
Beberapa hari kemudian mereka pun meninggalkan vila itu dan kembali ke kota, semua nampak tenang seperti sedia kala.Steven pun berencana kembali ke lokasi proyek yang dikerjakannya.
"Sayang....beberapa hari ke depan aku akan kembali ke lokasi, berat rasanya...namun pekerjaan sudah menunggu."
"Apakah tidak bisa ditunda??"
"Aku ingin menundanya....namun tidak biaa lagi....atau begini saja...aku berangkat ke sana, seminggu kemudian aku akan kembali lagi, bagaimana??"
"Hmmm.....baiklah jika itu maumu."
Nency nampak melirik Andi yang sedang fokus menyetir, Nency tidak dapat melihat bola mata Andi karena menggunakan kaca mata hitam.
"Bung....kau lihat mobil jeep hitam di belakang kita??" Andi tiba tiba berbicara melalui earphone nya kepada Toni yang berada di mobil belakang.
"Iya...aku lihat jelas bung,bagaimana???"
"Kau halangi pelan pelan dan halus bung,aku akan melaju sedikit lebih kencang, kau atur dengan orang orangku."
"Ada apa ndi??."
"Ada yang mengikuti kita tuan...lihat lah kebelakang."
Steven menoleh kebelakang, benar saja nampak sebuah jeep hitam mengikuti mereka namun dengan sigap Toni cs menutup laju alur jeep itu.
"Kuserahkan padamu ndi."
"Tuan,nona dan bibi Zhe...eratkan sabuk pengaman kalian."
Andi segera menambah kecepatan mobil yang di kendarai nya, sambil sesekali melirik ke spion melihat apa yang terjadi di belakang.
Sementara di dalam mobil toni.
CIIIT.....CIIIITT.....terdengar ban berderit sangat kuat di aspal, Toni zig zag di hadapan jeep itu.
"Hei kawan....lakukan sesuatu...apa kek....kalian malah diam diam menikmati permainan ini...kalian kira kita ini syuting film action????!!!!!".Toni mengumpat sambil sibuk memperhatikan jalan dan menutup alur mobil jeep hitam itu, serentak mereka ber tiga sadar dengan ucapan Toni.
"Sabar kawan.....aku masih menikmati permainan ini..." Ujar jimi kepada Toni.
"Bukan saatnya untuk bercanda jimiiiiiiiii......!!!! kalian berdua saja lah yang urus itu jeep, kawan kita yang satu ini sedang ejakulasi otaknya." Jimi hanya terkekeh mendengar Toni yang mulai emosi, serentak dua anak buah Andi bersiap siap dan mengeluarkan pistol.
Nampak salah satu kaca jendela Jeep itu turun dan terbuka,terlihat moncong senapan.
"Hati hati kaka...mereka bersenjata berat." ucap anak buah Andi kepada jimi.
"Apa...??????!!!!!!! yang benar saja....kenapa harus terjadi lagi....!!!!! Jim.....urus jeep itu sekarang......!!!!!"
__ADS_1
"Baik...mari kawan kawan kita kemon..."
"Kemon????....dua anak buah Andi nampak ke bingungan."
Hari itu Jimi benar benar membuat Toni emosi jiwa dan nampak terlihat tenang sekali, sementara Toni harus bekerja keras menutup jalan Jeep yang berada di belakang.
BRAAAAKKK.....jeep itu menyenggol mobil mereka dan spontan oleng.
DOOOR....TRETETETETETETET....!!!! suara senapan otomatis menyalak ke arah mobil mereka.
DOOR.....DOOOORR...Jimi membalas tembakan dari mobil Jeep itu, begitu juga dengan dua orang anak buah Andi.
"Bung.....kami ditembaki bung....kalian melaju saja terus kami akan mengurus mereka..."
"Baiklah....kalian hati hatilah...tetap selamat."
"Ada apa ndi???"
"Mereka ditembaki oleh orang orang yang menggunakan mobil jeep tadi tuan."
"Apa???!!!! apa lagi ini...!!!..." seketika Nency dan bibi Zhe tegang dan ketakutan.
"Sudah sayang....tenang semua akan diurus mereka."
Jika tidak membawa klien yang harus di lindunginya, ingin rasanya Andi kembali membantu mereka.Sementara tembak tembakan ala cowboy masih berlanjut di belakang
"Mobil mereka anti peluru kawan....senapan kaliber besar di bagasi semua, aku hanya membawa pistol."
"Siiial.....tembak mesin nya saja kalau begitu...itu melalui angin angin depan."
"Kenapa tidak terpikirkan olehku, Brother bisakan kalian berdua membidik lubang angin angin mesin itu???"
"Kami akan coba...."
DOOOR...DOOOORR.....DOOOORRR....DOOOORRR...DOOOOR....5x tembakan di arahkan ke radiator mesin jeep itu, seketika asap dari kebocoran radiator membumbung dan jeep itu mulai melambat, hingga akhirnya diam dan tertinggal.
"Tak kusangka kau jenius juga disaat genting."
"Kau terlalu lambat berfikir....kalian semua tidak apa apa???"
"Ya tidak ada yang terluka, hanya mobil kita yang penyok.."
Langsung Toni melaporkan kepada Andi.
" Bung...semua sudah aman, mereka sudah dilumpuhkan."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu...semua baik baik saja???"
"Aman....kami tidak terluka."
"Bagaimana keadaan mereka??? ucap Steven
"Aman tuan....semua sudah terkendali.." Nampak wajah lega bibi Zhe san Nency.
Setelah tiga jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di perbatasan memasuki wilayah perkotaan, ketika mobil memasuki kota.
Drrtt....drrrtt....Handphone Nency berbunyi
""Halo...."
(..........)
"Apa?????!!!!! Dimana mereka????"...
Sontak semua yang ada di dalam mobil terkejut dengan teriakan Nency.
"Baiklah...baiklah....jangan lukai mereka.."
Nency menangis sesenggukan kemudian memeluk Steven.
"Sayang ada apa???" Nency masih menangis memeluk Steven.
"Mereka menculik Papah..."
"Apa?????!!!!!......" Segera Andi menepikan mobil yang di kemudikannya.
"Hiks...hiks....iya....mereka menculik papa, sekarang papa mereka sekap."
"Apa yang mereka minta???"
"Mereka minta aku datang dan berkumpul bersama papa."
"Tidak jauh dari urusan chip itu tuan...berbagai macam cara mereka lakukan, setelah berapa kali percobaam pembunuhan terhadap nona Nency gagal, mereka menggunakan cara ini."
"Baiknya sekarang kita pulang dulu sebentar nanti dirumah kita bicarakan lagi."
Andi hanya menganggukkan kepalanya dan segera memacu mobilnya.menuju rumah.Telepon yang diterima Nency benar benar kabar yang mengejutkan dan di luar prediksi.
-------------------------
**Terima kasih buat yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangam lupa, Like sama Votenya ditinggal ya...kasih goresan dikit juga oke...tetap jaga kesehatan....
salam hangat**