
...Begitu Ayu sampai di kamar asrama, dia langsung meletakkan tasnya dan memasuki kamar mandi. ...
...Suara air yang mengalir di wastafel terdengar memenuhi seluruh ruang kamar mandi. ...
...Ayu membasuh wajahnya berulang kali, berusaha melupakan apa yang baru saja terjadi. Begitu Ayu mendongak, terlihat jelas pantulan wajahnya di cermin. Rupa yang cantik dan mata bulat bersinar, terlihat jelas dipenuhi tetesan air....
...Ayu mengusap wajahnya, sementara perlahan-lahan pandangan matanya berubah menjadi kosong. Dia masih terus menerus mengusap wajahnya, sehingga berubah menjadi merah dan tanpa sadar air mata menggenang di matanya bersamaan dengan teriakan keluhan....
..."Mengapa harus aku? Mengapa semuanya terjadi kepadaku. Apa kesalahanku sehingga semua hal buruk selalu terjadi kepadaku…." ...
...Ayu tidak bisa menahan tangisnya lagi, memikirkan hal buruk apa yang akan terjadi padanya jika saja Ayu dan Reza tidak datang untuk menolong....
...Siapa sebenarnya orang-orang itu, kenapa tiba-tiba datang padanya....
...Sekarang, apa yang harus ia lakukan. Apakah tetap meneruskan bekerja seperti biasa....
...Bagaimana jika orang-orang itu muncul lagi?...
...Ayu tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Dia kembali membasuh wajahnya yang masih dipenuhi air mata, lalu keluar dari kamar mandi....
...Selang beberapa waktu, Siska datang memasuki kamar. ...
...Dia melihat Ayu yang akan menuju kamar mandi membawa baju ganti....
...Ayu juga melihat Siska dan langsung bertanya, "Bagaimana dengan Reza, apakah dia baik-baik saja?"...
...Siska mengangguk. ...
..."Seharusnya baik-baik saja, apalagi dia masih mampu berdiri dan juga pulang."...
..."Syukurlah," kata Ayu. ...
..."Sampaikan kembali terima kasihku pada Reza ya."...
..."Oke, kau tenang saja," jawab Siska. "Bagaimana denganmu, apa kau baik-baik saja?"...
...Ayu diam sesaat, kemudian tersenyum lemah dan berkata, "Aku baik-baik saja. Lagi Pula semuanya sudah berlalu, kau tidak perlu khawatir."...
...Siska mengangguk lega. Meskipun masih ada yang ingin ia katakan kepada Ayu, lebih baik menunda, melihat Ayu yang sepertinya ingin mandi....
..."Ada yang masih ingin kau katakan, Sis. Kalau tidak aku akan pergi mandi," tanya Ayu....
...Siska segera menggeleng. "Tidak, kau mandi saja, agar kau merasa lebih baik."...
...Ayu mengangguk, lalu masuk ke kamar mandi....
...Siska menghela nafas panjang, membaringkan tubuhnya yang sudah kelelahan di tempat tidur....
...Hari ini merupakan hari yang berat baginya, Reza dan terutama bagi Ayu. ...
...Entah bagaimana perkataannya hari itu benar-benar terjadi kepada sahabatnya. Ayu tidak mungkin bisa melupakan apa yang terjadi hari ini dengan mudah. ...
...'Apa yang harus dilakukan sahabatnya besok' pikir Siska....
...Ingin rasanya langsung menyuruh Ayu berhenti bekerja disana, agar kejadian hari ini tidak akan terulang lagi. Namun, apakah Ayu mau, apa lagi dia sekarang sangat membutuhkan uang. ...
...Huft… ...
...Jika saja dia menemukan pekerjaan yang lebih baik untuk Ayu....
...*Klikk*...
...Siska menoleh mendengar bunyi pintu terbuka. Begitu melihat Ratna yang datang, Siska kembali memalingkan muka dengan tidak peduli....
