
Setelah tiba di rumah, Nency langsung lari kedalam rumah dengan berurai air mata, Steven mengikuti dari belakang Andi memerintahkan anak.buahnua yang berjaga di kediaman Nency membereskan barang barang di mobil.
"Huuaaa....hiks hiks....bagaimana ini???" mereka menculik papa.."
"Kita tunggu Andi sebentar." sejatinya Steven ikut tegang dan bingung dengan keadaan ini,ketika Andi masuk tanpa sadar Nency langsung menghambur ke pelukan Andi dan menangis sejadi jadinya, Andi yang terkejut dengan sikap Nency hanya bisa diam mematung dan memandang Steven.Pemandangan ini pun dilihat oleh beberapa pasang mata yang ada di ruangan itu.
"Mmm....nona...nona...lepaskan dulu pelukan mu nona....saya tidak bisa bernafas..." Andi mengungkapkan alasannya karena tidak enak hati dengan Steven.
"Tuan...tolong tuan...ambil nona Nency." Andi meminta kepada Steven, Steven yang awalnya sama sama terpana akhirnya mendatangi Nency dan meraihnya perlahan lahan.
"Uhuk...uhuk..." Andi berakting seolah olah benar pelukan Nency sangat erat hingga kesulitan bernafas, sementara Toni dan Jimi hanya bengong ditempat melihat kejadian itu.
"Kau lihat...bagaimana Andi kesulitan bernafas karena pelukan mu yang kuat." Nency menoleh kearah Andi, ada perasaan hangat dan kerinduan ketika Nency memeluk Andi.
"Maafkan aku Andi..."
"Tidak apa apa nona, saya hanya kaget."
"Kita harus bagaimana sekarang???"
"Nona ceritakan dulu semuanya."Kemudian Nency menceritakan telepon yang diterima nya tadi, sembari Andi memasang alat penyadap telpon dirumah Nency,sedang menceritakan kepada Andi tiba tiba telpon di rumah Nency kembali berbunyi.Andi meminta Nency untuk menerima nya segera Andi mengaktifkan alat penyadap yang sudah selesai di pasangnya.
"Jangan lukai ayahku.."
...........
__ADS_1
"I...iya....a...aakan kulakukan..."
Telpon langsung di tutup oleh si penculik, Andi mentracking asal telpon itu, namun di zona negara ini tidak terbaca, Andi segera menghubungi markasnya untuk meminta bantuan tracking dan laporan kepada komandannya.
"Nona...lokasi penelpon penculik orang tua nona belum terlacak, namun komandan saya dan tim saya sedang berusaha melacaknya."
Nency yang mendengar hal itu semakin menjadi jadi tangisnya, tidak lama kemudian Andi menerima sambungan rahasia dari markasnya.
"Baik komandan saya mengerti."
"Nona lokasi sudah terlacak dan keberadaan orang tua nona kemungkinan ada di jepang."
"Apa???!!!! di jepang???!!!" Steven terkejut mendengar penjelasan Andi.
"Benar informasi yang saya terima seperti itu, namun tim kami masih memastikan kembali apakah benar beliau ada di jepang, atau hanya si penyandera yang menghubungi nona dari jepang."
Berat sekali beban yang harus kau tanggung sayang....permainan politik yang mengerikan.
Steven memandang dengan iba kepada Nency, begitu berat beban yang ditanggung Nency demi mempertahankan sebuah rahasia negara,sementara Andi masih sibuk berkomunikasi dengan tim nya untuk memastikan keberadaan orang tua Nency, hal ini memaksa Steven turun tangan segera Steven menghubungi sekretaris dan ayahnya.
"Gunakan koneksimu untuk mencari tau siapa aktor dibalik penculikan calon mertuaku." Steven memberikan perintah kepada Tomi sekretaris pribadinya.Setelah memberikan detail informasi, segera Tomi bergerak membantu Andi melacak keberadaan calon mertua tuannya.
"Nona....sinyal ponsel orang tua anda terakhir terlacak ada di Australia." Andi menghampiri Nency dan Steven memberikan informasi terbaru tentang keberadaan orang tua nya.
"Australia???" Serentak Nency dan Steven menjawab bersamaan.
__ADS_1
"Benar nona...itu yang terlacak, apakah orang tua nona memberitau beliau sedang di Australia???"
"Mereka tidak pernah mengatakan apapun kepadaku."
"Sinyal mereka terakhir ada di kota Albani Australia barat,apakah ada keluarga disana nona??"
"Seingatku tidak ada"
"Hmmm....baiklah saya akan koordinasikan semua dengan tim kami, satu yang saya heran bukan kah beliau pun di jaga Bodyguard....tapi kenapa bisa kecolongan."
"Kenapa tidak terpikirkan olehku." Tiba tiba Steven berdiri dan segera menghubungi seseorang.
"Aku baru saja menghubungi agency dan kepolisian yang sudah menyediakan Bodyguard untuk mereka, hal ini sangat aneh dibawah pengawalan Bodyguard bisa diculik."
"Tuan...apakah boleh saya minta nama nama Bodyguard yang mengawal orang tua nona Nency."
"Baik....akan ku cari tau...segera ku informasikan kepadamu."
Sambil terus berkoordinasi dan mencari data data pendukung, steven meminta Nency untuk beristirahat dan memerintahkan bibi Zhe menyiapkan makanan untuk mereka.
--------------
**Maaf ya baru update lagi....karena kemarin sedang ada kedukaan di keluarga besar kami.....jadi baru sambung lagi.
Maaf sebelumnya....tulisan ini juga murni hasil pemikiran dan imajinasi saya sebagai penulis...saya tidak pernah menyadur Novel yang saya bikin dari Film atau pun Novel lainnya,Jika ada kesamaan tempat dan nama itu hanya ketidaksengajaan saja dan cerita ini pun cerita fiktif yang dituangkan ke dalam tulisan.
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah mampir, jangan lupa like dan masukannya eeeh vote nya ya**
.