Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Hasil investigasi


__ADS_3

Steven sudah menyelesaikan semua kewajibannya kepada keluarga Ling, semua biaya kremasi dan lainnya Steven yang menanggungnya.Tepat seminggu kematian Ling,Andi mengumpulkan semua orang yang ada di vila untuk mengungkapkan fakta siapa pembunuh Ling.


"Selamat pagi semuanya..."


Semua penghuni vila hadir pada pagi hari itu.


"Seperti kita ketahui bersama, di vila ini baru saja ada kejadian pembunuhan,saya sangat tidak terima dengan kejadian ini,apalagi ini di kediaman saya,parahnya tidak ada orang lain selain kita yang ada disini, hanya kita bersepuluh, namun diantara sepuluh orang diani rupanya ada dalang pembunuhan....baiklah......Andi silahkan utarakan hasil investigasimu 4 hari terakhir ini."


Sejenak Andi memandang semua yang hadir sambil menghempaskan nafasnya dengan berat


"Baiklah....." Terlihat semua duduk tenang tanpa ekspresi


"Saya akan menceritakan kronologinya dulu tapi sebelum saya menceritakan kronologinya.... kita sama sama dengarkan kesaksian orang orang disini,agar semua terang benderang dan siapa tau dari kesaksian ini misterinya terungkap dan sesuai dengan apa yang saya punya."


Di ujung ekor mata, Andi menangkap suatu gerakan kegelisahan dari seseorang yang duduk diruangan itu


" Tuan Steven...kita dengarkan kesaksian mereka dulu."


"Intinya saja.....biar cepat.."


"Baiklah kalau begitu..."


"Baiknya kronologinya kesaksiannya dulu tuan....agar semua jelas dan kita lihat pembunuh itu."


"Baiklah..... saya buka sedikit."


Semua nampak tegang dan hening.


"Pagi hari itu pukul 07:00 Nona Nency dan tuan Steven berada di balkon sedang berbincang...sementara di dapur Paman Chong dan Ling sedang memasak untuk sarapan kita semua...benar paman??? sedangkan Cun ada dikamar dan bibi Zhe sibuk dengan urusannya sendiri......nah paman Chong silahkan ungkap kesaksian paman."


" Iya tuan...saya ditemani Ling pagi itu di daour..saya meminta Ling untuk mengiris sawi, karena saya berencana membuat bubur pagi itu....sejenak paman Chong menerawang.


"Lanjutkan paman..." ujar Andi..


"Ketika kami sedang sibuk...kami di kejutkan dengan hadirnya Zhe di dapur, saya bertanya waktu itu....sedang apa kau disini namun Zhe nampak bingung,"

__ADS_1


Beberapa mata langsung menoleh ke arah Bibi Zhe..Bibi Zhe nampak bingung dan cemas.


"Bibi Zhe.....!!!!" Nampak raut wajah Steven berubah menjadi merah mengerikan.


"Sabar tuan...biar paman selesaikan ceritanya" ucap Andi.


"Saat itu Zhe 3x ke dapur dengan alasan yang tidak jelas dan nampak kebingungan...kemudian saya usir Zhe dari dapur saat itu, karena saya merasa aneh dengan sikapnya..."


"Maaf paman Chong saya potong dulu...Bibi Zhe....berikan keteranganmu" ucap Andi


" Tttiiiiidak...tttiiiidakkk Tuan saya tidak membunuh Ling...hiks...hiks...." Wanita setengah tua itu nampak berurai air matanya, apalagi melihat tatapan tajam mata Steven.


"Lalu apa yang kau lakukan di dapur bibi..!!!??"...bukan kah kau kuminta hanya mengurus Nency???"....Steven langsung menyambar kata kata bibi Zhe.


Bibi Zhe semakin menangis dan dengan sekuat tenaga menggenggam ujung bajunya.


"Tttuuuan mudaa....apakah tuan muda tidak percaya dengan saya???".


"Bibi jika ada peristiwa seperti ini, aku tidak peduli seberapa lama kau mengabdi di keluarga ku...!!!"


Nency nampak berdiri ingin memberikan air kepada wanita setengah tua itu, namun di cegah Steven.


"Apa maksudmu meminta paman Chong melanjutkan kesaksiannya nya di dapur..!!! bukan kah semua sudah nampak jelas???!!! Steven nampak sangat murka dengan permintaan Andi.


"Tuan....bisakah sabar sedikit...kita sedang mengungkap kasus tuan..oya kalian berdua siaga." Andi memerintahkan dua anak buahnya agar siaga.


"Saat itu dapur tinggalkan sebentar, karena saya ingin memetik daun mint untuk campuran bubur di dalam panci, saya lupa menyiapkannya saat itu dan Ling saat itu membelakangi panci karena sedang menggoreng bawang.." Kembali paman Chong menerawang mencoba mengingat detail kegiatan di dapur saat itu. Paman Chong melanjutkan kesaksiannya nya.


