Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Lie Detector


__ADS_3

Suasan malam hari itu di vila sangat santai dan penuh kekeluargaan, Steven mengumpulkan semuanya di ruang keluarga walaupun santai Andi tetap tidak melonggarkan pengawasannya sedikit pun IPAD tetap di tangannya, sesekali di liriknya LCD IPAD nya untuk melihat keadaan di sekitat Vila.


"Semua sudah berakhir...saya harap semua kembali seperti sedia kala,bisa bekerja dengan normal....tapi khusus untuk di dalam keluarga saya.....paman.....bibi.....terima kasih untuk pengabdian dan kejujuran kalian....saya akan berikan bonus tambahan sebagai penghargaan, saya harap jangan melihat dari angka nya..namun anggaplah sebagai rasa hormat dan terima kasih saya yang tulus."


"Kami berterima kasih tuan muda....kami tidak mengira akan terjadi hal seperti ini tuan muda...saya hanya mengabdikan diri tulus kepada keluarga Horizon tuan."


"Begitu juga saya tuan...." ucap bibi Zhe.


"Sudah.....saya menghargai semua nya...paman dan bibi tidak saya anggap asisten...tapi keluarga buat saya."


Paman Chong dan bibi Zhe nampak tersenyum gembira.Tiba tiba Andi berdiri menatap bibi Zhe dan mengajukan pertanyaan.


"Maaf tuan....ada hal yang ingin saya tanyakan kepada bibi Zhe, ini juga masalah penting."


"Hal apa yang ingin kau tanyakan??"


"Ini penting tuan....masih berkaitan dengan pekerjaan saya."


DEG... suasana ruangan tiba tiba senyam dan kembali tegang.


"Saya harap bibi menjawab dengan jujur." baik tuan saya akan jawab sejujur nya.


Andi minta izin ke kamarnya sebentar, sesaat kemudian Andi kembali dengan membawa sebuah koper berwarna silver, semua mata mengarah ke pada Andi dan benda itu.


"Maaf bibi....saya harus memasang alat ini di tangan bibi..."


"Aaa alaaat a-apaaa ttuan??" nampak bibi Zhe seketika langsung panik dan cemas, semua yang berada diruangan itu pun sama cemasnya.


"Alat apa itu??" ungkap steven

__ADS_1


"Ini alat Lie Detektor tuan....jadi alat ini tidak akan menyakiti bibi Zhe...bibi akan sakit jika berbohonh kepada saya dan tuan Steven."


" Tapi.......apa maksudmu ???....." Steven masih heran dengan apa yang dilakukan Andi


"Percayalah tuan....ini untuk kepentingan tuan juga."


"Baiklah....tapi kenapa alat itu tidak kau gunakan kepada Chun???"


"Saya ingin menguji diri saya sendiri tuan...makanya saya tidak gunakan alat ini."


"Hmmm......baiklah jika itu maumu."


Apa lagi yang akan di lakukannya???.....apa yang akan di kuaknya kali ini.....Toni bergumam dalam hati.


Setelah selesai memasang alat itu di tangan bibi Zhe....mulai lah sesi tanya jawab.


"Hmmm.....saya hanya merasa kurang nyaman duduk di depan, sementara majikan saya di belakang, seharusnya saya yang di belakang."


Andi melirik ke alat Lie detector...nampak grafiknya datar itu menandakan Bibi Zhe tidak berbohong.


"Bibi....siapa yang bibi telpon waktu kita baru tiba disini??? bibi menelponnya di pinggir hutan sebelah sana???"


"Eeeh...." Bibi Zhe nampak terkejut, begitu oula Steven yang baru saja mengetahui hal itu.


"Eeeh....anu tuan....saya sedang menelpon Tuan besar."


"Ada apa bibi menelpon papah??" Steven langsung memotong jawaban bibi Zhe.


"Tuan...saya diminta tuan besar selalu memberikan informasi tentang kegiatan tuan muda selama di vila ini."

__ADS_1


Andi kembali melirik lie detector nya, nampak garis lurus tidak ada ombak.


"Bagaimana ndi???" Andi hanya memberi kode melalui jempolnya.


"Dan kenapa bibi selalu menguping pembicaraan Tuan dan nona Nency???" Andi langsung mengajukan pertanyaan.


"Aduh...bibi jadi malu....jika sering menguping...bibi ....aduuuh....bagaimana ya."


"Bibi....bibi tidak bisa bohong....akan terdeteksi jika bibi berbohong."


"Sama seperti tadi tuan muda...saya hanya ingin tau rencana kepulangan tuan muda dan nona....karena tuan besar menyiapkan kejutan di hari kepulangan tuan muda dan nona muda."


Andi kembali mengawasi alat itu...datar tidak ada perubahan...


"Bagaimana ndi???" ucap Steven.


"Aman tuan muda....baiklah bi saya rasa cukup untuk saat ini tanya jawab nya, bibi tidak berbohong...ternyata bibi jadi mata mata tuan besar."


"Aduh....bibi jadi tidak enak hati dengan tuan muda dan nona muda."


"Sudah tidak apa apa bi..." ucap Nency sambil tersenyum manis.


Akhirnya semua bisa bernafas dengan lega, kejadian di vila cukup menguras energi dan tenaga yang cukup besar.


------------------


***Update lagi nih....terima kasih buat yang sudah mampir....like dan votenya ditinggal ya....jangan di bawa kabur......


Jaga selalu kesehatan ya....gunakan masker,cuci tangan dan jaga imun tubuh***

__ADS_1


__ADS_2