
..."Ibu! Apa yang barusan ibu katakan. Ayah? Bagaimana ayah bisa muncul disini. Ibu pasti sudah salah lihat."...
...Bukannya Ayu tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh ibunya. Hanya saja, itu terdengar sangat mustahil. Ayah yang selama 20 tahun tidak pernah ada berita, tiba-tiba saja muncul di rumah sakit ini....
...Siapapun yang mendengar hal itu tidak akan mungkin langsung percaya....
...Apalagi Ayu sendiri tahu, betapa ibu sangat merindukan ayahnya. Ibu mungkin salah mengira orang lain itu sebagai ayahnya....
..."Ibu tidak mungkin salah lihat, Nak. Tadi itu memang ayahmu," ucap Hapsari bersikeras....
..."Lalu dimana ayah sekarang? Mengapa membiarkan ibu duduk sendirian di lantai seperti ini."...
...Usai berkata seperti itu, Ayu membangunkan ibunya agar duduk di kursi tunggu rumah sakit....
..."Ayahmu, mungkin tidak melihat ibu," jawab Hapsari dengan lemah....
...Tapi dia yakin kalau yang dilihatnya tadi pastilah Mas Aji....
...Ayu hanya memilih untuk diam. Tidak ada gunanya berdebat dengan ibunya sekarang. Yang ada kondisi ibunya akan semakin memburuk....
...Setelah ibunya menjadi sedikit lebih tenang, Ayu lantas membawanya kembali ke bangsal. Membaringkannya di tempat tidur, sambil membetulkan selimut, ibunya tiba-tiba menggenggam tangan Ayu....
..."Orang yang barusan ibu lihat itu memanglah ayahmu. Dia pergi sebelum sempat melihat ibu. Ayahmu ada di kota ini! Kita harus segera menemukannya! Dia juga pasti sedang mencari kita, karena itulah dia muncul disini." Hapsari bersikukuh....
...Ayu hanya bisa menenangkannya kembali, terus menggenggam tangan ibunya....
..."Iya, Bu! Ayu janji akan mencari ayah. Masalahnya, Ayu tidak tahu wajah ayah itu seperti apa. Kita tidak memiliki satupun fotonya karena semuanya sudah habis terbakar pada saat terjadi kebakaran di rumah lama kita sewaktu Ayu masih kecil. Bagaimana caranya Ayu mencari ayah tanpa adanya petunjuk satupun."...
...Sehabis mengatakan itu, Ayu melihat ibunya yang diam dalam keadaan linglung....
__ADS_1
...Ayu langsung menyesal. Tidak seharusnya ia mengungkit masalah itu, apalagi di depan ibunya. Setiap kali mengingat kejadian itu, ibunya akan selalu merasa sedih karena tidak bisa menyelamatkan barang-barang milik ayahnya....
...Sadar ia sudah salah bicara, Ayu bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan. Namun, Ayu dibuat kaget begitu melihat tangan ibunya berniat melepaskan kalung yang tergantung cincin pernikahan yang selama ini selalu ia pakai....
...Ayu cepat-cepat bertanya kepada ibunya, "Ibu!Apa yang sedang ibu lakukan?"...
...Hapsari telah melepas kalungnya. Membelainya, sebelum meletakkannya di telapak tangan putrinya....
..."Kenakan ini di lehermu. Hanya cincin kawin di kalung itu satu-satunya barang peninggalan ayahmu yang masih tersisa. Gunakan itu untuk mencari ayahmu. Dia akan mengenali cincin di kalung itu sebagai cincin pernikahan kami."...
...Ayu tidak menyangka ibunya akan memberinya kalung yang berisikan cincin pernikahan yang selama ini tidak pernah ibunya lepas sama sekali. Dengan segera Ayu ingin mengembalikan kalung itu. Namun, tangannya digenggam erat oleh sang ibu, membuatnya tidak dapat mengembalikan kalung itu....
...Dengan tak berdaya Ayu hanya bisa memohon kepada ibunya. "Bu, Ayu tidak bisa menerima kalung ini. Cincin di kalung ini sangat berarti bagi ibu. Bagaimana jika nanti Ayu tidak sengaja menghilangkannya. Lagipula, tidak jarang cincin nikah dijadikan kalung. Bagaimana ibu bisa yakin kalau ayah akan mengenali cincin yang akan Ayu kenakan ini. Kelihatan tidak berbeda dengan cincin nikah orang-orang pada umumnya," ucap Ayu cukup beralasan. Berharap ibunya tidak akan terus memaksanya mengenakan kalung yang berharga itu....
...Akan tetapi, Hapsari tetap kukuh ingin menyerahkan kalung itu kepada putrinya. Yang seharusnya sudah ia lakukan sejak dari dulu....
