama...kau lupa Cun...aku yang mengajarkan mu tentang aturan di keluarga besar Horizon???"
FLASH BACK ON.
"Bibi zhe...apakah kau masih sanggup mengurus semuanya???" ucap Mr.San san Horizon yang tak lain adalah Ayah dari Steven Horizon.
"Masih sanggup tuan besar walaupun sedikit kerepotan."
"Baiklah...aku akan menambah asisten baru kalau begitu."
Beberapa hari kemudian datanglah seorang asisten rumah tangga yang baru.Setelah menghadap Mr.San san asistem baru itu dihadapkan kepada bibi Zhe, agar tau apa yang harus dikerjakan dan aturan di rumah keluarga besar Horizon.Asisten itu adalah Chun
"Gunakan seragam ini.." bibi Zhe memberikan seragam hitam hitam kepada Chun.
"Maaf bibi....jika diperkenankan, bolehkan saya menggunakan warma lain,dengan model yang sama,saya trauma dengan warna hitam."
"Trauma kenapa??? ceritakan pada bibi, agar bibi biasa memberikan alasan kepada tuan besar."
Dengan sedikit berat Chun menceritakan semua kepada bibi Zhe, dulu Chun hampir diperkosa seseorang yang menggunakan pakaian hitam hitam, itilah sebabnya Chun tidak suka dengan pakaian warna hitam, walaupun Chun berusaha sekuat tenaga agar lepas dari traumanya.
"Aku ikut bersimpati atas kejadian yang menimpa dirimu baiklah....akan kusampaikan kepada tuan besar kalau begitu."
Diluar dugaan Mr. San san mengabulkan permintaan Chun,dengan dalih agar Chun bisa fokus bekerja tanpa terganggu rasa traumanya, hingga semua asisten rumah tangga berganti warna baju menjadi hijau hijau.
FLASH BACK OFF
__ADS_1
"Jadi itu sebabnya semua asisten di rumahku menggunakan warna hijau hijau.." Steven pun baru mengetahui alasannya.
"Iya tuan muda....nah Chun bagaimana???" ucap bibi Zhe.
Chun hanya terdiam, namun kali ini Chun kembali membantah.
"Itu hanya retorika mu saja bibi..."
Paman Chong langsung memotong pembicaraan Chun.
"Ketika aku kembali ke dapur memang kutemui Zhe yang sedang mengaduk bubur ku, sesaat setelah Zhe pergi, aku meminta Ling untuk mencicipi bubur itu, karena aku harus menata meja ruang makan sebentar, aku masih menata meja tiba tiba terdengar teriakanmu di dapur, aku dan Tuan andi yang pertama tiba, sementara kau menangis."
Chun hanya terdiam dan kembali menyanggah.
"Nah aku yang pertama menemukan jasad Ling...bagaimana bisa aku yang membunuhnya??".
"Baik....segera akan ku akhiri drama ini." Ucap Andi.
"Itu tidak bisa menjadi bukti tuan Andi."
FLASHBACK ON
"AAAAAAAAAA........LIIING...!!!!! PAMAN CHONG....TOLOOOOOONG......PAMAAAAAN.....TOLOOOOOONG.....!!!!! SIAPAPUN TOLOOOOOONG....!!!!
Ada apa dibawah...Gumam Andi, secepatnya Andi berlari menuju asal suara itu.
Hah....!!!! Ling....apa yang terjadi....sial kenapa ini terjadu di bawah pengawasanku..????
Andi segera bergegas mengambil alat rapid tes racunnya dan mengambil busa yang keluar dari mulut Ling...beberapa saat kemudian hasil rapid test terlihat dan keluat kode HCN, berarti sianida.
Siapa yang menyebat sianida disini..??? aah PR baru lagi.. ..baiklah akan kutuntas kan dengan waktu singkat....hmmm kenapa ada darah yang sedikit membeku di ujung kuku Ling????......bukan kah dia terkena racun???...apakah ada seseorang yang memaksanya atau Ling sedang berusaha meraih sesuatu, tapi ini darah manusia...
__ADS_1
"Heeeiii kau...!!! jauhi mayat itu jangan kau otak atik...!!! biarkan tim forensik yang mengurusnya.." Teriakan kapten Zuge membuyarkan pikiran yang sedang berkecamuk di kepala Andi.
FLASHBACK OFF
Chun kembali terdiam atas analisa dari Andi yang cukup dalam.
"Hahahahaha......kau ingat tadi siang aku meminta mu membuat kopi dan kuminta kau menyuguhkan kepada kami satu persatu kemudian aku meminta kita makan siang dan kau melayani kami."
FLASHBACK ON
"Buatkan kopi...kita istirahat sejenak" pinta Andi."
Tidak berapa lama Chun keluar membawa kopi di nampan dan membagikan ke masing masing yang ada diruangan itu.
Hmnm.....kenapa tangannya di perban??? apakah???.....haaaa.....rupanya ini petunjuknya....nanti kita lihat lagi pas di meja makan..
Begitu majan siang di mulai, semua nampak duduk di meja makan paman Chong,Bibi Zhe dan Chun sibuk melayani semua satu persatu.
Yaaaa....luka ini....Ling mencakarnya....TERSANGKA ITU KAU...!!!! Gumam Andi dalam hati sambik menahan amarah....
FLASHBACK OFF
" Apalagi yang ingin kau katakan Chun??? disini Ling hanya korban salah sasaran, korban sesungguhnya adalah Nona Nency".
Kembali ruangan tegang dan hening sesaat.
-------------------
**Terima kasih untuk yang sudah mau mampir, Like,vote dan komen nya sangat berharga buat author......jaga kesehatan selalu di tengah Pandemi ya... .
Sakam hangat**
__ADS_1