Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
02 Keberangkatan Steven


__ADS_3

Setelah memperkenalkan anggota yang ada di rumah, di dalam kamar Andi segera membuka tas peralatan Bodyguard nya, mempersiapkan segala sesuatu , mulai dari camera kancing,tas, CCTV ,GPS tracking drone kecil dan menjadikan kamar nya sebagai pusat kontrolnya, Andi mulai merakit semuanya.


"Kamu benar benar ingin mempercayakan ku dengan 3 orang laki laki yang tidak ku kenal sama sekali???"


"Sayang tolong mengerti...jangan banyak protes dan bertanya lagi, nanti kau akan tau apa maksud dari semua ini"


Nancy hanya diam dan terlihat wajahnya semakin gusar


"Besok aku berangkat,bantu aku menyiapkan pakaian ku"


"Hah???....kenapa mendadak???,bukan kah kau katakan seminggu lagi??"


"Benar rencana awal seperti itu, namun ada perubahan, karena pemerintah di sana ingin segera di laksanakan proyeknya"


Kembali Nancy menghembuskan nafasmya denga panjang namun tangan nya tetap membantu Steven menyiapkan barang keprluannya selama disana.


"Jim...kamu yakin dengan Bodyguard baru Tuan Steven itu???"


"Ah kurasa skill kita beda beda tipis dengan nya"


Tidak lama mereka melihat Andi sedang melakukan pengecekan camera di halaman belakang, Toni menghampiri nya


"Camera disini semuanya berfungsi baik, buat apa di cek lagi??"


"Hanya ingin memastikan saja"


"Jika kau mau, kau bisa lihat di ruangan kami, kami selalu memantau disana"


"Baik, terima kasih atas kerjasamanya,.saya akan melanjutkan pengecekan kembali"


"Dia terlihat sangat profesional dan terlatih Jim"


"Kita lihat saja nanti seberapa terlatih nya Andi, kita akan tau jika sudah ada kejadian"


Andi terus saja berkeliling memeriksa setiap sudut ruangan dan halaman rumah Steven dan Nancy secara detail


"Sayang sedang apa dia disana??"

__ADS_1


"Siapa??"


Nancy menunjuk Andi yang sedang berada di dekat kolam renang di halaman belakang


"Tentu saja Andi melakukan pekerjaannya, kamu kira dia ingin berenang??"


"Kurang kerjaan air kolam renang saja di test"


"Sudahlah dia itu profesional, apa yang menjadi pekerjaannya kamu tidak usah merisaukan nya, kamu masih tidak terima dengan kehadirannya??"


"Baik...baik..!! aku akan terima..!!"


Steven hanya menggelengkan kepala melihat tingkah tunangannya yang kadang tidak dapat dimengerti


Tibalah hari keberangkatan Steven, mereka bersiap siap menuju Airport, sebelum berangkat Steven terlihat memberikan arahan kepada 3 orang Bodyguard yang dipercaya untuk menjaga Nancy dirumah dan kemana pun Nancy pergi.


"Aku minta kita menggunakan ini,agar kita mudah berkomunikasi, alat ini jangkauannya 1,5 km, sesuai parameter"


Toni dan Jimy diberikan alat komunikasi berupa aerphone kecil, mereka berdua hanya mengangguk dan menggunakannya


"Sayang aku pergi dulu, akan ku usahakan seminggu sekali menjengukmu, doakan segera selesai pekerjaan ku disana"


"i..iiya.."


Nancy merasa sesak di dada dan menangis melihat kepergian Steven, sampai punggung Steven tidak terlihat lagi Nancy baru beranjak dari tempatnya semula


"Mari Nona.."


Mereka pun kembali pulang seperti semula, mobil beriringan, sementata Nancy hanya memandang ke luar jendela, sesekali Nancy mencuri pandang melihat Andi yang fokus nyetir


Tiba - tiba


"Kalian alihkan dan halangi mobil biru dibelakang itu?"


Suara Andi mengagetkan Nency yang sedang ngelamun


"Kamu berbicara kepadaku???"

__ADS_1


"Maaf bukan Nona..saya berbicara kepada Jimy dan Tony dibelakang, kita dari tadi diikuti mobil biru itu"


"Hei bung ..bisa saja mobil ini satu arah dengan kita, kamu tidak perlu menghawatirkannya, kurasa kau terlalu berlebihan, iya kan Ton"


Jimy dan Toni tidak menghiraukan kata kata serta peringatan Andi dan membiarkan mobil berwarna biru itu melewatinya.


Felling Andi sebagai Bodyguard Profesional dan terlatih tidak pernah salah, ketika mobil biru itu sejajar dengan mobil yang dikemudian Andi, kaca jendela mobil itu terbuka nampak, laras senjata terlihat, Andi yang menyadari itu segera membelokkan mobil mendadak ke sebelah kanan, hingga mobil biru tetap melaju lurus


Ciiiiiittttttt......


"Kenapa kau banting mendadak !!!!"


"Maaf Nona , apakah Nona tidak melihat laras senjata yang sudah diarahkan ke mobil kita tadi???"


"Tidak.."


"Orang di dalam mobil iti akan menembak Nona"


Nancy hanya terdiam mendengarkan penjelasan Andi.


"Bung apa yang terjadi???"


"Bukan kah aku sudah memperingatkan kalian tadi??"


Mereka terus saja berkomunikasi melalui earphone, sementara Nancy hanya diam saja mengingat kata kata Andi barusan.


Seribanya di rumah, Andi langsung memperketat keamanan rumah, terlihat Andi sedang meng instal beberapa camera tambahan di sekitaran rumah Steven, bahkan beberapa camera kecil pun di instalnya, semua berfungsi normal.


Andi berkeliling rumah sambil membawa IPAD sambil memantau camera yang baru saja di instalnya


"Kalian sepanjang hari hanya di ruangan ini saja?"


"Kan ada camera yang mempermudah pekerjaan kita bung, jadi kita santai saja cukup melihat dari sini"


Andi hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan patroli nya


--------

__ADS_1


__ADS_2