
Mau apa tunawisma ini..apakah yang disana itu benar Tunawisma atau apa
Sniper gelap itu mengambil binocularnya..
Kemana dia tadi, cukup mencurigakan
Sementara itu Andi sudah mendapatkan senjata dan senapannya.
"Nona...kau tetap disini dan diam di posisi semula, saya akan pindah tempat"
"Haaah....aku gimana???"
"Nona tenang saja, saya ingin mencari posisi agar sniper itu terlihat, sekarang masih tidak terlihat dia sembunyi dimana"
"Bbbaaaikk lah..jika itu bisa membuat kita aman "
Sementara itu jarak 2KM, polisi setempat memblokade semua jalan jalan yang menuju ke taman dan kantor yang berdekatan dengan lokasi di minta tutup, serta memeriksa seluruh karyawannya.
"Kita masuk saja membawa pasukan khusus, agar cepat selesai"
ucap ujar Kepala Kepolisian sektor kota setempat
"Heeiii...jangan asal bicara, kau ingin mengorbankan anggotamu atau kau sendiri yang maju?? ini sniper yang di hadapi, bukan penembak biasa...!!!! faham kau???"
"Siap...faham komandan...!!"
"Sementara ini apa yang harus kita lakukan??"
"Kita tunggu hasil kerja salah satu pasukan elit disana"
"Pasukan elit???kapan mereka datang??"
"Hanya seorang..."
"Dimana dia komandan??"
"Sudah kau jangan banyak tanya...amankan masa"
"Siap...!!!"
Dari kejauhan Andi berkomunikasi dengan Toni melewati earphone.
"Ton....bisa kau alihkan perhatian nya, aku mau mencari posisi yang pas, tapi tunggu, setelah aku menemukan lokasi yang pas dulu".
"Baik..."
__ADS_1
Setelah melihat lokasi yang pas, Andi kembali menghubungi Toni
"Ton..alihkan perhatiannya, terserah bagaimana caranya"
"Oke bung...pyuuuh nyawa gua ini bung"
"Dikiiittt aja minta nyawanya ya..hehehe"
Sialan kau Andi...nyawa ku dari tadi sudah kupertaruhkan ...sampai kau tidak dapat dimana Sniper ini...awas kau...
Sementara Sniper gelap tadi kembali mengamati gerak gerik Toni yang terlihat mondar mandir, seperti orang bingung.
Ini gelandangan kenapa dia..sebentar....sial wajahnya tidak terlihat jelas
Secepat kilat Andi berlari ke salah satu sudut yang sedikit terlindung.
Baiklah....kita lihat dimana kamu dan seberapa hebat kamu bisa bersembunyi dari ku.
Andi mengeluarkan mini drone nya yang ukurannya lebih kecil dari telapak tangan.
dan menghubungkannya dengan IPAD nya.
"Nguuuuunggggg.." Drone itu hidup dan mengudara, berkeliling area taman dan bangunan di sekitar taman, disamping itu Andi sudah siap dengan senapan andalannya jika menjadi sniper.
*Sialan....mereka menggunakan drone untuk mengetahui pisisiku, tapi tidak akan mudah menemukan ku.
Hmmmm.....dimana kau siput...masih belum kelihatan tanda tanda mu*.
Andi menyapu setiap jengkal sudut sudut bangunan di sekitar taman,sambil sesekali Andi melihat IPAD nya karena Drone nya masih melayang, namun juga belum menemukan dimana posisi sniper gelap itu.
Sniper gelap itu memindah posisinya, dengan maksud mengintai pohon temoat Andi tadi sembunyi. Seelah mendapatkan view yang pas kembali sniper gelap itu memfokuskan telenya ke pohon tadi.
Hah...kenapa tidak ada pergerakan sama sekali di balik pohon itu, atau jangan jangan mereka sudah pindah...siiaaalll..!! Gelandangan tadi mengalihkan perhatian ku...siaaalll....!!! mana gelandangan tadi.... kurang a**r mereka lolos..
Sementara Andi masih menyapu semua sudut bangunan melaluo telenya dengam sangat perlahan.
Di gedung ujung sana seperti ada bayangan bergerak,..."tiiiikkk ..tiiiiik....ttiik"..Andi menyetting telenya diatas senapannya
*Coba ku pancing kemudian pindah.,hits and run.
BlAAAAR*.....pranggg...kraaakkk...!!! senapan Andi menyalak dengan nyaring, membuat Nency, Jimi terkejut dengan suaranya dan
sebuah tembakan mengenai jendela.
Pyuuuhhh ....siiiaaaallll....!!!! hampir saja...untung dia meleset..oke giliranku menemukan mu..
__ADS_1
Kemudian sniper musuh berpindah tempat, namun tidak bisa keluar gedung, jika keluar gedung tamat riwayatnya.Baru saja Sniper bayaran ini pindah lokasi, belum sempat menata tempatnya...
BLAAAARRR....PRAAANGGG.....!!!
Kembali kaca jendela pecah,Andi sengaja melakukan teror kepada Sniper musuh, untuk mempersempit ruang gerak nya, dengan nafas ter engah engah, sniper itu tiarap.
Kurang a**r...dia tau aku dimana rupanya, untung saja tidak kena.
Dengan merayap susah payah, sniper itu keluar ruangan, setelah aman Sniper itu berlari mencari pintu belakang, untuk pindah gedung, dia terus berlari melewati 5 gedung, kemudian mencari posisi baru.
Haahh...haaahhh...hahh...Tunggu kau, kali ini aku yang menghabisimu..."Tiiiikkkkk..tiiiikkk"
Sementara Andi masih menyisir gedung gedung yang ada.
Kabur kemana dia...kali ini aku tidak akan main main lagi....sialll...dia menghilang dari jangkauan ku.
Sekejap mata, ketika Andi berdiri ingin pindah lokasi penembakan...
DOOORRR....!!!! PRAAANNGGGG....!!!
Hampir saja, untung aku sudah felling..shit..!! aku terlihat..
Sementara Sniper musuh tertawa
"Hahaha.....disitu kau rupanya...!!! kali ini kau tak kan lolos....!!!"
Andi terus berlari, beberapa kali tembakan sniper musuh nyaris saja mengenai nya, Nency yang masih berada di posisinya semula, melihat Andi di hujani tembakan Sniper musuh merasa Khawatir.
Tuhan...lindungi Andi Tuhan...mudahkan dia menemukan sniper gelap ini ...lindungi dia Tuhan....kenapa tiba tiba aku sangat mengkhawatirkannya.
Toni dan Jimmi pun sangat khawatir dengan Andi..
"Bung...kau tidak apa apa???" Toni menghubungi Andi melalui earphone nya, tapi Andi tidak menjawab.
"Apa yang bisa kita bantu kawan??"
"Aku melihat keadaan dan menghitung dulu, apakah memungkin kan mengevakuasi Nona Nency kesini ( tempat persembunyian Toni)"
"Ini kesempatan kita kawan, selagi sniper musuh sibuk dengan Andi, kita usahakan mengevakuasi Nona Nency"
"Sebentar kawan...Andi tidak bisa kuhubungi dari tadi"
-----------------
Author minta bantu yaaaakkk.....saran, masukan ,like dan vote nya...biar tambah seru lanjutannya
__ADS_1