Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
06 Panti Jompo


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal kunjungan Nency ke panti jompo, Nency merupakan salah satu instruktur untuk orang orang lansia di kotanya dan hal ini sudah beberapa tahun Nency lakukan.


"Mau kemana???" Andi menghadang Nency


"Panti Jompo.." Jawab Nency ketus


"Sudah kukatakan keselamatan mu adalah yang utama saat ini"


"Apa hakmu melarang semua aktivitasku!!!??


"Aku hanya menjalan kan apa yang menjadi tugasku, tidak lebih"


"Heh..kau dengar ya, semenjak kau datang kau merubah semua kegiatan dan hidupku..memangnya kamu siapa???!!!"


"Aku bukan siapa siapa anda Nona, sekali lagi aku hanya menjalankan tugasku disini, tidak lebih."


Nency tidak terima bahwa kegiatan rutinnya si hakang halangi Andi, kemudian Nency menghubungi kekasihnya


" Sampai kapan kebebasanku direnggut semacam ini???"


"Sabar sayang, semua hanya sebentar tidak lama lagi semua akan berakhir"


"Hanya itu kah yang bisa kau lakukan untukku?? tidak lebih hanya sabar dan sabar"


"Aku tau aku faham namun semua harus sayang"


Steven mencoba memberi pengertian kepada Nency, tidak sengaja percakapan mereka terdengar oleh Andi.


"Nona..kau tidak perlu mengadukan semua kepada Tuan Steven,..baiklah jika kau memaksa, kita berangkat"


"Haaa...rupanya kau takut juga kuadukan"

__ADS_1


Andi tidak menanggapi perkataan Nency


"Kalian siapkan mobil, kita berangkat" Andi meminta Jimy dan Toni mempersiapkan nya, tidak lupa Andi melakukan pengecekan semua mobil yang akan di gunakan.


Ceklek..pintu mobil di buka


"Aaaaaa....sedang apa kau di mobilku??"


Nency membuka pintu mobilnya, ternyata Jimi berada di belakang kemudi mobilnya.


"Jangan tanyakan kepadaku Nona..tanyakan kepada Bodyguard mu, dia yang meminta nya"


"Heh..!!! apa maksudmu meminta Jimi menukar mobilku dan mobilnya!!!???"


"Jika kau setuju kita berangkat, jika tidak kita batalkan.."


"Iiiihhhhhh...KAU...!!! benar...benar membuatku Muak....!!!!"


"Jangan katakan aku tidak memperingatkan mu bung, di belakang ada motor yang mengikuti kita dari tadi" melalui earphone


"Aku sudah melihatnya dari tadi, kau lah yang harus berhati hati"


"Apa..!!"


Felling Andi sebagai Bodyguard terlatih tidak pernah meleset dan benar saja, motor itu mendekati mobil Nency yang dikemudikan Jimi, Namun hanya melintasi nya saja.


"Pyuuhh.." Jimi mengusap dahi nya yang sedikit berkeringat.


"Hei bung, aku akan mempersiapkan pistolku untuk berjaga jaga"


Tidak berapa lama kemudian nampak sebuah mobil berjalan oleng di depan mobil Jimi.

__ADS_1


Ciiiittt...Ciiiitt...Ciiitt....


Apa maksud mobil ini....Gumam Jimi


Sekejap kemudian mobil itu menghalangi mobil Jimi, seketika itu juga pengemudinya turun membawa sajam.


"Heii.....!!! apakah kau tidak bisa mengendarai mobil dengan benar,???!!!, apakah tangan mu tidak lentur mengemudikan mobilmu???!!!"


"Tangan ku tidak lentur kawan, tapi jariku ini sangat lentur untuk menarik pelatuk pistol ini di kepalamu"


Seketika orang itu langsung berlari meninggalkan Jimi yang mengacungkan pistolnya, nampak mobil yang dikendarai Andi melintas meninggalkan Jimi.


Setibanya di panti jompo, Jimi langsung menghampiri Andi


"Kawan sepertinya tadi kamu terlalu cepat mengemudikan mobil, kau kira aku tidak butuh bantuanmu dengan kejadian tadi??"


"Tugasku mengamankan Nona Nency, bukan mengurus kecelakaan lalu lintas"


"Baiklah...baiklah...terserah kau saja"


"Aku ingin bertemu dengan ketua panti jompo ini"


"Buat apa??"


"Lakukan saja"


Sesaat kemudian Andi terlihat berbicara dengan ketua panti jompo, Nency memperhatikan dari kejauhan.


Apalagi yang direncanakannya.


--------

__ADS_1


__ADS_2