Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Villa tepi Danau


__ADS_3

Sehari setelah kejadian yang menegangkan Steven segera mempersiapkan diri untuk membawa Nency ketempat tenang, steven berencana akan membawa Nency ke villa nya yang terletak di tepi danau villa biasa tempat Steven menenangkan pikirannya.


"Ndi....kita bersiap untuk membawa Nency ke villa ku, agar kondisinya cepat pulih."


"Baik...aku akan mempersiapkan segala sesuatu untuk keamanan disana."


Andi segera berlalu dari hadapan Steven dan mengumpulkan timnya untuk diberi arahan.Setelah selesai memberikan arahan Andi segera menyiapkan semuanya, begitu juga dengan Steven dan bibi Zhe yang turut serta diajak Steven.


"Apakah tidak terlalu banyak anggota tim yang akan kau bawa ke villa??"


"Tidak...aku hanya membawa 2 orang beserta Toni dan Jimi, sisanya berjaga di rumah sini."


"Tapi kamar nya tidak cukup, disana hanya ada 4 kamar."


"Masalah tidur gampang, kami terbiasa dengan kondisi apapun, lagi pula aku tidak mengenal daerah villa mu berada, jadi harus ada parameter yang kami siapkan disana nanti."


"Baik lah kalau begitu, semua kuserahkan kepadamu."


"Sayang....apakah kamu sudah siap??". Steven mencoba mengajak Nency berdialog,


Nency hanya menganggukkan kepalanya.


"Hei....kau sudah mulai pulih???" Steven spontan memeluk Nency, cukup lama Steven memeluk Nency dan kemudian.


"Aku sudah siap....aku hanya butuh ketenangan sedikit."


"Oh Tuhan....terima kasih atas berkatmu, Nency sudah bisa berinteraksi kembali."


Andi yang mendengar Steven sedikit berteriak segera berlari mendekat.


"Ada apa Tuan???"


"Nency.....nency.....dia sudah berbicara kembali."


"Benar kah??? Nona...apa kau bisa sudah merasa baikan??"


"Iya....aku sudah baikan...cuma butuh waktu dan ketenangan sedikit, terima kasih sudah menjagaku."


"Itu sudah tugas saya nona."


" Ayo...segera kita berangkat" ucap Steven.


Setelah semua siap mereka pun berangkat membawa Nency ke villa itu.Perjalanan lumayan jauh dan memakan waktu sekitar 3,5 jam, ditengah perjalanan Steven tidak sedikit oun melepaskan genggaman tangannya kepada Nency, sementara Andi fokus menyetir, namun sesekali Andi memperhatikan pasangan itu dan bibi Zhe.


Kenapa asisten tuan Steven ini nampak tidak tenang dan gelisah dari tadi duduk disampingku......seakan akan aku ini akan memangsanya....mencurigakan wanita tua ini....aku harus mengawasinya dengan ketat.

__ADS_1


Rombongan itu pun akhirnya tiba di villa milik Steven, sungguh pemandangan luar biasa indah dan sangat memanjakan mata yang melihatnya, sebuah bangunan megah berada dipinggir hutan dan danau yang tenang, disambut dengan kicauan suara burung yang indah.


"Waaaaahhhhh.....sangat indah pemandangannya kawan". Jimi nampak merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara dalam dalam


"Iya...indah sekali, udara nya segar dan sejuk."


"Kita bisa memancing disini sepanjang waktu kawan."


"Hei....kita bukan liburan....kita ada tugas disini."


"Kan itu selingan kawan." Tidak lama terdengar suara Andi memanggil mereka dan timnya.


"Oke....bersenang senangnya tahan dulu,kita harus langsung memeriksa keadaan sekitar sini, camera jangan lupa di instal segera karena posisi kita di tepi hutan kewaspadaan kita tingkatkan."


"Siapp...!!!" jawab mereka serempak.


"Oya...satu lagi camera yang kita install menggunakan Thermal, saya yakin di luar nanti agak gelap."