__ADS_1
...Namun, semakin tidak pedulinya kamu, orang lain akan tetap datang mencari masalah....
...Ratna menghampiri Siska yang masih terlihat berbaring, bertanya dengan sikap yang arogan....
..."Kau sendirian, dimana temanmu Ayu?" Ratna melirik kesana kemari, kemudian mencibir. "Pasti belum pulang, kan? Temanmu itu memang perempuan yang gak bener! Sudah malam begini, tapi masih berkeliaran di luar."...
...Siska segera bangun begitu mendengar celotehannya Ratna. Memelototinya dengan marah. ...
..."Punya mulut itu dijaga! Jangan seenaknya memfitnah orang. Apa kau tuli! Tidak dengar suara air di kamar mandi."...
...Siska menunjuk arah kamar mandi. ...
..."Disana! Temanku Ayu sedang mandi di dalam."...
..."Apa?!"...
...Ratna berseru kaget, nampak tidak percaya. ...
..."Kamu tidak perlu berbohong, hanya untuk menutupi keburukan dari temanmu itu!"...
..."Untuk apa aku berbohong." Siska menjadi kesal. "Kalau tidak percaya dengarkan saja sendiri."...
...Setelah mengatakan itu, Siska kembali ke tempat tidurnya, memainkan handphone....
...Ratna mendengus, kemudian beranjak pergi menuju kamar mandi yang pintunya tertutup. ...
...Mendengar suara air yang mengalir, Ratna nampak heran. Dia lalu mengetuk pintu sambil berteriak, "Ayu! Yu, Apa kau yang di dalam?"...
...'Wanita itu tidak mungkin berada di dalam kan. Orang suruhanku tidak akan mungkin gagal' pikir Ratna....
...Setelah berapa saat, Ayu menyahut dari dalam kamar mandi....
..."Ini aku. Ada apa?"...
...'Bagaimana bisa wanita itu… Ayu berada di dalam! Lalu bagaimana dengan rencananya?'...
...Ratna kembali memanggil untuk memastikan. "Yu! Benar kamu yang berada di dalam?!"...
..."Iya! Ini aku. Kenapa, Ratna? Apa kau ingin menggunakan kamar mandi. Kalau begitu tunggu sebentar, sebentar lagi aku selesai."...
...Ekspresi Ratna berubah menjadi jelek. Dia tidak mungkin salah dengar. Itu memang suaranya Ayu....
...Tapi, bagaimana mungkin Ayu sudah pulang, dia juga kelihatannya baik-baik saja. ...
...Siska mengangkat alis melihat sikap Ratna yang aneh, mengejeknya dengan berkata, "Sudah dengar! Bukankah tadi sudah aku bilang kalau ada Ayu di dalam."...
...Siska lalu berkata ke arah kamar mandi, "Tidak ada apa-apa, Yu! Kau teruskan saja mandi."...
...Siska kembali mendekati Ratna, berkata dengan kecurigaan....
..."Kenapa kau sepertinya terkejut sekali Ayu benar-benar ada di dalam. Atau, kau tidak mengharapkannya sama sekali, Ayu ternyata sudah pulang."...
...Ratna langsung berubah menjadi gugup begitu mendengar perkataannya Siska....
..."Ja.. jangan bicara omong kosong. Aku hanya ingin memastikan apakah dia benar ada di kamar mandi. Jangan-jangan kau berbohong."...
..."Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, kau sendiri yang terlihat tidak percaya. Aku curiga apa yang terjadi pada Ayu hari ini adalah ulahmu," kata Siska dengan mata menyipit....
...'Aneh rasanya orang-orang itu muncul di dekat kampus mereka dan bersikeras membawa Ayu pergi. Kecuali orang-orang itu adalah suruhan orang yang membenci Ayu, siapa lagi kalau bukan wanita di depannya ini'...
...Sayang sekali dia tidak punya bukti. ...
..."Apa maksudmu menuduhku begitu. Apa yang terjadi pada temanmu itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak tahu apa-apa," bantah Ratna....
