
Setelah mendengar semua penjelasan dari Steven, Nency hanya terdiam seribu bahasa dia sibuk dengan pikirannya sendiri.Tak lama kemudian Andi turun dari ruang kerjanya.
"Nona....."
"Apakah kau mengetahuinya sejak awal tentang masalah ini Andi?"
"Tidak...saya mengetahui setelah kita pulang dari panti jompo"
"Kenapa kau tidak mengatakan nya kepada ku??"
"Komandan saya tidak memperbolehkan saya bercerita kepada nona, kecuali tuan Steven dan Ayah nona"
"Tapi kenapa Papa melakukan ini semua??,kenapa harus aku yang di libatkan??"" mata Nency mulai berkaca kaca, Andi hanya tertegun
"Maaf nona, kalau untuk alasan kenapa papa Nona melibatkan nona dalam hal ini, saya benar benar tidak tau, hanya beliau yang tau" Andi memberikan tissue kepada Nency kemudian duduk di sebelah Nency, sedangkan Jimi dan Toni yang mendengarkan dari tadi hanya terdiam.
"Ini juga buat kalian ketahui bersama, kita sedang melakukan pengawalan dengan status VVIP"
"Seandainya sejak awal kami tau, kami akan lebih ketat, tapi kenapa komandan kita tidak memberitahukan kepada kita tentang hal ini??" ucap Toni kepada Jimi
"Komandan kalian menunggu juga dan tidak bisa mengatakan kepada kalian, sesuai aturannya seperti itu"
"Itulah kenapa saya sangat ketat terhadap nona..saya minta maaf, mudah mudahan mereka semua segera tertangkap dan nona Nency tidak tertekan lagi dengan keadaan ini"
Nency memandang wajah Andi dengan tatapan yang susah diartikan dan sedikit tersenyum simpul, tiba tiba Nency menyandarkan kepala nya di bahu Andi, tentu saja hal ini mengejutkan Andi sama halnya dengan Toni dan Jimi.
"Nona.....nona.....maaf nona say tidak enak dilihat Toni dan Jimi"
"Tidak boleh kah hanya sebentar aku bersandar??"
Andi sudah tidak bisa berkata kata lagi dan hanya membiarkan Nency bersandar di pundaknya.
"Jika ingin tau, sebaiknya Nona menghubungi orang tua Nona dan meminta penjelasan tentang hal ini."
"Benar juga....besok aku hubungi papa"
**********
"Apak kabar pah???"
"Maaf papa belum sempat menghubungimu nak."
__ADS_1
"Papa pasti tau kejadian apa yang menimpaku"
"Iya papa tau nak, maafkan papa sudah melibatkan mu ke dalam masalah besar ini"
"Kenapa harus Nency pah?"
FLASH BACK ON.
Ketika itu Pak William Chu (Papah Nency) sedang menyelidiki kasus salah satu pejabat negara yang terlibat korupsi,ketika semua bukti sudah dikumpulkan ternyata ada koneksi antara pelaku dan beberapa penyidik korupsi itu.
Ini membahayakan, jika semua bukti bukti ini kuserahkan, aku khawatir bukti bukti ini akan musnah dan hilang,Hakim itu ternyata kolega mereka.....aku harus membackup bukti bukti ini....yaa Aming pasti bisa membantuku.
(Aming adalah seorang programer handal kenalan pak William)
"Aming...apakah kau bisa membantuku memback up data rahasia??"
"Data seperti apa pak??"
"Aku ingin kau buatkan sebuah chip dengan 5 level keamanan di dalamnya, apakah kau bisa??"
"Itu hal mudah buat Aming pak, tapi boleh tau ini data apa??"
"Ini tugas rahasia Negara....kau harus bisa menjaga rahasia negara Aming"
"Tentu saja tidak, aku serius....sekarang kau menjadi agen rahasia negara"
"Saya siap pak.."
Beberapa hari kemudian....
"Pak semua hampir selesai, tinggal 2 level keamanan lagi maka semua finish, satu kebingung saya pak, tidak mungkin saya harus menggunakan bilangan angka lagi"
"Begitu ya.....kalau makai sidik jari bisa??"
"Nah boleh pak...bapak segera kemari"
Kebetulan saat itu pak William sedang mengajak Nency jalan jalan, saat itu usia Nency masih 14 tahun, setibanya di kediaman Aming dan setelah selesai di program,maka level 4 sidik jari pak William yang digunakan.
"Nah satu lagi pak..." pak William menoleh ke arah Nency.
"Bagaimana kalau sidik jari Nency saja??"
__ADS_1
"Apakah tidak membahayakan putri bapak suatu saat nanti??"
"Mungkin saja...tapi tidak ada yang akan tau, kecuali kau membocorkan rahasia ini, karena yang tau hanya kau."
Beberapa saat kemudian chip itu pun selesai dengan sidik jari Nency di level terakhir.
FLASH BACK OFF
"Itulah sejarahnya nak, papa benar benat minta maaf dan tidak mengira akan sejauh ini kejadiannya"
Nency hanya bisa menangis mendengarkan penjelasan pak William.
"Papa tau berapa kali Nency menjadi target pembunuhan??"
"Iya papa tau nak...."
"Beruntung Nency punya Bodyguard yang hebat, jika tidak mungkin sekarang Nency hanya tinggal kenangan pa."
"Doakan saja semua segera berakhir nak, kemudian kita bisa hidup normal seperti sedia kala,papa akan tambah lagi Bodyguard untuk mengawalmu nak"
"Tidak perlu pah, Andi sudah cukup disini pun sudah ada Toni dan Jimmi"
"Terima kasih jika kau bisa mengerti keadaan ini nak, papa doakan kita semua dalam lindungan Tuhan demi menjaga rahasia negara kita"
"Iya pa...baik pa Nency ingin istirahat dulu, sampaikan salam.Nency kepada mamah"
Setelah mengubungi pak William, Nency hanya bisa termenung dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Nona......saya akan tetap menjaga Nona sampai semua nya selesai"
Suara Andi mengejutkan Nency, nency hanya membalas kata kata Andi dengan senyuman, Nency langsung merasakan perasaan aman yang tiba tiba menyeruak batinnya.
---------------
**Nency : " Thor....kita nunggu ni...adegan kita meluk Andi...kok ga di tulis sih??"
Author : " Ga boleh.... kasian Steven....yang kemarin keceplosan..."
Nency : " Ga seru ah"
--------------
__ADS_1
Ayoooo ditunggu like and votingnya ya**...