
Semenjak kejadian ditaman itu,Nency sangat perhatian kepada Andi Nency pun sudah jarang mengubungi Steven tunangannya.
Kenapa semakin hari aku semakin rindu dan merasa tenang ketika Andi ada....
"Kawan......apakah kau perhatikan nona Nency akhir akhir ini??" ucap Jimi kepada Toni
"Iyaaaaa....." Toni menjawab dengan lesu
"Heii....kau kenapa kawan??"
"Ah tidak apa apa" Jimi tidak mengerti jika Toni ternyata menaruh hati kepada Nency
"Belakangan ini aku tidak pernah mendengat Nona Nency membantah atau berteriak ketika Andi memberlakukan penjagaan"
"Iya...dia menurut dengan Andi sekarang"
"Jangan jangan nona Nency jatuh hati padanya"
"Uhuk...uhuk...."
"Hei...kau kenapa kawan?? makan tidak, minum tidak tersedak"
"Hanya salah telan"
"Apanya yang salah telan,kau menelan liur basi??....hahahahaha"
"Ah sudahlah...."
"Kawan walaupun Nona Nency menaruh hati pada Andi, aku melihat Andi tetap bersikap dingin, cuek saja"
"Ah...tidak usah di bahas lagi"
********
Sementara di kamar Nency sedang asik berhayal sambil senyum senyum sendiri membayangkan hal hal yang indah bersama Andi, namun laumannya buyar seketika.....
Drtttt.....Drrttt....Drrtttt....
Tertulis di LCD handphone nya "My love"...dengan sedikit malas Nency mengangkat telpon nya.
"Iya...."
"Hei...kenapa suaramu seperti tidak semangat,apakah kau sakit??? atau belum makan??"
"Tidak..."
"Lalu kenapa??"
"Tidak apa apa"
"Apakah kau lagi swingmood sayang?? atau lagi datang bulan??"
"Tidak juga...cuma sedikit lelah saja"
"Lelah kenapa?? apakah kau habis menguras kolam renang??" Steven coba mengaja Nency bercanda namun tetap saja tanggapan Nency dingin.
__ADS_1
"Hehe...tidak, hmmm......sudah dulu ya, aku ingin istirahat, aku benar benar lelah"
"Baiklah kalau itu maumu....sebenarnya aku ingin......tuuuut...tuut...tuut, telpon sudah dimatikan oleh Nency.
Aneh...kenapa jadi dingin begini Nency dan sangat tidak biasa sama sekali...apakah dia benar benar lelah, atau ada hal lain yang mengganggu pikirannya.
Tidak henti hentinya Steven berfikir tentang perubahan Nency, hal itu membuatnya segera bergegas untuk pulang menemui Nency dan meluruskan masalah diantara mereka.
Tititiiiiiiit....titiittt....
Andi dengan segera berlari mendatangi pusat asal suara Alarm itu berbunyi, dengan sekali lompat mirip jagoan kungfu dengan ilmu meringankan tubuh.
"Nona..apa yang terjadi?? kau tidak apa apa??"
"Tidak...." Nency tersenyum dengan manis kepada Andi
"Aku hanya ingin memanggilmu dan memberitahukan mu, masakan sudah siap,ayo kita makan sama sama"
"Nona...saya minta jangan bermain main dengan alat itu nona, gunakan lah sesuai fungsinya nona, hanya untuk keadaan darurat saja"
"Baiikk....maaf ya sudah membuatmu siaga dan khawatir" ucap Nency dengan suara yang manja.
Malam hari, ketika Andi sedang patroli virtual dengan IPAD nya, kebetulan Andi sedang duduk diruang tengah dan ada gambar yang tidak lazim dilihat Andi, hal ini membuat Andi tidak nyaman, gelisah dan keringat dingin seketika Andi melihat Nency berjalan dari arah belakang menggunakan pakaian yang saxy, ketika posisi Nency sudah dekat Andi, Andi berusaha kabur namun Nency menghalangi jalannya.
"Andi....bagaimana penampilan ku malam ini??"
