
...Sore hari, tepat jam pulang kantor....
...Ayu dan Siska pulang bersama menaiki taksi....
...Di dalam taksi, mereka membicarakan mengenai Ratna yang belum pernah kembali semenjak pertengkaran mereka malam itu....
...Ayu nampak khawatir karena Ratna baru saja putus hubungan dengan pacarnya, sedangkan Siska terlihat tidak terlalu peduli. ...
...Dia pikir, Ratna hanya bermalam di tempat temannya atau sedang menginap di hotel seperti biasa....
...Siska justru merasa senang, tidak ada Ratna yang biasa mengusik kedamaian kamar asrama mereka....
...Taksi yang ditumpangi keduanya sampai di depan pintu gerbang asrama. Setelah membayar ongkos taksi, keduanya menaiki tangga menuju lantai tempat kamar asrama mereka berada....
...Begitu sampai di depan pintu, keduanya terkejut melihat pintu kamar asrama mereka sudah dalam keadaan terbuka....
..."Jangan-jangan ada pencuri yang masuk," kata Siska ngeri....
..."Hush! Jangan asal menebak," tegur Ayu. ...
...Dia sepertinya tahu siapa yang ada di dalam....
...Ayu lalu langsung masuk tanpa banyak pertimbangan, sementara Siska mengikuti dari belakang dengan tampang yang gugup....
..."Ratna!" seru Ayu yang tiba-tiba setelah melihat kehadiran Ratna....
...Ratna yang saat itu tengah membereskan koper memperhatikan kedatangan keduanya. Menatap mereka dengan pandangan sinis. "Kenapa?! Kalian berdua tidak suka aku ada disini?"...
...Siska yang awalnya terkejut memilih untuk diam. Tidak ingin membuang air liur untuk orang yang tidak jelas....
...Ayu sendiri mencoba menjelaskan alasan keterkejutannya. "Bukan begitu, Ratna..-"...
..."Halah! Sudahlah!" Ratna memotong perkataan Ayu dengan sangat kasar. ...
..."Kalian memang tidak suka kan kalau aku ada disini! Tapi kalian tenang saja, karena hari ini aku akan keluar dari kamar asrama ini dan akan pindah ke tempat lain."...
...Mendengar hal itu, Ayu dan Siska menunjukkan ekspresi yang berbeda....
...Siska begitu senangnya hingga tersenyum sumringah, sedangkan Ayu disisi lain tampak merasa bersalah karena menyangka Ratna pergi lantaran pertengkaran mereka tempo hari....
..."Kamu mau pindah kemana, Ratna?" ...
...Ayu bertanya dengan halus. Namun, ditanggapi ketus oleh Ratna. "Kemana aku pindah itu bukanlah urusanmu!" Dia lalu menatap Ayu dan Siska dengan penuh dendam....
..."Jangan terlalu senang dulu. Sebab apa yang telah kalian lakukan padaku akan ku balas suatu saat nanti. Tunggu saja!"...
...Setelah mengatakan hal itu, Ratna pergi dengan membawa kopernya dan membanting pintu....
__ADS_1
..."Cih! Dasar wanita s*nting!" teriak Siska geram. Dia lantas menggerutu kepada Ayu, "Apa sih maksudnya Ratna?"...
...Ayu hanya berkata tidak tahu. Meletakkan barang-barangnya lalu masuk ke kamar mandi....
...Siska mengedikkan bahu, tidak menganggap serius ancamannya Ratna. ...
...Sementara menunggu Ayu selesai mandi, Siska berbaring sambil memainkan handphone miliknya....
...Ayu yang sekarang ini tengah berada di kamar mandi, terus terbayang-bayang apa yang baru saja diucapkan oleh Ratna. Tatapannya saat itu dipenuhi dengan dendam, nyaris membuat Ayu berpikir kalau memang benar Ratna lah yang saat itu menyuruh para pria waktu itu untuk menculiknya....
...Saat Ayu berbilas, pikiran-pikiran itu masih melekat di benaknya meskipun Ayu sendiri ingin menghilangkan buruk sangkanya itu....
...Sehabis menyegarkan diri dan menjernihkan pikirannya, Ayu keluar dari dari kamar mandi dengan dibalutkan handuk. Mengerling ke arah Siska yang rebahan di tempat tidurnya, Ayu menarik tirai untuk berpakaian....
...Beberapa saat kemudian, terdengar panggilan melengking Siska di balik tirai....
..."Yuu! Reza baru saja mengirimi aku pesan kalau nanti malam dia ingin mengajak kita berdua makan malam bersama."...
...Ayu yang tengah menyeka rambutnya berhenti, bertanya dengan sedikit heran, "Bukan hanya kau dan Reza saja, tapi juga mengajakku?"...
..."Iya," katanya Siska....
..."Memang dalam rangka apa?"...
..."Entahlah. Katanya Reza, desain miliknya baru saja dibeli oleh perusahaan besar dengan harga yang sangat bagus. Jadi, dia mengundang kita berdua makan malam bersama sebagai bentuk perayaan."...
..."Iya," angguk Siska. "Reza sendiri yang mengabariku tentang hal itu."...
..."Wah! Reza hebat sekali, Sis. Aku turut senang mendengarnya," kata Ayu penuh kekaguman....
..."Tentu saja. Pacarnya siapa dulu." Siska tersenyum, berkata dengan dagu yang sedikit terangkat....
