Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Pengepungan di Rumah


__ADS_3

Tiba di depan pagar runah Nency, andi tidak langsung masuk andi memundurkan mobil dan kembali memarkirnya di tempat yang agak gelap, setelah di rasa aman Andi minta izin kepada Nency.


"Nona saya tinggal disini sebentar, saya ingin memeriksa keadaan rumah dulu"


"Baik....jangan lama lama"


"Oya....tuan Steven pegang ini, ini sudah saya reload full." Andi menyerahkan satu pistolnya kepada Steven.


"Baik....terima kasih" Steven berbicara dengan sedikit meringis karena ulu hatinya masih sakit .


"Hati hati " ucap Nency kepada Andi, Steven hanya tertegun mendengar ucapan itu, sementara Andi hanya tersenyum simpul.


"Kenapa kau perhatian sekali kepadanya??"


"Apakah salah???...dia sudah melindungiku selama ini, menyelamatkan nyawaku dua kali."


"Tidak salah, namun kau harus sadari dia kubayar untuk melindungimu."


"Iya aku tau....tapi biar bagaimanapun Andi juga manusia bernyawa,dia rela mempertaruhkan nyawanya demi orang yang belum dia kenal sebelumnya dan ini bukan hanya sekedar nilai uang, tapi bagaimana kita berempati,memanusiakan manusia, menghargai apa yang sudah dikorbankan seseorang untuk kita."


Steven hanya terdiam baru kali ini Steven di ceramahi Nency panjang lebar.


"Yaaa....tetap saja dia pelindung kita"


"Kita???....yang dia lundungi selama ini aku, kamu baru malam ini saja terjebak di dalan kekacauan ini, sudah aku tidaj ingin berdebat lagi....sebaiknya kita awasi keadaan sekeliling."


Kenapa Nency jadi begitu membela Andi, padahal kan memang pekerjaannya seperti ini...apakah Nency jatuh hati kepada Nency....ah nanti kutanyakan.


Dengan mengendap endap Andi mendekati pagar rumag Nency.


Sialan....IPAD ku tidak kubawa, terpaksa manual.


Andi masuk pekarangan melalui sisi kiri rumah Nency uang sedikit rimbun, sepertinya tidak ada yang terjadi.


Saklar listrik utama ada disana...


Andi mematikan saklar listrik utama di rumah Nency, seketiak semua menjadi gelap gulita Andi segera menggunakan kacamata thermalnya dan memasang peredam diujung pistolnya.


Dengan perlahan Andi mengendap endap di sisi rumah menuju kolam renang,semuanya aman.Andi masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang, setelah memastikan keadaan rumah benar benar aman Andi kembali menemui Nency dan Steven.


"Semua aman nona...tuan mari kita menuju ke rumah."


Belum sempat Andi menjalankan mobilnya, nampak dua mobil van berhenti di depan pagar, segera Andi memundurkan mobil yang berisi majikannya lebih jauh kebelakang.


"Nona diam disini...saya mau liat siapa mereka"

__ADS_1


"Andi...mereka banyak dua mobil van"


"Benar...kau sendirian"


"Tak apa tuan saya hanya ingin memastikan saja"


"Tapi....." Belum selesai Steven berkata Andi sudah keluar dari mobil dan mengendap endap untuk melihat lebih dekat.


Ada sekitar 20 orang bersenjata lengkap, apakah mereka mau menyerbu rumah Nona Nency malam ini....ini gila seperti penangkapan ******* kelas kakap....


Orang orang tadi sudah bersiap di depan gerbang pagar 10 orang memyeruak masuk ke dalam, 5 orang di taman dan 5 orang lagi berjaga di luar.Andi berfikir keras dengan senjata tersisa 2 magazine apakah cukup, Andi yang juga memiliki kualifikasi seorang sniper harus dapat menyelesaikan semua ini dengan cepat.Sementara Nency terlihat begitu ketakutan dengan hadirnya orang orang bersenjata lengkap dan berbaju hitam hitam di rumahnya.


Seberat ini tanggung jawabku....Tuhan lindungi kami semua...


"Kalian dimana???" Andi menghubungi Toni.


"Kami On The wa bung..."


"Kalian memutarlah cari jalan lain...bawa persenjataan lengkap, di depan rumah ada 20 orang bersenjata lengkap, sebagian sudah masuk rumah, kami berada diluar 4 blok dari rumah."


"Apaaaa?????!!!!, baik bung segera..."


"Apakah keadaan gawat kawan???" tanya Jimi kepada Toni.


"Iya....rumah kita di kepung 20 orang bersenjata lengkap"


"Cari bantuan dan senjata lengkap, Andi menunggu kita 4 blok dari rumah."


Tidak mau disalahkan jika terjadi perang besar Andi memgubungi komandannya.


"Selamat malam komandan"


"Silahkan....ada apa??"


"Izin melaporkan kejadian dan tindakan"


Kemudian Andi memberikan laporan tentang kejadian malam ini tanpa terlewat satupun.


"Baik...laporanmu kuterima, beri aku 5 menit untuk menyelidiki siapa 20 orang bersenjata lengkap seperti pasukan khusus itu."


"Siap komandan.."


Lamat lamat Andi mendengar langkah kaki,.dengan sigap Andi segera bersiap dan memasang kuda kuda, ternyata Toni dan Jimi telah tiba dengan seabrek senjata.Setengah berbisik Andi menunjukkan kepada rekan nya.


"Ini gila....perang ini namanya bung."

__ADS_1


"Ntahlah...aku masih menunggu informasi dari komandanku, apakah kejadian tadi masuk pemberitaan???"


"Kemungkinan bung...karena sangat ramai, oya aku tadi sempat menemui nona dan tuan disana."


"Oya....nona Nency terlihat syok berat, Jim...ada baiknya kau berjaga di dekat mobil namun jangan terlihat, Ton....berikan senapan serbu itu lengkap dengan magazine nya." Toni pun menuruti perintah Andi.


CREK...CREK....!!! Jimi mengokang senapan serbu itu.


"Pyuuh....bung bukannya aku takut dengan mereka....cumaa.......aku cumaaa segan aja"


"Aku tidak mau dengar alasan apapun..


oke???" Jimi pun segera menjalankan perintah Andi.


Tak lama kemudian Andi dihubungi komandannya.


"Mereka memang pasukan elit kepolisian, namun aku tidak yakin jika mereka semua jujur..aku hanya khawatir mereka akan melakukan tindakan lain."


"Mohon arahannya komandan."


"Amankan paket dulu seaman amannya, kemudian kau selidiki dulu mereka, jika mereka waras biarkan saja, namun jika mereka kumat gilanya...habiskan saja."


"Siap komandan...'


"Apa kau sanggup menghabisi mereka sendirian???"


"Akan kuusahakan komandan...lagi pula saya punya partner disini."


"Baik...lakukan semampumu."


"Siap...86 komandan...!"


"Ton.....kita susun rencana....mereka benar pasukan elit namun komandanku tidak yakin dengan mereka, bagaimana kalai kau pura pura ingin maauk rumah, aku ingin tau reaksi mereka"


"Aku..???!!! lagi....!!!"


"Yaaa...Jimi kan sedang berjaga....nanti aku yang akan menjagamu dari sini.."


" Yah kalau cuma berjaga aku juga bisa....ini nyawa lagi bung urusannya..."


"Hehehe....bukan kah bulan lalu kau tahan peluru???"


"Terpaksa bung...."


Toni sedang berfikir keras, bagaimana jika seadainya dan seandainya.

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir....janhan lupa Like,Masukannya dan vote nya ya.....Author tunggu lo....


__ADS_2