
...Di jalanan yang lengang dan sepi tanpa lampu jalan. ...
...Seorang pria dewasa berwajah tangguh terlihat berjalan gontai menuju satu arah. Dahinya yang terluka mengeluarkan banyak darah, membuat pandangannya menjadi kabur. Sementara menahan rasa sakit di tubuh, pria itu berusaha keras untuk menyeberang jalan. Walaupun setiap langkahnya itu membawa rasa sakit hingga membuat keningnya berkerut....
...Dari arah belakang, sebuah mobil hitam melaju dengan kencang. Si pengendara sepertinya sedang tidak fokus, sehingga tidak menyadari mobilnya sudah oleng. ...
...Pria yang tadinya ingin menyeberang jalan hanya sempat melihat kilatan lampu mobil, tubuhnya terlempar hingga belasan meter jauhnya. Seketika tubuhnya bagaikan remuk begitu mendarat di aspal yang keras. Kepalanya yang semula sudah terluka terus berdengung karena rasa sakit yang menusuk seperti puluhan jarum menancap tepat di kepalanya....
...Sebelum penglihatannya menjadi gelap, tangannya yang terkulai mencoba meraih arah di kejauhan, sebelum tidak sanggup menahannya lagi dan tak sadarkan diri....
...Mobil yang tadi menabrak pria itu seketika berhenti dan yang mengemudikannya adalah seorang wanita muda....
...Tangan kanan wanita itu gemetar mencengkeram erat setir, sedang tangan kirinya melindungi perutnya yang sedikit menonjol. Wajahnya kelihatan pucat pasi, dengan pandangan mata yang panik....
...Bermil-mil jauhnya dari tempat kejadian, di sebuah klinik bersalin, seorang wanita muda nan cantik terlihat berusaha menahan rasa sakit saat melahirkan dengan dibantu bidan dan perawat. ...
...Keringat memenuhi wajahnya yang putih pucat....
...Setelah dua jam berlalu, terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan....
...Setelah perawat membersihkan tubuh si bayi dan memberikannya kain, dia lalu membaringkan bayi itu di sebelah ibunya....
..."Selamat, anakmu perempuan," ucap si perawat. ...
...Wanita itu tersenyum bahagia walaupun keadaannya saat ini terlihat sangat lemah....
...20 tahun kemudian....
...Universitas Negeri Kota S....
...Ayudya atau biasa dipanggil Ayu adalah mahasiswa tahun ke-2 di Universitas terkemuka yang berada di kota S. ...
...Ia memiliki paras yang cantik dan menawan sama seperti namanya. ...
...Saat ini Ayu tengah mengobrol di kafetaria bersama sahabatnya Siska....
__ADS_1
..."Setelah ini kau akan pergi ke tempat kerjamu, kan?" tanya Siska....
...Dia tahu Ayu akan bekerja paruh waktu disaat tidak ada kelas....
..."Hmm," jawab Ayu mengiyakan....
...Ayu bukan tipe yang banyak bicara, tapi dia akan selalu menanggapi perkataan temannya dengan sabar....
..."Setelah kau bekerja, bagaimana kalau kita pergi ke bioskop? Aku dengar ada film baru yang menarik," ajak Siska pada Ayu....
..."Maaf, Sis! Sepertinya tidak bisa. Aku ada pekerjaan lain, kembalinya mungkin agak sedikit terlambat."...
...Hari ini adalah hari pertamanya bekerja di tempat lain selain tempat kerjanya yang biasa. Karena Ayu sekarang sangat membutuhkan uang, makanya dia berani mengambil dua pekerjaan sekaligus....
..."Benarkah?!" Siska nampak terkejut, dia baru tahu kalau Ayu ada pekerjaan lain. Biasanya temannya itu hanya akan mengambil satu pekerjaan pada satu waktu....
...Siska lalu bertanya, "Kenapa? Kau sedang butuhkan uang?"...
...Dia tahu seperti apa kehidupan temannya itu. Meskipun sederhana, tapi tidak terlalu mendesak soal uang. Kecuali ada sesuatu yang terjadi....
...Siska terkejut mendengar kabar ibu Ayu yang jatuh sakit....
...Dia dan Ayu adalah teman dari sd. Rumah mereka dulu juga berdekatan. Jadi Siska sering main-main ke rumah Ayu dan juga akrab dengan ibunya Ayu, yaitu tante Sari. ...
...Baru setelah SMA kelas dua, Siska dan keluarganya pindah ke kota lain karena ayahnya dipindahtugaskan. Walaupun begitu, Siska dan Ayu masih berhubungan baik, sampai mereka bertemu kembali di universitas. Belakangan, Siska sempat bertemu tante Sari lagi saat mereka mengerjakan tugas kelompok di rumahnya Ayu. Saat itu tante Sari masih terlihat baik-baik saja, makanya Siska terkejut ketika Ayu mengatakan ibunya sakit sampai harus dirawat di rumah sakit....