...Ada atau tidaknya kalung itu bersamanya, Mas aji masih akan dapat mengenalinya. Sebab, wajahnya masih tetap sama kecuali bertambahnya usia. Sedangkan putri mereka Ayu, tidak pernah sekalipun dia pernah melihat wajah ayah kandungnya, begitupun sebaliknya....
...Maka dari itu, dia memutuskan menyerahkan kalung berisikan cincin pernikahan yang pernah diberikan Mas Aji. Berharap, Mas Aji dapat mengenali putri mereka begitu dia melihat kalung itu....
..."Kau mungkin tidak tahu, Nak. Cincin ini awalnya khusus dibuat oleh ayahmu bersama temannya yang seorang pengrajin. Bentuknya dibuat unik oleh ayahmu agar tidak banyak orang yang bisa menyamainya. Selain itu, ada nama kami berdua di dalamnya," ungkap ibunya. Berhasil membuat Ayu terkesiap, lalu dilihatnya cincin di kalung itu memang ada tulisan nama ayah dan juga ibunya saling bertautan. Barulah Ayu percaya apa yang dikatakan ibunya memang lah benar....
...Ayu akhirnya memutuskan menerima kalung itu untuk sementara waktu. Membuat Hapsari bisa bernafas lega, akhirnya kantuk pun menyerangnya. Lalu ia tertidur akibat kelelahan....
...Ayu tertekan begitu melihat keadaan ibunya. Setelah membantunya membetulkan selimut, Ayu berbaring di sofa samping tempat tidur. Juga tertidur setelah beberapa saat....
...Ayu kemudian terbangun mendengar suara panggilan dari ibunya....
..."Nak, bangunlah! Ini sudah malam. Kau harus segera kembali. Bukankah kau harus pergi bekerja besok."...
__ADS_1
...Ayu lantas melihat jam. Memang sudah pukul 8 malam. Dia pun bersiap-siap, lalu berpamitan pada ibunya sebelum pergi....
...Diperjalanan menuju pulang, Ayu terus menerus menyentuh cincin yang sekarang ini sudah ia kalungkan di lehernya. Berharap agar cincin ini dapat benar-benar mengantarkannya menemukan ayah kandungnya....
..."Akhirnya kau pulang juga, Yu! Aku pikir kau akan bermalam di rumah sakit menjaga tante Sari," kata Siska, begitu melihat temannya itu akhirnya kembali dari rumah sakit....
..."Tidak, lah! Besok kan aku bekerja. Kalaupun aku mau, ibuku pasti tidak akan mengizinkan." ...
..."Benar juga! Lalu bagaimana dengan pemeriksaannya. Apa kata dokter?" tanya Siska terlihat penasaran....
...Ayu yang mengambil handuk untuk mandi berhenti untuk menjawab pertanyaan Siska. "Pemeriksaannya berjalan dengan lancar. Kata dokter, kesehatan ibuku semakin membaik. Dia mungkin dibolehkan pulang dalam waktu dekat."...
..."Benarkah?! Itu bagus." Siska terlihat juga ikut senang. "Kau sepertinya akan pergi mandi. Pergilah. Aku tidak mengganggumu lagi."...
...Ayu mengangguk. Lantas pergi ke kamar mandi bersama handuk dan juga baju gantinya....
...Keesokan paginya....
...Ayu datang ke kantor bersama dengan Siska. Lalu, ia menaiki lift menuju ke departemennya....
...Sesampainya di meja kerja, Ayu memperhatikan para staf yang kelihatan sibuk. Membuatnya langsung merasa bersalah, karena sudah cuti disaat kantor dalam keadaan sesibuk ini....
...Salah seorang staf lewat di dekat meja kerja Ayu membawa beberapa berkas. Dengan cepat Ayu berdiri menghampirinya. Lalu bertanya, "Mbak, kelihatannya sangat sibuk. Jika ada yang bisa saya bantu?" ...
..."Tidak perlu. Kau juga pasti sedang sibuk," jawab staf itu menggelengkan kepalanya....
..."Karena terjadi masalah dengan proyek hotel, semua orang jadi sangat sibuk." Staf itu berkata sambil menghela nafas, yang membuat Ayu bingung. Bukankah kerjasamanya berjalan dengan lancar. Lalu, masalah apa yang staf ini bicarakan....
..."Mba! Ada masalah apa?" tanya Ayu yang tidak tahu apa yang dimaksud staf itu....
__ADS_1
..."Kau tidak tahu?!" ucap Staf itu bertanya balik....
...Ayu pun menggeleng. Karena ia memang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi....