Bodyguard Nency

Bodyguard Nency
Penjagaan Ketat


__ADS_3

"Baiklah...demi nona Nency aku rela.." Belum sempat Toni bergerak, Andi memberikan kode dengan tangannya agar Toni menahan diri.Ternyata Andi sedang menerima sambungan rahasia dari komandannya.


"Siap komandan, dimengerti.tapi....apakah ini tidak berlebihan komandan???" Andi hanya menganggukkan kepalanya sambil mendengarkan arahan dari komandannya, setelah selesai menutup jalur komunikasinya Andi menghampiri Toni.


"Ton...ternyata mereka memang pasukan yang dikirimkan komandanku untuk berjaga malam ini disini"


"Benarkah???......." Andi menganggukkan kepalanya.


"Pyuuh...hampir saja."


"Aku akan segera menemui komandan kompinya."


Kemudian Andi berjalan menemui pasukan itu, diikuti oleh Toni dibelakangnya


"Diam ditempat...!!!"


"Saya Andi Liang, dari satuan khusus black panther."


Segera mereka berdiri memberikan posisi hormat kepada Andi.Karena mereka sudah mengetahui siapa yang ditugaskan oleh markas di rumah itu.


"Siap...izin kami berjaga disini mayor."


"Dimana komandan regu kalian??"


"Siap di dalam pak.."


Toni terdiam mematung dan sedikit tercengang.


Busyeeettt.....ternyata orang ini perwira menengah....dia dari satuan Black Panther yang terkenal itu....aku tidak mengira, pantas saja kemampuannya diatas rata rata.


Ketika Andi membalikkan badannya, segera Toni posisi memberi hormat.


"Siap mayor menunggu instruksi dari mayor..!!"


"Sudahlah...tidak usah terlalu formal, seperti biasa aja bung."


"Maaf jika saya dan Jimi kurang sopan selama ini mayor."

__ADS_1


"Sudah....tidak mengapa,ayo kita masuk ke dalam."


"Siap...!!."


Andi kemudian masuk kedalam dan menemui komandan pasukan itu.


"Izin mayor Andi...kami terlambat datang" Seketika tampak komandan regu pasukan itu datang sedikit tergopoh gopoh.


"Tidak mengapa, semua bisa diatasi."


"Izin bicara mayor.."


"Silahkan..."


"Kenapa selama ini mayor tidak pernah minta back up kepada kami??"


"Aku rasa belum perlu, aku masih bisa mengatasinya sendiri, oya ini kenalkan sersan Toni dari kepolisian setempat yang bertugas dengan saya disini."


Toni hanya menganggukkan kepalanya kepada komandan regu itu.


"Baik....sekarang begini....jika kalian seperti ini, aku khawatir Nona Nency akan bertambah depresi, karena ketatnya penjagaan."


"Oke...kalian gunakan pakaian biasa, kemudian kalian pantau kami dari jauh, biar saya..sersan Toni dan Sersan Jimi yang berada dekat dengan clien kita, seperti hari sebelumnya."


"Jika itu instruksi dari mayor akan kami kerjakan."


"Oya....satu lagi kurasa separo pasukan kembali ke markas, karena terlalu banyak, saya hanya butuh 6 orang saja, kau pilih 6 orang anggotamu yang terbaik, sisanya sebagai back up."


"Siap mayor...kerjakan...!!!" Kemudian komandan regu itu mengumpulkan anggotanya dan memberikan arahan kepada mereka,setelah dipilih 6 orang, segera mereka menghadap Andi.Andi pun memberikan arahan khusus kepada 6 orang tadi.


"Bung....tolong jangan beberkan identitas saya kepada Nona Nency dan Jimi,kau bersikaplah seperti biasanya."


"Siap mayor....."


"Aku akan menjemput mereka."


Tak lama kemudian

__ADS_1


"Tok...tok...."


Nency nampak terkejut melihat kaca mobilnya di ketuk.


"Nona...semua sudah aman, nona tidak perlu cemas lagi."


"Benarkah itu??? dan mereka siapa???


ucap Steven, sementata Nency belum menjawab sama sekali, terlihat wajah Nency pucat pasi


"Mereka dari satuan saya tuan."


"Dari mana kamu tau mereka dari satuanmu??"


"Komandan saya yang memberi informasi tadi, nona kau tidak apa apa??"


Nency hanya terdiam dan nampak tatapan matanya kosong.


"Sayang...sayang...." Steven sedikit menguncangkan tubuh Nency, nency hanya menoleh ke arah Steven.


"Sayang...kau kenapa???".


"Tuan....segera kita bawa pulang Nona Nency...nampaknya Nona sedikit tertekan dengan keadaan tadi tuan, ditambah lagi mungkin nona kelelahan."


"Mari kita pulang...." Nampak dari semak semak ada bayangan hitam.


"Keluar dan angkat tanganmu...!!!!" Steven tampak terkejut mendengar suara Andi.


"Hei bung......ini aku Jimi..."


"Huuuh.....hampir saja, kenapa kau berada di semak semak??"


"Kan tidak lucu kalau aku berjaga tapi aku terlihat, malah jadi sasaran empuk nanti."


"Sudah.....semua sudah under control, mari kita pulang, kasian nona Nency tampaknya kelelahan, kau setir mobilnya aku jalan kaki saja."


Jimi pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah menuju ke rumah diikuti oleh Andi di belakangnya.

__ADS_1


------------


Terima kasih buat yang sudah mampir yang sudah kasih komen,like dan masukannya....jangan lupa di like lagi ya....Thank you so much.....


__ADS_2