Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Pengakuan Chun


__ADS_3

Nampak Steven menahan emosinya begitu kuat, sesekali Steven melirik ke arah Nency, dia takut jika kejadian ini membuay Nency jadi seperti tempo hari, Andi kembali memecah keheningan dan ketegangan di dalam ruangan itu.


" Sekarang aku akan beberkan kenapa darah itu ada di ujung kuku Ling... setelah kau meneteskan sianida itu kau belum beranjak pergi dari dapur, hanya berdiri di balik pintu yang menyambungkan ke arah ruang makan, ketika kau tau Ling mencoba bubur itu, kau setenga berteriak dan menghampiri Ling..Ling yang nampak sudah oleng dan kepayahan akibat reaksi racun itu berusaha menggapai sesuatu, di saat itulah kau tiba dan memegang Ling dengan rasa penyesalan, Ling yang gelagapan akibat racun itu terus berusaha menggapai sesuatu, hingga akhirnya Ling mencakar tanganmu yang memegang Ling...." Terdengar suara Chun menangis di ujung matanya jatuh bulir bulir air bening.


"Ton....aku minta tolong...buka perban yang membalut di tangan ling, itu bukan luka sayat...kita lihat luka nya, Jika luka cakar maka dia pelakunya...."


Dan benar saja setelah perban di buka nampaklah luka bekas cakaran kuku di tangan Chun.


"Kau memang hebat tuan Andi, dari perban ini lah kau bisa mengetahui siapa pembunuh Ling....benar aku membunuhnya namun tidak aku sengaja tujuannya bukan Ling...kenapa harus Ling....hiks....hiks....hiks" Air mata Chun terus mengalir dengan derasnya.


Chun terus menangis, seketika Chun berdiri dan bersimpuh di kaki Steven.


" Tuuuuuaaaannnn muuudaaa....maaafkan saaayaaaa ttttuuuaaaannn mudaaaa." Chun menangis sejadi jadinya di kaki Steven,steven nampak tidak bergeming sama sekali atas permohonan Chun.


"Apakah kau kaki tangan dari orang orang yang ingin membunuh Nency???"


"Sssaaaayyyaaaa......sssaaaayyyaaa......saaayaaa terpaksa ttttuuuan...sssaaayyaaaa ttttiiiiidaak punya ppiiiiliiihhhaaaann tuuuan."


"Apa alasanmu???!!!!!" Steven nampak marah.


Huuuu.....huuuu....huuu....tangis Chun semakin menjadi jadi....

__ADS_1


"Mereka menyandra Ayah saya tuan....sebelum saya di perintahkan Tuan besar kemari, saya sempat di cegat dan diculik rombongan orang berbadan tegap, mengatakan ayah saya bersama mereka,jika ingin ayah saya selamat................maka saya harus membunuh nona Nency menggunakan racun ini....apa yang tuan Andi liat benar adanya, saya bertemu dengan mereka untuk mengambil racun ini di simpang jalan itu."


PLAK....PLAAAKK....!!! Seisi ruangan terkejut melihat Steven menampar Chun.


"Dasar gadis B**oh...!!!! kenapa kau tak mengatakannya kepadaku???...hah....!!!!"


"Sssaaayyyaaa ttttaaaakuut tuan muda...saya takut dengan keselamatan ayah saya tttuuuaan..."


"Bukan kah kalian kuperlakukan sama seperti keluarga sendiri semua...!!!??? Lihat paman Cong...lihat Bibi Zhe...mereka lebih 10 tahun mengabdi pada keluarga ini, tidak sedikit pun mereka berfikir akan pergi...faham????!!!!...jika kau mengatakan dari awal Andi bisa mengurus semuanya...!!"


Chun hanya bisa menangis sejadi jadi nya di hadapan Steven.


"Toni....urus dia...jebloskan dia di penjara...!!!!"


"Tuan.....saya tau saya bersalah tuan....maafkan saya..... maafkan saya juga nona Nency...namun jika diperbolehkan, saya hanya minya tolong bebaskan ayah saya tuan, selepas itu saya ikhlas menjalani hukuman saya " Sambil berurai air mata Chun meratap dan memohon serta bersimpuh di hadapan Steven.


Steven melengos kesal.


"Masih berani kau mengajukan permintaan kepada ku...???!!!..bawa dia....!!! hadapkan pada kapten Zuge...!!"


"Baik tuan....."

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau begitu detail dan teliti dalam mengungkap pembunuhan ini Andi.....aku kagum padamu..." Steven menepuk pundak Andi.


"Saya hanya melakukan apa yang seharusnya harus saya lakukan tuan..."


"Namun sangat jarang aku menjumpai Bodyguard dengan skill komplet seperti kau Andi."


"Hanya kebetulan tuan."Andi tetap merendah, sementara Nency yang sedari awal tidak bersuara sedikit pun menatap lekat ke arah Andi.


Aku sangat kagum padamu Andi.......seandainya saja........ Nency menerawang sejenak.


"Tidak ada yang kebetulan ndi....Toni yang pernah di bagian penyidik pun salah mengungkapkan analisanya, tidak seperti kau...semua sudah selesai....Ling tenang lah kau di alam sana....paman Chao....siapkan hidangan istimewa...nanti malam kita makan bersama sebagai ucapan Syukur kepada Tuhan."


"Baik tuan muda..."


"Bibi Zhe....maaf aku sudah membuat bibi khawatir dan menangis tadi."


"Tidak apa apa tuan....yang penting pembunuh nya sudah tertangkap."


Malam pun menyambut, suasana di dalam Vila nampak sangat hangat dan penuh kekeluargaan, setelah kasus yang menegangkan, semua sedikit bersantai karena besok merupakan rencana kepulangan Nency ke kota."


--------------------

__ADS_1


**Terima kasih buat yang sudah mampir, like and vote nya jangan lupa ya......ooooouuuwww jangan lupa jaga kesehatan ya readers ......


Salam Hangat dari saya**


__ADS_2