
...Ketiga orang awalnya berhasil kabur dari kejaran dua orang yang membantu Ayu dan Siska. Mereka memasuki mobil yang mereka pikir datang untuk membantu. Namun, begitu ketiganya melihat orang yang tidak mereka kenal duduk di kursi depan, ketiganya ingin segera keluar dari mobil....
...Tetapi mereka bahkan tidak bisa membuka pintu mobil walau seberapa keras pun mereka berusaha. Ketiganya hanya bisa menyerah, menatap dengan waspada ke pelakunya....
..."Apa sebenarnya mau kalian dari kami?" kata salah satunya....
...Andi menoleh ke mereka dengan seringai yang menarik....
...Roni melirik kaca spion, berkata dengan perlahan, "Tidak banyak. Hanya ingin tahu apa tujuan kalian menculik wanita tadi. Atau, seseorang menyuruh kalian?"...
...Ketiganya langsung berubah menjadi gugup....
..."A … apa maksudmu? Kami tidak mengerti!"...
...Apakah pria ini tahu sesuatu!...
..."Jangan berpura-pura bodoh. Kalian tau benar apa maksudku," kata Roni dingin....
..."Kami ... benar-benar tidak,--"...
...Roni memotongnya dengan tidak sabar....
..."Aku akan membayar kalian tiga kali lipat. Jadi katakan siapa yang menyuruh kalian dan apa yang dia mau pada gadis itu?"...
...Setelah mendengar apa yang dikatakan Roni, ketiganya saling bertukar pandang....
...Salah satunya mengajukan diri untuk bertanya....
..."Itu, bisakah bayarannya ditransfer sekarang? Bukan maksud kami untuk tidak percaya, tapi… Yah! Tidak ada salahnya bukan untuk berhati-hati," katanya sambil menyeringai....
...Tanpa banyak kata, Roni mengeluarkan ponselnya, menanyakan nomor rekening dan langsung mentransfer sesuai jumlah yang mereka bertiga inginkan....
...Setelah itu Roni kembali bertanya, "Sekarang bisa kalian katakan, siapa yang menyuruh kalian dan apa yang ia inginkan pada gadis itu?"...
...Ketiganya mengangguk dengan cepat....
..."Baik. Tentu saja akan kami katakan."...
...Setelah sepuluh menit berlalu, ketiganya menuruni mobil dan pergi dengan wajah berseri-seri....
...Di dalam mobil....
...Roni terdiam, mencerna apa yang baru saja ia dengar dari mulut ketiga orang itu. Alisnya tanpa sadar berkerut....
...Andi yang duduk di samping tertegun saat mendengar keseluruhan cerita. Setelah dia pulih, Andi langsung membombardir Roni dengan segala macam pertanyaan....
..."Siapa wanita yang mereka maksud itu, Ron. Apa kau mengenalnya? Kau kelihatan terkejut sekali setelah tahu apa yang akan diperbuat wanita bernama Ratna itu kepada wanita yang ingin kita tolong tadi."...
...Melihat Roni yang masih tidak merespon, Andi kembali meneriakinya....
..."Ron!!"...
__ADS_1
..."Katakan! Kau mengenal wanita itu, kan? Kau sudah tahu rencananya karena itu mengajakku kemari. Apa hubunganmu dengannya?"...
...Pertanyaan Andi yang tidak ada habisnya membuat kepala Roni serasa berdenyut....
..."Tidak bisakah kau diam!"...
...Roni dengan marah menegur. Dia berkata, "Aku memang mengenal wanita itu, tetapi aku sendiri tidak tahu dia akan bertindak sejauh ini!"...
...Ratna!...
...Apa yang direncanakannya sudah sangat keterlaluan....
...Membayar tiga orang itu untuk melecehkan teman sekamarnya sendiri lalu memvideokannya. Bagaimana seorang wanita memikirkan hal serendah itu....
...Ketika Roni makan bersama Ratna di restoran, dia tidak sengaja mendengar Ratna berbicara kepada seseorang di telepon saat dia akan pergi ke toilet....
...Roni mendengarkannya memberikan perintah untuk memberi pelajaran kepada Ayu, teman sekamarnya di asrama yang baru mereka temui tadi....
...Roni tahu dari dulu Ratna tidak suka pada temannya itu. Karena tertarik, Roni sengaja menggodanya di depan Ratna....
...Awalnya dia pikir Ratna hanya akan memberi pelajaran yang tidak seberapa, tetapi Roni tidak menyangka metode Ratna akan begitu kejam....
...Itu sama saja dengan menghancurkan masa depan seorang gadis....
...Roni tidak menyangka perempuan yang dipacarinya selama ini menyimpan pikiran yang begitu buruk dan sangat kejam....
...Sepertinya dia perlu berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan mereka....
...Melihat ekspresi penasaran yang masih ditunjukkan Andi, Roni tidak punya pilihan selain mengatakan yang sebenarnya....
..."Namanya Ratna. Dia pacarku yang sekarang."...
...Andi membuka mulutnya lebar-lebar setelah mendengar jawaban dari Roni....
..."Sejak kapan?! Bagaimana aku bisa tidak tahu?" Andi bertanya dengan heran....
...Dia tahu Roni sering bergonta-ganti pacar dan juga tahu siapa saja wanita yang pernah dipacari Roni. Namun, wanita bernama Ratna ini, Andi sama sekali tidak kenal....
..."Tentu saja kau tidak tahu karena saat itu kau sedang berlibur di luar negeri. Aku juga tidak pernah memperkenalkannya kepada siapapun termasuk teman-teman kita yang lain," kata Roni enteng....