__ADS_1
...Dia bermaksud untuk pergi, takut Siska akan bertambah semakin curiga padanya....
..."Ingat satu hal!" Siska mencengkeram lengan Ratna sebelum dia sempat mengambil langkah, mengingatkannya dengan sungguh-sungguh. ...
..."Saat aku menemukan bukti kalau kau yang berada di balik kejadian hari ini, aku tidak akan pernah melepaskanmu."...
..."Terserah!" ...
...Ratna melepaskan genggaman tangan Siska, lalu cepat-cepat keluar dari kamar....
...Siska mendengus marah. ...
..."Wanita itu terus mengatakan kalau Ayu adalah perempuan buruk karena pulang malam, tapi dia sendiri selalu keluar di malam hari dan tidak pernah kembali."...
...Siska menjadi semakin yakin kalau ada sesuatu yang mencurigakan tentang Ratna....
..."Ada apa, Sis. Kau berdiri sendirian. Ratna mana? Bukankah tadi dia yang memanggilku." Ayu bertanya begitu keluar dari kamar mandi....
..."Sudah pergi!" kata Siska kesal. ...
..."Setelah berbicara buruk tentang orang lain, dia pergi begitu saja."...
...Ayu memandang Siska dengan raut muka bingung. Tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan temannya itu....
..."Sudahlah. Tidak perlu membahas wanita itu lagi," kata Siska. "Ada hal lebih penting yang ingin aku bicarakan denganmu."...
...Siska menyuruh Ayu duduk, kemudian bertanya dengan ekspresi serius. ...
..."Apa kau tahu siapa orang-orang itu, yang tadi berusaha untuk menculikmu?"...
...Siska sebenarnya tidak merasa nyaman mengungkit masalah ini kembali dengan Ayu, tetapi dia ingin agar semua permasalahannya menjadi jelas....
..."Aku sama sekali tidak mengenal siapapun dari mereka," jawab Ayu menggelengkan kepala perlahan. "Aku juga tidak mengerti alasan mereka begitu bersikeras untuk menculikku, dan apa sebenarnya yang mereka mau."...
...Siska langsung terdiam. ...
...Dia sendiri juga tidak yakin, apa yang mau dilakukan oleh orang-orang itu. Namun, yang pasti bukanlah hal yang baik....
..."Lalu.. Bagaimana denganmu besok, apa masih akan bekerja di tempat itu?" tanya Siska, khawatir dengan masalah ini....
...Ayu tidak menjawab. Hanya memijat pelipisnya yang berdenyut. Tidak bisa memikirkan apapun untuk sekarang ini....
...Meskipun dia masih ingin tetap bekerja, tapi juga takut dengan kejadian yang baru saja terjadi....
..."Aku tidak tahu, Sis. Kita lihat saja besok. Sekarang aku ingin cepat tidur, kepalaku terasa sedikit sakit," kata Ayu, mengerutkan kening....
..."Kepalamu sakit! Apa mau aku ambilkan obat?" tanya Siska, dia cepat berdiri....
...Ayu menahan tangan Siska, menggeleng. "Tidak perlu, Sis. Aku sepertinya hanya butuh istirahat."...
..."Benar, tidak perlu?" tanya Siska memastikan lagi....
...Ayu membalas dengan anggukan....
..."Ya sudah. Kau istirahat saja sekarang. Kita pikirkan masalah itu besok."...
...Ayu mengangguk. "Selamat malam."...
...Ayu berbaring, lalu menutup selimut....
..."Selamat malam," kata Siska juga....
...Dia memperhatikan wajah Ayu yang sekarang terlihat pucat, merasa sangat sedih....
__ADS_1
...Kemalangan selalu saja menimpa temannya, silih berganti. Dia hanya bisa membantu sebisa mungkin. Berharap, Ayu dapat melalui semua masalah yang datang kepadanya dengan keteguhan hati....