Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Selalu Berpindah


__ADS_3

Sabar...sabar.....Andi berusaha bericara dengan dirinya sendiri, bagaimana tidak GPS ponsel dari papa Nency selalu berpindah dari satu negara ke negara lain, mereka bertujuan untuk mengecoh dan mempersempit ruang gerak petugas yang sedang mengusut kasus penculikan ini,tidak mudah untul keluar masul suatu negara demi penyelidikan kriminal, izin yang disiapkan berbeda beda.


Sebenarnya ini bukan tugas utamaku....namun mafia dan pejabat pejabat korup itu menggunakan segala cara untul mendapatkan keduanya, karena keduanya adalah paket yang sama. Andi bergumam dalam hati dan berfikir keras mencari jalan keluarnya,tidak lama kemudian Andi dikejutkan dengan suara ponsel rahasianya...


Drrtt.....drrrttt....


"Siang komandan..."


(............)


"Baik komandan, segera saya laksanakan."


Setelah menutup telponnya, Andi segera menemui Steven.


"Tuan...."


"Bagaimana apa kah ada informasi???"


"Ini informasi akurat tuan....calon mertua anda berada di kepulauan Bali di Indonesia."


"Tapi....bagaimana mungkin??? bukankah terakhir beliau dibawa ke jepang kemudian Australia???"


"Agen kita yang ada di Indonesia menemukan keberadaan mereka, kebetulan salah satu anak buah mereka tertangkap di sana."


"Kita segera berangkat ke Indonesia."


"Sebentar tuan, kita menunggu instruksi dari komandan saya, setelah semua permit dari pemerintah setempat dan kepolisian disana kita berangkat, saya juga akan membawa beberapa orang orang saya, kita tidak mengenal pulau eksotik itu dengan baik tuan."


"Baiklah kalau begitu, aku akan coba tanyakan ke beberapa rekanan ku, rasanya mereka ada yang mengenal kepala kepolisian setempat."


"Itu bisa membantu tuan."


"Baiklah kalau begitu......"


Andi segera mengumpulkan beberapa orang orang kepercayaannya dan melakukan briefing ringan tentang rencana keberangkatan ke bali, sementara Toni dan Jimi setelah di koordinasikan dengan komandannya Jimi dengan sangat terpaksa harus tinggal, karena tugasnya harus mengawasi rumah Nency dengan ketat.


"Hei kawan....aku tidak bisa mendampingi mu, komandan tidak memberiku izin untuk keluar negara kita."


"Tapiiii......kenapa bisa???"

__ADS_1


"Ntahlah....itu sudah keputusan komandan, hanya kau yang berangkat bersama anak buah Andi."


"Aku tidak bisa berbuat apa apa lagi jika keputusannya seperti ini."


"Aku dan beberapa orang nanti akan menjaga rumah nona Nency."


"Baiklah....aku juga akan bersiap siap, kau berhati hati lah disini.."


"Hmmm.....kau juga berhati hatilah di area yang tidak kita ketahui."


Keduanya sama sama memberikan motivasi, mereka berdua dari awal penugasan sudah berduet, hingga mereka sama sama merasa berat berpisah satu sama lain.


"Sayang.....kita akan segera berangkat ke Indonesia, mereka menemukan keberadaan orang tua mu disana."


"Apa????.....di Indonesia????"


"Benar.....tepatnya di kepulauan bali,namun Andi masih memastikan di mana pastinya posisi orang tuamu di bali."


"Kita berangkat kapan???"


"Setelah semua izin selesai dan informasi nya akurat."


"Kita juga masih menunggu kalau kalau para penculik itu menghubungimu,pasti mereka akan mengajak untuk bertemu di suatu tempat."


"Hmmmm......"


Sementara Andi sibuk menghubungi kolega kolega dan komandannya tentang informadi yang barusan mereka terima.


Tak lama kemudian telepon Nency berbunyi, serentak mereka langsung menoleh ke arah telpon itu dan Andi dengan sigap memasang alat pelacak, kemudian memberikan kode kepada Nency untuk segera mengangkat telpon itu.


"Hhaalo....." Suara Nency sedikit bergetar.


"Hei....apakah kau sudah mempersiapkan diri untuk orang tua mu???"


"Apa mau kalian????"


"Kami tidak ingin muluk muluk nona....hanya satu jari mu yang kami ingin kan...heheheheh"


"Aku ingin tau keadaan orang tua ku...!!!"

__ADS_1


"Ooooh tenang nona manis.....mereka masih hidup dan segar bugar....hahahahaha.....dua hari lagi kami akan menghubungimu dan dimana kita harus berjumpa."


"Tapi sebelumnya aku ingi.......tuuuuuuuut"


Telpon ditutup langsung oleh mafia itu.


"Halo.....halooooooo......heeeeiiiii....haloooo."


Nency kemudian terduduk lemas, segera Steven menghampirinya.


"Kau temukan lokasinya Andi???"


Andi nampak terdiam dan menatap layar alat penyadap itu.


"Andi......"


Andi menghembuskan nafasnya,....


"Ini aneh.....informan komandanku mengatakan mereka di Indonesia, tapi si penelpon ini titik nya berada di.............sebentar"


Andi nampak serius menatap layar itu....


"Yaaa ketemu....penelpon tadi berada di Cocos island.....Australia....hmmmm.....apakah ini pengalihan.....atau ada yang salah....."


"Australia????? serentak Steven,Jimi dan Toni terkejut.


"Iya....."


"Mana yang benar informasi nya ndi....???? ini sangat membingungkan...."


"Bung.....bagaimana ini???"


"Sebentar aku koordinasi lagi dengan komandanku.....jangan sampai kita salah dalam mengambil keputusan."


Suasana ruangan kembali hening.....mereka semua berkutat dengan pikirannya masing masing terkecuali Andi yang sudah sibuk berkomunikasi.


-------------


**Maaf baru update lagi......karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.....dan baru kembali dari luar kota

__ADS_1


Like,Vitonya ditunggu ya**....


__ADS_2