
Setibanya mereka dirumah, Steven langsung menggandeng Nency, Nency yang
sedari tadi nampak diam saja dan tidak berbicara sedikitpun.
"Sayang.....bicaralah...kenapa kau hanya diam???" Steven mulai khawatir dengan keadaan Nency..
"Andi...kenapa Nency tiba tiba diam saja??"
"Sebentar coba saya liat tuan." Andi pun membuka kelopak mata Nency lebih lebar.
"Sepertinya Nona syok berat tuan???:
"Apa????......"
"Iya....seperti itu yang terlihat tuan"
"Baik...sebentar saya telpon Dr.Yue teman saya."
Setelah selesai menelpon Dr. Yue dan memastikan kedatangannya Steven kembali menelpon seseorang.
"Segera....!!!! aku tidak ingin menunda nunda....jika bisa 10 menit sudah tiba disini."
Andi langsung menoleh ke arah Steven karena mendengar teriakan Steven.
"Bagaimana Tuan?? apakah Dokternya ada??"
"Iya....Dr. Yue dalam perjalanan kemari."
"Baiklah....baiknya setelah ini tuan Steven istirahat dan bergantu baju, saya harap tuan bisa bermalam disini."
"Akan kuusahakan". Kembali Steven terlihat menelepon seseorang.Sambil menunggu keadatangan Dr. Yue yang dalam perjalanan Steven mengajak Andi berbincang ringan, tentang kejadian barusan.
"Kira kira berapa lama lagi para tersangka gembong mafia mafia ini tertangkap ndi?? saya kasian dengan Nency." Andi menoleh ke arah Nency yang masih diam mematung.
"Saya masih belum bisa memastikan tuan"
"Kenapa???...bukan kah kalian pasukan elit???"
"Masalahnya bukan hanya disitu dan tidak semudah itu tuan."
"Trus???"
__ADS_1
"Para tersangka ini merupakan pejabat negara dan mempunyai jabatan strategis, Kedua saya tidak bisa bertindak lebih jauh tuan, karena ini bukan negara saya, bukan wilayah hukum saya."
"Yaaa....aku sadari itu, namun jika aku bisa membantu, akan kubantu sebisaku."
"Jangan tuan terlalu berbahaya, selain main kekerasan mereka juga punya koneksi kuat."
"Itu pasti ndi, mereka berlindung di balik jabatan mereka."
" Itu yang membuat kami sangat hati hati tuan, koneksi mereka juga banyak, maaf sebelumnya beberapa pejabat polisi disini pun masuk dalam lingkaran mereka."
Benarkah..??? tapi aku tidak terkejut lagi jika ada pejabat kepolisian memback up mereka, itu sudah biasa disini."
"Itu sebabnya kita harus hati hati dan mencari waktu yang pas."
Ting tong....bel pintu berbunyi Andi memberikan isyarat kepada Toni yang asik berbincang dengan Jimi.
CEKLEK.....pintu terbuka.
"Selamat malam....saya Dr.Yue teman tuan Steven."
Dari dalam ruangan Steven setengah berteriak memanggil Dr. Yue, setelah masuk dan bertemu dengan Steven, segera Steven memerintahkan Dr.Yue memeriksa keadaan Nency.
"Dari hasil oemeriksaan sementara di saya, nona Nenxy mengalami syok berat."
"Tapi tidak depresi atau gila jan Dok???"
"Tidak...itu kasusnya berbeda pak,saya juga sudah menyuntikkan vitamin ke tubuhnya."
"Baik....terima kasih Dokter.."
"Ini kuberikan beberapa obat penenang, ingat jangan sampai ada pikiran yang memberatkannya dan jika bisa ajak dia ketempat yang tenang."
"Tapi ini tidak mempengaruhi kejiwaannya kaj dok??"
"Tidak jika dia tidak tertekan terus, namun jika dia terus tertekan, kemungkinan besar akan menjadi depresi."
"Baiklah jika begitu dok, terima kasih."
"Jika boleh tau kejadian apa yang membuatnya mengalami syok sangat berat seperti ini???"
"Dokter tadi meliat berita penembakan di TV???"
__ADS_1
"Oh yang diresto itu???"
"Benat....itu dia yang menjadi buruan para mafia itu."
"Hmmm......pantas saja ada beberapa orang berjaga jaga di depan sana, sebaiknya sementara waktu kau ungsikan dia ketempat yang aman dan tenang."
"Baiklah dok."
Kemudian Dr.Yue berpamitan dan meninggalkan ruangan itu.
"Ndi....sepertinya besok kita harus pindah untuk sementara waktu di Villa saya di sebuah lokasi terpencil."
"Tidak masalah tuan, jika bisa memberikan rasa tenang untuk Nona Nency, kami pun tetap akan mengikuti."
"Baiklah....kita tunggu pelayan saya datang sesaat lagi."
Steven pun menggendong Nency menuju kamarnya, tak lama kemudian andi mendapat laporan dari anak buahnya yang berjaga di gerbang depan.
"Izin komandan....ada seorang wanita paruh baya ingin masuk dan menemui Tuan Steven."
"Siapa namanya???".
"Katanya pelayan tuan Steven nama nya Zhe."
"Sebentar aku tanyakan, apakah benar ini pelayan tuan Steven."
Tok....tok.....Andi mengetuk kamar Nency, Steven segera membuka pintu.
"Apakah benar pelayan yang tuan tunggu namanya Zhe???"
"Iya benar suruh dia masuk agar cepat merawat Nency." Andi menganggukkan kepalanya dan menghubungi anak buahnya yang berada di depan.
"Suruh dia masuk...tapi periksa dulu barang bawaannya."
"Laksanakan...."
Setelah melalui pemeriksaan bibi Zhe segera masuk dan dengan cekatan bibi Zhe melakukan pekerjaannya serta mendengarkan instruksi dari Steven untuk merawat Nency.
-------------------
Hatur nuhun yang sudah mampir.....jangan lupa ya.....like, masukannya biar kita dapat inspirasi terus nih.....di bantu yaaa....
__ADS_1