..."Sudah berapa lama tante Sari masuk rumah sakit, Yu? Bagaimana dengan keadaannya sekarang?" tanya Siska prihatin....
..."Sudah tiga hari. Sekarang keadaannya sudah agak lebih baik, tapi kata dokter, ibuku tetap harus menjalani perawatan. Obatnya juga perlu ditebus," kata Ayu dengan lirih....
...Karena itu dia sangat membutuhkan uang. ...
..."Ada yang bisa aku bantu, Yu?" tanya Siska. "Kalau kamu butuh uang, bisa aku pinjami dulu."...
...Sebenarnya, Siska ingin langsung memberikan uangnya kepada Ayu, tapi dia tahu temannya itu tidak akan mungkin mau menerimanya. Karena dari dulu, Ayu selalu menolak pemberian dari orang lain sebab dia tidak ingin merasa dikasihani....
__ADS_1
..."Tidak usah, Sis," kata Ayu menolak, "bukankah aku baru mendapatkan pekerjaan lain, upahnya juga lumayan. Jadi aku tidak perlu meminjam uang darimu." ...
..."Tapi…" kata Siska terlihat ragu, "apakah itu akan cukup? Kita tidak tahu sampai berapa lama tante Sari akan dirawat, dan kau juga bilang kalau obatnya perlu selalu ditebus."...
..."Kita pikirkan masalah itu nanti, yang penting sekarang adalah bekerja dengan rajin agar bisa cepat mendapatkan upah," kata Ayu tersenyum....
...Siska terlihat mengangguk setuju, tetapi kemudian dia tiba-tiba berkata, "Tapi kamu juga tidak bisa terus-terusan bekerja di dua tempat sekaligus, belum lagi masih harus kuliah. Bisa-bisa nanti kamu jatuh sakit karena kelelahan."...
..."Mau bagaimana lagi, Sis. Aku harus tetap melakukannya sekalipun itu berat. Aku hanya memiliki ibuku sekarang ini dan dia adalah segalanya bagiku. Tidak akan kubiarkan apapun terjadi padanya dan akan kulakukan apapun demi kesembuhan ibuku," kata Ayu penuh tekad....
...Siska merasa sedih sekaligus terharu mendengar ucapan dari temannya itu....
...Meskipun Ayu terlihat lembut, dia sangat kuat dalam menghadapi cobaan hidup. Tidak pernah menyerah saat mengalami banyak kesulitan. ...
...Mungkin karena Ayu sudah terbiasa sejak kecil. Tidak ada sosok seorang ayah yang menjadi pilar keluarga dan bersedia untuk melindunginya....
...Kadang Siska berpikir. Andaikan ayah Ayu masih ada. Apakah kehidupan Ayu dan tante Sari akan sedikit lebih baik. Setidaknya, tidak terlalu susah seperti sekarang ini....
...Siska berkata setelah keheningan singkat. "Begini saja, bagaimana jika aku mencarikanmu pekerjaan yang lebih baik. Dengan gaji tinggi serta jam kerja yang normal. Dengan begitu, kau tidak perlu pergi bolak-balik dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya."...
...Ayu tertawa kecil mendengar apa yang baru saja dikatakan Siska. Dia pun berkata, "Mahasiswa yang sudah lulus saja pasti akan kesulitan mencari pekerjaan seperti yang kau katakan tadi, apalagi sepertiku yang masih mahasiswa tahun kedua."...
...Siska langsung berubah menjadi cemberut, "Tapi… tidak ada salahnya kan aku mencari, siapa tahu ketemu," kata Siska, masih tidak mau menyerah. "Kamu tunggu saja kabar baik dariku."...
...Ayu tidak tahu harus berkata apa lagi melihat kegigihannya Siska. Dia sendiri tidak yakin temannya itu akan dapat menemukan pekerjaan seperti yang dia katakan tadi. Meskipun demikian, Ayu tetap merasa bersyukur memiliki teman yang sangat baik seperti Siska, selalu ada untuk membantu disaat temannya dalam kesusahan....
...Ayu kemudian melihat jam tangannya dan segera berkata kepada Siska yang masih asik minum, "Sudah waktunya aku pergi bekerja." Kemudian Ayu berniat bangun....
..."Huh?" Siska melirik jam di hpnya yang sudah menunjukan pukul 2, terperanjat kaget. "Astaga! Aku belum mengeringkan cucian!" ...
...Siska bergegas membereskan barang-barangnya, lalu berlari dengan panik menuju asrama....
..."Sampai bertemu nanti malam!" kata Siska tidak lupa untuk melambai....
...Ayu sendiri baru saja pulih dari serangkaian tindakan Siska yang begitu heboh. Menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum tak berdaya. Dia juga bersiap untuk pergi ke tempat kerja....
__ADS_1