"Saya terkejut ketika masuk dapur melihat Zhe sedang mengaduk aduk bubur itu, seketika saya menegurnya,karena berani menganggu hidangan yang ingin saya sajikan kepada Tuan muda,itulah ketiga kalinya saya mengusir Zhe dari dapur, saat itu saya bertanya kepada Ling dan Ling sama sekali tidak mengetahui kehadiran Zhe di dapur, setelah itu saya berpesan kepada Ling agar menjaga bubur itu karena saya ingin buang air, akhirnya saya tinggal lagi sekitar beberapa menit dan saya mendengar suara Cun berteriak."


"Bagaimana menurut analisa mu Ton...???" Andi tiba tiba menanyakan kepada Toni, karena Toni memiliki basic sebagai penyidik pembunuhan berencana.


"Bisa disimpulkan sianida itu dimasukkan ke ke dalam bubur ketika paman Chong pergi dan saat itu bibi Zhe sudah mencampurkan nya ke dalam bubur hingga paman Chong memergoki bibi Zhe mengaduk bubur itu, karena bubur itu untuk tuan Steven dan Nency maka tujuan pembunuhan ini kepada nona Nency seperti yang sudah sudah...tuan Steven adalah korban lainnya, dengan kata lain Paman Chong yang akan di kambing hitam kan atas kematian Tuan dan Nona...sementara pembunuh aslinya bebas."


"Dan kesimpulan akhir mu apa???" ujar Andi kepada Toni.

__ADS_1


"Bibi Zhe lah yang mencampurkan sianida itu ke dalam bubur olahan paman Chong, otomatis paman Chong lah yang tertuduh padahal pelaku sebenarnya bibi Zhe."


Bibi Zhe yang mendengar pernyataan dari Toni semakin menjadi jadi dalam tangisnya.


"Bibi tidak dapat berkilah lagi, selain itu ada beberapa hal yang membuat bibi semakin di curigai..bibi pernah menelepon seseorang di tepi hutan ketika kita baru tiba, beberapa kali bibi menguping pembicaraan tuan Steven dan nona Nency di balkon,.bibi kira kami tidak tau..??" ucap Toni


"Setega itu kah kau bibi???!!!....ingin membunuhku dan Nency???!!!"....Steven nampak sangat marah.


"Bibi....jika ada yang ingin kau sampaikan...silahkan "Ucap Andi, namun bibi Zhe belum reda tangisnya.


"Baiklah...saya akui semua yang tadi tuan Toni katakan,saya akui juga benar apa yang di katakan oleh Chong, semuanya benar, tapi saya tidak memiliki niat membunuh dengan racun sianida itu."


"Bibi....dari hasil test sidik jari...ada sidik jari bibi tertinggal di meja dekat dengan jenazah Ling., lalu apa lagi yang mau bibi sanggah???" ucap Toni


"Setelah saya mengaduk bubur itu ssaya memang berdiri di tepi meja,karena saya ingin mengatakan sesuatu kepada Ling, namun saya urungkan,karena saya mendengar suara langkah orang mendekat."


"Bibi....berterus terang lah bi...agar semuanya segera selesai..." Ucao Toni, nampak bibi Zhe melirik ke arah seseorang.


"Apapun bantahan saya, saya tetap tuan vonis bersalah."


"Nah...apalagi....semua sudah jelaskan bibi Zhe lah pelakunya, paman Chong maafkan jika kau di kambing hitamkan ataa kejadian ini." Segera Toni mengeluarkan borgol nya dan mendekati bibi Zhe, bibi Zhe meminta bantuan kepada Nency.


"Nona muda....bantu saya nona...


saya tidak ada niat untuk membunuh Tuan dan nona muda....hiks....hiks...hiks..." Ucap bibi Zhe memelas kepada Nency sambil berderai air mata.


"Maaf bibi....dalam hal ini saya tidak bisa membantumu, jika ada yang ingin kau sampaikan, sampaikan lah kepada mereka bibi." Nency mengucapkannya dengan lembut kepada bibi Zhe.


"Percuma nona....mereka tetap tidak akan percaya..."


"Sudah...simpan air matamu wanita tua...!!!!" bawa dia segera ke kantor polisi dengan pasal pembunuhan berencana, aku juga akan melaporkan ini kepada papa dan mama.."


Toni kembali mendekati bibi Zhe dan "Klik...klik..." Toni memborgol tangan bibi Zhe.


Setelah 3 jam sidang kecil kecilan itu berjalan, akhirmya Toni menggelandang bibi Zhe. Toni mengawalnya .

__ADS_1


--------------


Ada yang penasaran ga ya sama lanjutannya???....oya author ucapkan terima kasih kepada reader yang sudah mampir...like nya yang banyak dong....hatur nuhun ya


__ADS_2