Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
08 Tragedi Mall


__ADS_3

Dasar tidak peka.....


Kemudian Andi masuk ke salah satu bilik ruang ganti kemudian Andi mengeluarkan pistol nya dan memasang peredam di ujung laras pistolnya, seketika terdengar suara "Creeek" sengaja di tarik sangat pelan, Andi hafal betul itu suata apa, ya seseorang sedang mengokang pistol, kemudian Andi mengintip lewat bawah, mengira ngira Nency dan suara itu berada.


"Zeeb...zeeeb" pistol yang sudah di oasangi peredam oleh Andi menyalak , seketika itu juga satu tubuh terjungkang, kepanikan dan teriakan pengunjung mall terjadi begitu juga dengan Nency, Jimi dan Toni, seketika Andi langsung menggandeng Tubuh Nency


Bukan kah dia marah kepadaku, bukan kah dia ada dirumah, muncul dari mana dia, tiba tiba datang


Nency hanya bergumam,sementara para pengunjung lain berhamburan di Mall


"Ayo Nona, jangan terlalu tegang ikuti saja aku, aku akan melindungimu"


"Ii...iya" Nency terlihat ketakutan


"Kalian berdua aman kan parameter, buka jalan"


"Baik..."


Ketika menuruni eskalator Andi kembali melepaskan tembakan 3 kali "Zleeebb Zleeeebb" dan mengenai 2 orang menggunakan jas hitam, segera Andi kembali setengah memeluk Nency berjalan di tengah kerumunan pengunjung Mall yang berhamburan, Andi sempat mengamati gelang merah yang ada ditangan para penjahat itu


Hmmm...rupanya itu tanda pengenal mereka


Andi memgambil satu dan mengenakannya,kemudian lanjut menggandeng Nency untuk meninggalkan Mall, Seketika Andi kembali menembak ke depan, Rupanya mafia itu menyamar sebagai OB di Mall, namun pengalaman dan mata Andi bisa menangkap pergerakan orang orang itu dengan cepat dan sigap.


"Nona pakailah ini, bersikap lah sama seperti yang lain, aku akan menghabisi mereka..cepaat..!!"


Nency yang masih dilanda ketakutan mengikuti apa yang diminta Andi, sementara Toni mengikuti dari belakang, satu per satu mafia di lumpuhkan Andi, Andi melihat di depan pintu mall ada 4 orang mafia yang menunggunya, Andi kembali menggandeng Nency mencari pintu samping,


" Nona kita ke cafe situ dulu, peluru saya tinggal 2 , saya reload" dengan tatapan mata yang tajam Andi melihat keadaan sekitar, Andi terus menempelkan tubuhnya sambil menggandeng Nency.Nency merasa jantungnya berdegup kencang ketika di peluk Andi.Nency merasakan perasaan aman dan nyaman ketika di peluk Andi, perasaan yng tidak iya dapatkan dari Steven.


Kenapa jantungku berdegup tidak karuan, ternyata di balik sikap dingin dan cueknya, kau tampan juga,baru ini aku melihatmu dari dekat.


Ketika duduk di meja cafe, Andai dan Nency berhadapan dengan pengunjung lainnya, Andi melirik ke tangan kiri orang itu dan ada gelang merah yang di pakainya.


Zleeeb...zleeebb....Andi melepaskan tembakan , seketika orang di depan mereka jatuh bersimbah darah.

__ADS_1


"Kenapa kau menembaknya??"


"Dia salah satu dari mereka Nona"


"Dari mana kamu tau dia salah satu dari mafia mafia ini??"


"Dari gelang merah di pergelangan tangannya di sebelah kiri, itu pengenal mereka"


Setelah reload pistolnya, Andi lanjut menggandeng Nency ketika melewati toilet hampir saja mereka kena tembak.


"Doorr...door"


"Zeeb..zeeeb..zeeeb...zeeeb"


Andi menembak 2 orang itu, sementara itu Nency merasa dadanya tiba tiba basah, dia melihat noda darah, Nency mengamati tubuh Andi, ternyata tangan Andi berdarah terkena tembakan orang tadi.


"Tanganmu berdarah, kamu tertembak.."


Andi tidak menghiraukan kata kata Nency dia hanya fokus mencari jakan keluar dan segera keluar membawa Nency menjauh, sementara di depan Toni melumpuhkan 3 anggota Mafia itu, sementara Jimi menghadang salah satu mafia


"Iii...iya pak, "


"Oh ternyata kamu security mall"


Diam diam orang yang di hadapan Jimi mengambil pistol yang disimpan di lipatan baju nya dan dengan cepat.


"Dooooorrrr......!!!!" Jimi terkapar seketika


"Jimiiiiiii.....!!!" Door...dooor...dooor...!!!!


Toni menembak membabi buta ke arah orang yang berbaju security itu, seketika orang itu terkapar


"Jimmm......jimiiii!!!! " Jimi membuka matanya perlahan


"Kamu mencemaskan ku???!

__ADS_1


"Dodol...kita ini kan partner..kau tidak apa apa???"


"Kebetulan aku tadi memakai rompi anti peluru, namun lumayan sakit juga menahan peluru, sepertinya memar, dimana nona Nency dan Andi, apa.mereka baik baik saja??"


"Ayo kita caru dimana mereka" Toni membantu Jimi berdiri.


"Kau bisa berjalan???"


"Apa kau ingin menggendongku sampai ke dalam??"


"Jangan besar kepala ya...aku hanya memastikan keadaanmu saja, kalau yang di posisimu Nona Nency, oke"


Pletaakk....!!!! kepala Toni kena jitak Jimi


"Auuuuu..." cepat masuk, sebelum mereka masuk tiba tiba.


Ciiiiiiiiitttttttttt.........nampak sebuah mobil melaju dari arah parkiran,mereka melihat Andi dan Majikan mereka.


"Itu mereka...!!!! cepat ambil mobil"


Tidak berapa lama Toni dan Jimi mengikuti Andi.


"Mudah mudahan tidak terjadi apa apa dengan Nona Nency ya Jim..."


"Kuharap demikian..aduuh"


"Hei...kau benar tidak apa apa??"


"Hanya memar di dada saja, lumayan panas sih..pyuuuh..."


**Ayo bantu author kasih vote dan like nya, biar tambah semangat ngelanjutin episode nya....


dibantu yaaa...dibantu yakkk....jadi apa prok


.prok...prookk**....

__ADS_1


__ADS_2