Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 30


__ADS_3

...Arga keluar dari kantornya Aksa dan berjalan menuju lift. Langkah kakinya tiba-tiba saja berhenti. Melirik ke meja kerja yang barusan ia lewati....


...Sebelumnya, Arga begitu terburu-buru ingin melihat bagaimana keadaan Aksa. Karena itu, dia tidak terlalu memperhatikan situasi para karyawan. Baru saat ia lewat tadi, Arga tidak sengaja melihat salah seorang karyawan yang kelihatannya familiar....


...Gadis waktu itu yang bertabrakan dengannya di rumah sakit dan menumpahkan jus....


...Arga berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas....


...Ternyata memang benar! Gadis itu....


...Arga ingat, tidak pernah mempekerjakan gadis itu di perusahaannya. Atau mungkin, dia karyawan yang baru saja direkrut Aksa....


..."..Mm.. permisi, Pak! Ada yang bisa saya bantu?"...


...Ayu baru selesai membuat laporan di komputernya, heran melihat seorang pria paruh baya nampak bermartabat berdiri di depan meja kerjanya, di seberang partisi....


...Arga yang tersadar mendengar panggilan sisi lain, jarang merasa malu. Sungguh tidak sopan berdiri di depan meja orang lain tanpa berbicara ataupun menyapa. ...


...Entah apa yang terjadi padanya. Begitu melihat wajah dari gadis itu, dia merasa linglung....


..."Maaf, karena sudah berlaku tidak sopan," kata Arga seraya merunduk. ...


...Ayu bangkit dari tempat duduknya, lalu berkata, "Tidak apa-apa, Pak. Tidak masalah. Senang bertemu bapak lagi disini."...


...Saat bapak itu tadi bicara, Ayu ingat kejadian saat di rumah sakit dan langsung mengenali bapak itu dari suaranya. Jadi, Ayu dengan sopan bertanya, "Bapak ada keperluan apa di kantor ini?"...


...Mendengar pertanyaan dari gadis itu, Arga langsung tampak terdiam....


...Gadis itu sepertinya tidak tahu siapa dia....


...Haruskah ia katakan kalau dia adalah bos dari perusahaan ini. Namun gagasan itu segera Arga tolak, merasa kalau saat ini bukan waktu yang tepat. Jadi sekarang dia bingung bagaimana harus menjawabnya....


..."A..apakah bapak karyawan dari lantai atas?"...


...Bapak ini sepertinya kesulitan untuk mengatakannya. Maka dari itu, Ayu menarik kesimpulan sendiri dengan sedikit ragu....


...Bapak ini mengenakan jas yang terlihat mahal dan beliau sepertinya juga mengenal Pak Aksa. Mungkinkah bapak ini staf eksekutif dari lantai atas....


..."Huhh?!"...


...Arga bingung pada awalnya, setelah sadar dengan apa yang dimaksudkan gadis itu, Arga lantas tersenyum canggung. Berkata dengan anggukan, "Saya memang bekerja di lantai atas."...


...Mengenai jabatannya, Arga tidak bermaksud untuk menjelaskan....


..."Ternyata benar bapak karyawan dari lantai atas."...


...Ayu langsung tersenyum saat tahu tebakannya tadi tidaklah salah....


...Arga balik bertanya, "Kamu juga karyawan disini?"...


...Ayu mengangguk. Memperlihatkan id cardnya....


..."Hampir seminggu saya sudah bekerja disini," kata Ayu dengan senyum bangga....


...Arga entah kenapa juga tersenyum melihat gadis itu yang sepertinya sangat menyukai pekerjaannya....


..."Saya harap kamu betah bekerja di perusahaan ini. A–ayu! Nama yang sangat bagus."...

__ADS_1


...Agra lantas memuji nama yang dia lihat tertulis di id card Ayu....


..."Terima kasih."...


...Ayu langsung tersenyum manis....


...Agra lantas melirik jam tangannya, berkata kepada Ayu dengan permintaan maaf, "Maaf, karena saya sudah harus pergi. Lain kali kita akan bicara lagi."...


..."Oh! Tidak apa-apa, Pak. Tidak masalah. Saya juga harus kembali bekerja." Ayu mengangguk mempersilahkan....


..."Kalau begitu, sampai jumpa lagi." Arga berkata sebelum pergi....


..."Sampai jumpa juga, Pak."...


...Setelah kepergian bapak itu, Ayu lalu duduk kembali. Dia kemudian ingat masih belum tahu siapa nama bapak itu, membuat Ayu menghela nafas menyesal....


...Dia akan bertanya ketika bertemu bapak itu lagi. Lagipula mereka satu perusahaan dan kemungkinan akan sering bertemu....


...Saat Arga menekan tombol lift, lift pun terbuka setelah beberapa saat. Sebagian dari karyawan kembali dari makan siang juga berada di lift yang barusan terbuka. Sontak, mereka langsung menyapa Arga begitu melihatnya....


..."Siang, Pimpinan!" sapa semuanya serempak....


..."Hhm.."...


...Arga mengangguk acuh, baru kemudian  masuk ke dalam lift ketika semua orang sudah keluar....


...Dia menekan tombol turun alih-alih naik, karena harus kembali ke mansion....


...Begitu Arga turun dari pesawat, dia langsung menuju ke perusahaan membawa barang bawaannya tanpa kembali ke rumah dulu karena khawatir dengan keadaan Aksa begitu dia mendapat kabar buruk. Jadi, sekarang dia harus pulang, kembali ke mansion wijaya....


..."Pak!"...


...Arga mengangguk, langsung berkata kepada asistennya, "Kamu bisa kembali lebih awal. Buat laporan mengenai perjalanan kita kali ini dan atur jadwal untuk lusa."...


..."Baik, Pak." ...


...Dia lalu mengantar bosnya itu sampai masuk ke dalam mobil sebelum berbalik pergi....


...Siska yang melihat semuanya dari meja resepsionis menyenggol rekan kerja di sampingnya yang masih dengan postur membungkuk dengan hormat....


..."Mbaa.. Mba!! Itu siapa?" tanya Siska terlihat penasaran. ...


...Rekan kerjanya itu lebih lama bekerja disini daripada dia. Dia pasti tahu sesuatu....


...Dia masih belum tahu siapa pria paruh baya itu tadi. Semua karyawan yang lewat nampak begitu hormat, termasuk rekan kerja yang sekarang masih membungkuk di sampingnya....


...Begitu rekan kerjanya kembali berdiri tegak. Dia memberitahukan sesuatu yang membuat Siska terbelalak kaget....


..."Kau ingat wajah itu baik-baik. Dia adalah pimpinan kita."...


...Siska hampir tidak sadar meninggikan suaranya. "W..what!! Pria tadi itu bos perusahaan ini!?"...


..."Hemm," angguk rekan kerjanya. ...


..."Nah.. Setelah kamu tahu, ingat untuk tidak menyinggung pihak lain. Atau, kalau tidak…"...


...Rekan kerjanya memberi isyarat memotong leher sambil berkata, "Kau pasti akan tamat!"...

__ADS_1


...Bibir Siska bergetar mendengar hal itu. Mengangguk dengan sungguh-sungguh. ...


..."I–iya, Mbak. Akan saya ingat baik-baik."...


...Siska kemudian menyalakan komputernya dan masuk ke situs perusahaan. Dan.. benar saja, tidak ada satupun foto pimpinan perusahaan....


...Dia akan mengingatkan Ayu nanti, jangan sampai Ayu tidak tahu apa-apa dan secara tidak sengaja berlaku tidak sopan di depan pimpinan....


...***...


...Pagar keamanan nan menjulang tinggi secara otomatis terbuka begitu sebuah mobil BMW lewat dan berhenti di halaman mansion bergaya klasik modern....


...Sopir membukakan pintu mobil begitu Arga turun. Sedangkan dua asisten rumah tangga dengan sigap menurunkan barang-barang dari bagasi mobil....


...Begitu Arga masuk melalui pintu masuk utama, kepala pelayan segera menyambutnya....


..."Selamat datang kembali, Tuan."...


...Arga membalas dengan anggukan. ...


...Dia hendak menaiki tangga menuju kamar untuk beristirahat. Namun, kehadiran seseorang di tengah-tengah anak tangga menghentikan langkah yang akan ia ambil....


...Wanita yang tengah berdiri di salah satu anak tangga itu terlihat berusia sekitar 40 tahunan. Memiliki wajah yang terawat dengan baik hingga garis-garis halusnya nampak tak terlihat....


...Dengan postur yang elegan, wanita itu turun ke bawah menghampiri Arga....


...Rossa memandang suaminya yang akhirnya kembali setelah berhari-hari pergi tanpa adanya kabar. Tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaannya sekarang ini....


..."Aku pikir kamu tidak di ada rumah." Arga langsung berkata....


..."Kau bahkan tidak bertanya dimana keberadaanku pada pelayan. Bagaimana kau tahu aku tidak ada di rumah," balas Rossa....


..."Aku hanya asal tebak, sebab kau jarang ada di rumah."...


...Rossa mengangkat alis mendengar alasan itu. Berkata dengan setengah senyum. ...


..."Bukankah kau juga…"...


...Rossa melirik Arga yang menampakkan wajah lelah, bertanya, "Bagaimana perjalanan bisnismu?"...


...Arga tidak bertanya dimana Rossa tahu mengenai perjalanan bisnisnya. Menjawab dengan santai, "Bagus. Semuanya berjalan dengan lancar."...


..."Senang mendengarnya." Rossa berkata sambil tersenyum. Namun senyumnya seketika hilang. Berkata dengan prihatin, "Kau terlihat begitu lelah. Hatiku sakit melihatmu bekerja begitu keras demi perusahaan milik keluargaku."...


...Arga langsung menatap Rossa, begitupun sebaliknya. Ada kesunyian di antara keduanya....


...Arga kemudian berbicara lebih dulu. ...


..."Tidak masalah. Sebagai menantu dari keluarga Wijaya, itulah tanggung jawabku. Jadi kau tidak perlu merasa khawatir. Jika tidak ada hal lain lagi yang masih ingin kau katakan, biarkan aku pergi ke atas untuk beristirahat."...


...Arga kemudian berjalan melewati Rossa tanpa peduli apa reaksinya. Begitu Rossa sadar, dia berbalik menatap punggung Arga. ...


..."Ngomong-ngomong… berapa lama kau berencana tidur di kamar samping. Sebentar lagi putri kita akan kembali, dia akan sedih begitu tahu orang tuanya pisah ranjang. Kau tidak ingin kan, putri kita menjadi sedih?"...


...Langkah Arga langsung terhenti. Dia terdiam beberapa saat sebelum berkata tanpa berbalik....


..."Kita akan membicarakan hal itu lagi nanti, begitu Riana sudah kembali." ...

__ADS_1


...Arga lalu kembali ke kamarnya tanpa memandang wajah Rossa....


...Rossa yang tertinggal sendirian mencengkeram pegangan tangga hingga tangannya memutih. Menghembuskan nafas sebelum kembali tenang....


__ADS_2