...Mereka berdua pun tertawa bersama....
..."Jadi, bagaimana? Kau juga akan ikut kan?" tanya Siska....
...Ayu mengangguk sembari menjawab, "Tentu. Aku sekalian juga ingin mengucapkan selamat kepada Reza."...
..."Baiklah, kalau begitu aku pergi mandi dulu. Kita akan pergi bersama-sama nanti malam."...
...Setelah melihat Siska memasuki kamar mandi, Ayu mengeluarkan dokumen dari Pak Chandra yang ada di dalam tasnya....
...Mempelajari isi dokumennya, Ayu seketika teringat kalau besok dia harus pergi ke semua tempat itu berdua saja dengan Pak Aksa....
...'Aduh! Apa sih yang sedang kau pikirkan, Ayu. Bersikaplah profesional'...
...Ayu menggeleng-gelengkan kepala dengan mata terpejam, membuang semua pikiran-pikiran aneh yang ada di benaknya itu, kembali mempelajari seluruh isi dokumen....
__ADS_1
...Selepas Siska mandi dan juga berganti pakaian, Ayu masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Siska sendiri enggan mengganggu temannya itu, melihat betapa fokusnya Ayu....
...Siska sendiri melakukan kesibukannya, begitu pula Ayu. Sampai tiba saatnya jam makan malam. Mereka berhenti dengan kesibukan masing-masing, bersiap pergi ke janji makan malam dengan Reza....
...Tempat makan yang mereka sepakati bersama berada di kawasan kampus universitas, banyak mahasiswa dan anak muda yang terlihat berlalu lalang diterangi deretan lampu gantung di sepanjang jalan tempat warung-warung dan gerai makanan ringan didirikan....
...Ayu dan Siska datang ke sebuah warung tenda dimana Reza sudah menunggu. ...
..."Hai! Dua gadis cantik akhirnya datang." Reza berdiri dari kursi dan tersenyum, menyambut kedatangan Ayu dan juga kekasihnya, Siska....
..."Duduk, duduk. Kalian bisa pesan apapun yang kalian inginkan. Aku yang traktir," kata Reza, menyerahkan daftar menu....
...Siska mengambil menu, tersenyum main-main. "Bagaimana jika aku memesan banyak makanan. Kau tidak takut kalau aku akan bertambah gemuk?"...
..."Tentu saja tidak." Reza dengan cepat menyangkalnya, "Justru aku akan merasa senang. Saat kau bertambah gemuk, pipimu yang sekarang chubby akan bertambah semakin tumpah ruah dan juga lucu sehingga aku tidak tahan untuk tidak mencubitnya."...
...Mengatakan itu, Reza bersiap mengulurkan tangannya. Namun, langsung ditepis oleh Siska yang berwajah kesal....
...Ayu yang duduk di sampingnya Siska sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah dari pasangan itu....
...Mereka lalu bercakap-cakap, sementara menunggu pesanan mereka datang....
..."Oh, ya, Za. Selamat ya. Aku dengar desainmu terjual dengan harga yang sangat bagus," ucap Ayu memberi selamat....
..."Makasih, Yu. Sebenarnya aku juga tidak menyangka akan terjual secepat itu dengan harga yang sangat tinggi. Awalnya aku hanya iseng menaruhnya di beberapa platform, tahu-tahu kemarin pihak perusahaan menghubungiku dan bertanya mengenai harganya."...
..."Itu karena desaimu bagus. Karena itu mereka tertarik dan mau membayar dengan harga yang tinggi," kata Siska pada kekasihnya itu....
...Ayu juga mengangguk setuju dengan apa yang barusan dikatakan Siska. ...
...Pihak perusahaan tidak mungkin mau membayar dengan harga tinggi jika mereka sendiri tidak merasa puas dengan hasil desainnya Reza....
...Ketiganya menunggu sekitar sepuluh menit sampai makanan akhirnya datang....
...Beberapa lauk daging dan juga sup membuat perut Siska langsung keroncongan, sudah lama dia tidak makan makanan lengkap seperti ini karena masih harus berhemat. Dia merasa harus berterima kasih pada kekasihnya itu....
..."Makasih banyak, Za. Karena sudah mengundang kami makan malam yang enak seperti ini. Aku harap kau akan selalu sukses dengan hasil desainmu. Kumpulkan uang lebih cepat agar kita bisa segera menikah." Siska awalnya berkata dengan serius dan kemudian berakhir dengan candaan, mengakibatkan Reza tersedak air minum....
..."Uhuk...uhukk! K–au, jangan main-main." Reza menutup mulutnya, terbatuk keras. Memberi teguran kepada Siska. "Hal seperti itu jangan dijadikan lelucon."...
..."Iya, iya! Aku minta maaf," kata Siska memelas, memberikan tisu kepada Reza....
...Reza hanya bisa menghela nafas. Mengelap mulutnya dengan tisu....
...Sedangkan, Ayu sedari tadi hanya duduk diam sambil makan, berpura-pura tidak melihat kelakuan dari temannya....
...Selesai mereka makan, ketiganya pergi berjalan-jalan di sepanjang food court. Berbincang-bincang, sekalian mencicipi beberapa makanan ringan, sebelum memutuskan untuk kembali ke asrama saat waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam....
__ADS_1