"Eeehh....bbbaaaiik nona"
"Hmmm....maksudku apakah aku terlihat....
"Hmmm.....benarkah Andi???"
"eeeh aaaakkkuu.....akkuuuu.......
Drrtt.....drtttt.....tertulis di ponsel nya nama
My Love...
Kenapa dia menelpon disaat seperti ini....
"Iya..halo..."
"Heii....coba lihat ke pinggir jendela"
"Ada apa???" Nency melangkah kan kakinya memdekati jendela, Nency melihat mobil sedan hitam parkir di halaman dan terlihat Steven melambaikan tangannya.
"Kenapa kau tidak memberi kabar kalau datang???"
"Segeralah turun jika sudah siap, aku menunggumu di bawah, kita makan diluar malam ini"
"Baik..tunggu sebentar"
"Andi bersiaplah, aku dijemput Steven kita makan di luar"
"Baik nona..."
__ADS_1
Sejam kemudian mereka tiba di salah satu restoran bintang lima di kota Ho Chi Minh dengan view menghadap sungai.Sebelum majikannya duduk Andi memeriksa meja dan kursi Nency dengan Detektor.
"Terima kasih " ucap Steven kepada Andi
"Silahkan Nona" Andi mempersilahkan Nency duduk, kemudian berdiri tidak jauh dari Nency sambil memperhatikan keadaan sekitar.
"Bagaimana keadaanmu sayang??"
"Seperti yang kau lihat, masih sehat"
"Maaf, pekerjaan disana sama sekali tidak dapat kutinggalkan, orang yang kupercaya kebetulan sakit,terpaksa aku sendiri yang mengurusnya"
"Iya tidak apa apa, aku faham"
"Sayang mau pesan makan apa??" Steven berusaha menggenggam tangan Nency, namun Nency menarik tangannya dari genggaman tangan Steven,Steven terkejut dengan sikap Nency,kemudian Nency menutup muka nya dengan buku menu, dalam sikap keheranan Steven menoleh ke arah Andi, namun Andi terlihat hanya fokus dengan keadaan sekitar restoran.
"Ada apa sayang???kenapa??? akhir akhir ini kau bersikap aneh terhadapku"
"Ah tttiiiidak apa apa, akuuuu....."
"Kenapa???"
"Aaakuuuu hanya sedikit canggung, karena lama tidak bertemu denganmu"
Pembicaraan Steven terpotong karena kedatangan seorang waitres yang membawakan sampanye dan menuangkan ke dalam gelas Steven dan Nency.
"Sebentat...mohon maaf" Andi mengambil gelas mereka berdua dan mengeluarkan alat test racun.
"Aman tuan,nona....silahkan di minum"
"Terima kasih atas kehati hatianmu Andi" Andi hanya mengangguk pelan.
"Canggung???....canggung kenapa?? bukan kah dulu kau sering kutinggal lama dan tidak pernah seperti ini sayang??"
"Ntahlah...mungkin karena banyak nya kejadian yang menimpaku akhir akhir ini, aku jadi seperti ini"
Kira kira Andi cemburu tidak ya...Gumam Nency dalam hati.
"Aku masih disini beberapa hari kedepan, aku hampir lupa menanyakan keadaanmu saat kau berada di tengah tengah duel sniper" Steven melirik Andi, namun Andi fokus pada tugasnya dan tidak ingin tau pembicaraan apa yang terjadi antara Nency dan Steven.
"Andi yang bisa jelaskan, aku takut setengah mati,emang enak tiarap ditengah tengah duel sniper??"
"Sayang ada rahasia besar di balik perburuanmu"
"Rahasia besar apa??"
Steven melirik Andi, seperti biasa Andi hanya fokus pada keadaan sekitar.
"Permisi...ini Tuan...Nona pesanannya"
"Terimankasih"
"Sebentar tuan dan nona, ini pesanannya"
"Hei...rahasia apa??"
__ADS_1
"Nanti saja dirumah, sekarang kita makan dulu, nanti akan ku jelasan" Nency hanya mengangguk