
Setelah Toni menjemput Nency dan mengabarkan posisi Andi, Nency masih merasa belum tenang.
"Benar kah Andi tidak apa apa??"
"Yaaa....Andi tadi berkata seperti itu dengan ku"
"Tapi kenapa sampai saat ini Andi bekum ada menghubungiku??"
"Andi masih beristirahat nona.."
"Beristirahat??? apakah Andi kembali bersama kita nanti???"
"Benar..tadi sudah kukatakan, Andi berada 1,5km jaraknya dari kita, pasti Andi kembali kepada kita Nona"
"Antarkan aku menemuinya "
Kenapa Nona Nency tiba tiba khawatir sekali dengan keadaan Andi???....Dia sama sekali tidak menanyakan kondisiku atau Jimi, ada apa ini.
Ntah kenapa Toni merasa sesak di dada, ketika Nency menanyakan tentang Andi.
"Hei....kenapa kau diam saja???"
"Tidak apa apa Nona, saya hanya heran, kenapa Nona tiba tiba kelihatan menghawatirkan Andi??"
"Memangnya kenapa ??? tidak boleh? Andi sudah bertaruh nyawa melindungiku"
"Baik Nona..." Toni hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Nency
"Bung....kau dimana???"
"Masih ditempat persembunyianku, ada apa?? aku harus laporan dulu ke Komandanku"
"Tidak apa apa, segera temui kami, ketika sudah laporan"
"Baik atau kau bawa Nona Nency oulang saja dahulu, kita bertemu dirumah saja"
"Baiklah"
"Aku segera pulang"
***
__ADS_1
"Izin melaporkan komandan"
"Silahkan"
"Musuh sudah saya selesaikan, paket aman, tidak ada yang terluka"
"Kerja bagus..misi belum selesai "
"Siap Komandan, izin kembali pulang"
"Izin diberikan"
Sementara di tempat terpisah.
"Nona...tadi tuan Steven menghubungi saya, dia menanyakan keadaanmu, kemungkinan tuan Steven langsung terbang kesini"
"Tau dari mana dia kejadian hari ini??"
"Tadi sempat di siarkan live di televisi nona"
"oya??"
ekspresi Nency datar dan yang ada di dalam pikirannya adalah Andi saat ini, ntah kenapa Nency merasa belum tenang karena belum bertemu dengan Andi.
"Nona ayo masuk, kami sudah memeriksa keadaan sekliling, aman.." ucap Jimi.
Sementara Toni dari tadi memperhatikan gerak gerik Nency dan merasa heran melihat kegelisahan Nency dan wajahnya yang nampak cemas.
Nency nampak mondar mandir di ruang tengah.
"Nona kenapa kau nampak gelisah sekali???"
Rupanya Jimi pun memperhatikan gerak gerik Nency dari tadi.
"Aku belum tenang jika belum tau keadaan Andi, sampai saat ini dia belum datang"
"Sudah nona Andi baik baik saja" timpal Toni.
Nency hanya memandang dingin wajah Toni
Sejam kemudian, sebuah mobil berhenti di halaman rumah Nency. Baru saja Andi melangkahkan kakinya di dalam rumah, Nency langsung lari menghampiri Andi.
__ADS_1
"Andiiii..." Nency beryeriak histeris dan langsung memeluk Andi.Andi hanya diam terpaku dan merasa heran dengan perlakuan Nency.
"Nona ada apa??"
"Kau baik baik saja Andi??" Nency bertanya kepada Andi dengan mata berkaca kaca
"Seperti yang kau lihat Nona, aku masih hidup dan masih bisa melindungimu"
"Maafkan..maafkan atas keras kepalaku yang tidak mau menurutimu...maaf kan aku Andi"
"Sudahlah Nona tidak apa apa, itu sudah tugas saya"
Jimi merasa heran dengan pemandangan yang terjadi di hadapan mereka, Ntah kenapa Toni merasa dadanya seketika sesak dan menahan rasa cemburu, toni memalingkan wajahnya ke arah lain.
Kenapa aku merasa sakit, dengan yang kulihat saat ini, apakah aku cemburu dengan Nona Nency..
Toni kemudian pergi ke kolam renang untuk menenangkan hati dan pikirannya.
"Lihat tangan, bahu serta dahimu terluka, semua gara gara aku, aku menyesal Andi, kau benar dengan apa yang kau katakan selama ini"
"Sudahlah nona ini tidak apa apa, ini sudah tugas saya"
"Suda cukup jangan lagi mengatakan ini hanya tugas saya, maaf kan aku Andi"
Andi hanya tersenyum..
"Rupanya kau biaa juga tersenyum"
"Sudah nona tidak mengapa, saya mau ke kamar dulu membersihkan luka luka ini"
Kemudian Andi berlalu, namun ketika melewati Jimi.
"Kerja bagus bung, kau benar benar hebat, aiu tidak menyangka sama sekali"
"Sudahlah ini merupakan tugas kita"
Kemudian Andi melanjutkan langkah nya menuju kamarnya.
---------------
*Ayo Author tunggu nih like,komen dan vote nya...ayo di bantu ya....dibantu...paea raeder semua..
__ADS_1
Oya Author mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri buat reader yang muslim, Mohon maaf lahir batin.