...Dia sangat bersyukur untuk itu, atau kalau tidak, seluruh kota akan tahu dan tidak akan mudah lepas dari wanita seperti Ratna....
...Andi bertanya, "Lalu, apa kau masih mau melanjutkan hubunganmu dengannya setelah tahu bagaimana sifat asli dari wanita itu."...
..."Sebenarnya, bagiku tidak masalah bagaimana sifat sejati dari wanita yang menjadi kekasihku, toh aku tidak pernah serius menjalin hubungan. Tapi Ratna ini memang agak sedikit tidak terduga. Jadi, aku berpikir untuk mengakhiri hubungan ini secepatnya."...
...Andi mengangguk. Berpikir itu akan lebih baik. Dia lalu menggoda Roni....
..."Wanita yang tadinya ingin kita selamatkan, apakah kau tertarik dengannya? Sepertinya dia cocok untuk menjadi pacarmu berikutnya."...
...Roni memutar matanya mendengar omong kosong Andi....
__ADS_1
..."Apa kau pikir wanita mana saja bisa jadi pacarku. Kau tidak ingat apa alasan aku sering bergonta-ganti pacar sehingga dicap sebagai playboy?"...
...Andi kemudian terdiam, seolah mengingat sesuatu....
..."Aku hampir lupa. Terlalu lama sehingga berpikir kau benar-benar seorang playboy." Andi kemudian tertawa nakal....
..."Sialan!" umpat Roni, memukul bahu Andi. "Kau satu-satunya orang yang tahu alasanku. Tega sekali kau hampir melupakannya."...
...Andi terus tertawa menghindar....
..."Iya. Maaf.. Maaf."...
...Roni kemudian bersandar di sandaran mobil dan berkata dengan kesal. "Karena perjodohan sialan itu, aku terpaksa harus berpura-pura menjadi playboy dan bermain-main dengan para gadis. Yah, meskipun gadis-gadis itu juga tidak ada yang benar satu pun."...
..."Jujur saja, aku sungguh tidak mengerti," kata Andi penasaran. "Mengapa kau tidak ingin dijodohkan dengan putri pemilik Wijaya Group itu. Setahuku, dia wanita yang sangat cantik, belum lagi dia juga berasal dari keluarga kaya."...
...Roni seketika mendengus mendengar penilaian dari Andi....
..."Karena terlalu lama tinggal di luar negeri, kau mungkin tidak tahu sifat sebenarnya dari wanita yang akan dijodohkan denganku itu, yang membuatku muak dan alasanku ingin segera membatalkan perjodohan kami."...
...Andi segera menjadi tertarik....
..."Memang seperti apa sifat aslinya, sehingga membuatmu tidak tahan. Bahkan sampai harus merusak citramu sendiri."...
...Roni langsung terlihat bersemangat tidak seperti biasa, menjelaskannya dengan berapi-api....
..."Wanita itu sungguh sangat menyebalkan, selalu saja membuatku marah disetiap kesempatan. Percuma memiliki wajah yang cantik tapi sifatnya begitu buruk, manja, sangat keras kepala dan juga sombong. Seluruh kota bahkan tahu bagaimana gilanya wanita itu mengejar seorang pria padahal dia sendiri sudah memiliki tunangan, membuatku menjadi bahan tertawaan seisi kota. Daripada terus dipermalukan oleh wanita itu, lebih baik ku hancurkan sendiri reputasiku, agar bisa cepat lepas dari pertunangan ini."...
...Roni begitu emosinya setiap kali dia mengingat wajah arogan dari wanita itu. Kalau bukan karena perjodohan mereka diatur oleh para tetua, sudah lama dia batalkan sendiri tanpa harus menunggu pihak lain untuk membatalkannya....
...Andi disisi lain menganggapnya menarik begitu melihat Roni yang terlihat lepas kendali gara-gara seorang wanita. Biasanya temannya itu pandai menyembunyikan emosi dan sangat terkendali, tetapi Roni sekarang terlihat seperti orang lain begitu menyebutkan tentang tunangannya, ada raut kekesalan saat dia menyebutkan bagaimana wanita itu mengejar pria lain, membuat Andi terasa sedikit aneh....
...Dia berkedip dengan curiga....
..."Aku pikir, kau sekarang terlihat persis seperti tunangan yang pencemburu karena wanitanya menyukai pria lain," kata Andi terlihat ragu....
...Roni seketika membeku mendengarnya, kemudian tertawa dengan marah. Merasa seperti sudah mendengar lelucon....
..."Aku! Cemburu!" tunjuk Roni pada dirinya, lalu menegur Andi dengan marah. "Apa kau sudah kehilangan akal, sehingga berpikir seperti itu! Seorang Roni Raharja tidak akan pernah mungkin merasa cemburu, apalagi untuk wanita yang sama sekali tidak menganggap serius kehormatannya."...
..."Tapi...,-" ...
...Roni segera memotong perkataan Andi....
..."Sudah! Cukup! Tidak perlu membahas wanita itu lagi. Cepat atau lambat perjodohan kami pasti akan berakhir. Setelah itu, aku tidak akan peduli siapa yang ingin dia kejar."...
...Andi mengangkat bahu. Orang bodoh pun tahu, kalau temannya itu begitu peduli pada tunangannya ini. ...
...Sepertinya, dia perlu mencari tahu tentang pihak lain. Dia punya firasat kalau wanita ini akan menjadi sakit kepalanya Roni. ...
...Hehehe......
__ADS_1