"Laksanakan...!!"


"Segera kerjakan semua, tentutakan titik startegis install camera kita."


Setelah itu mereka bubar dan tim Andi langsung melaksanakan apa yang diminta oleh Andi, sementara Andi berkeliling bangunan dan lingkungan untuk melakukan pengecekan.


Di dalam villa.


"Sejak kapan kau memiliki villa ini??"


"Setaun yang lalu, aku membelinya setelah melihat iklannya di koran.Oya...paman Chong...paman Chong." Steven nampak memanggil seseorang.


Terlihat laki laki paruh baya datang sedikit tergopoh gopoh, beserta dua pelayan lainnya.


"Sayang.....ini paman Chong kepala pelayan dan pengurus villa disini, itu ling yang termuda dan satunya Cun,mereka akan membantumu."


"Selamat datang tuan dan nona...jika perlu apa apa panggil saja saya." mereka bertiga menjawab bersamaan.


"Ya sudah....paman tolong segera siapkan makanan ya...masaklah makanan terlezat."


"Baik tuan...segera saya kerjakan..."


"Oya paman.....kau sudah berkenalan dengan bibi Zhe????......eeeeh dimana dia, kenapa tidak terlihat.."


"Saya belum melihatnya tuan..."


"Sudahlah nanti akan kucari...sekarang kerjakan apa yang kuminta tadi ya, oya satu lagi...kami membawa pengawal 5 orang, mereka sedang melihat keadaan sekitar sini."

__ADS_1


"Baik tuan kami mengerti.." Paman Chong dan Ling segera mengerjakan apa yang diminta majikannya, sementara Cun menghampiri Nency.


"Mari nona saya bantu membereskan barang barang anda." Nency hanya tersenyum dan mengikuti Chun.


Kemana Bibi Zhe ya...??? kenapa tiba tiba dia menghilang...???? akan kucari.


******


Andi bermaksud kembali untuk melakukan pengecekan kepada timnya atas instruksi yang diberikannya tadi, namun Andi melihat sesosok wanita sedang menerima telepon di balik rimbunan semak belukar.


Sedang menelpon siapa bibi Zhe....kenapa harus menjauh dari rumah????....ada yang tidak beres dengan wanita ini sepertinya..


Andi terus mengawasi bibi Zhe, tidak berapa lama wanita itu menutup telponnya dan kembali ke villa, dia tidak sadar jika Andi sedang mengawasinya dari tadi.


Tok...tok....tok....


"Bibi...dari mana saja??" Tanya Steven kepada bibi Zhe.


"Eeeh...anu tuan muda...saya tadi sedang menikmati pemandangan yang indah ini tuan muda."


"Oohh bibi suka dengan pemandangannya??"


"Iii..iii iya tuan muda saya tidak pernah melihat pemandangan yang seperti ini."


"Baiklah...segera bibi istirahat,bereskan semua dan bergabung lah bersama paman Chong dan yang lainnya."


"Baik tuan muda.." wanita setengah baya itu pun berlalu meninggalkan Steven.


Sementara Andi telah selesai melakukan pengecekan camera camera yang sudah di install dan menyingkronkan dengan IPAD nya.


" Len...Ace...kemari.."


"Siaap mayor..."


"Aku menangkap hal mencurigakan dari bibi Zhe...dari tadi dia gelisah berada di dekatku dan tadi ketika aku sedang survei lingkungan sekitar dia sedang menelpon seseorang di semak semak sana, selain lingkungan dan camera kita harus mengawasi setiap gerak gerik wanita itu dengan ketat."


"Siap komandan.."


"Komandan...apakah kami harus selalu dekat wanita tua itu??"


"Tidak perlu dekat namun ketat,kalian faham??"


"Faham komandan..."


Sesaat kemudian mereka membubarkan diri dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

__ADS_1


-------------------


Terima kasih buat yang sudah mampir ya.....jangan lupa,like masukan dan vote nya...Mohon maaf jika penulisannya banyak Typo.


__ADS_2